Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 50 | Sekretaris VS Asisten


__ADS_3

Para Bodyguard di depan pintu masuk Mansion yang biasa berjaga itu seketika waspada saat seorang wanita cantik dengan setelan elegan serta kacamata hitam bertengger dihidungnya itu keluar dari mobil.


Menelusuri wanita itu dari ujung kaki hingga kepala sukses membuat wanita itu melepas kasar kacamatanya dan menatap kesal kearah dua penjaga itu.


“Apa lihat–lihat!” sentaknya, menatap sinis keduanya.


Awalnya dia ingin menyapa baik – baik, tapi saat melihat tingkah dua orang itu yang menatap tubuhnya seperti orang mesum, dia marah tentu saja!


“Maaf, Nona. Anda siapa?”


“Kalian tidak kenal aku?” Wanita itu menunjuk dirinya sendiri. Mungkin mereka orang baru?


“Ahh ... sudahlah. Aku ingin bertemu Nona.” Baru akan berjalan masuk, dua penjaga itu langsung menahannya lagi.


“Anda siapa? Ada perlu apa!” katanya tidak suka melihat wanita yang bisa saja menjadi masalah rumah tangga tuannya ini. Sebagai penggemar Bella, tentu saja mereka tidak suka jika ada yang mengusik Nyonya muda mereka.


“Baiklah, terserah. Katakan saja Vivi datang ingin bertemu Nona.”


-


-


“Siapa?”


“Dia bilang namanya Vivi. Dia ...” Bodyguard berbadan kekar itu terhenyak saat Bean tiba tiba berdiri dan langsung berjalan cepat keluar.


Smith terkekeh sambil menepuk – nepuk bahu kekar didepannya ini. “Lain kali biarkan dia masuk.” Meninggalkan Bodyguard itu dengan kebingungan.


Diluar, Bean mendapati Vivi tengah duduk tersenyum sambil memainkan ponselnya. Miris dalam hati karena tak pernah mendapat senyum manis Vivi seperti yang dilihatnya. Apa yang dilihatnya sampai tersenyum seperti itu. Bean berdecak kesal karena kalah dengan ponsel. Lebih tepatnya, yang ada didalamnya!


Vivi menoleh, keningnya mengkerut saat melihat Bean berdiri dengan wajah masam. Tapi bukan orang itu yang dia cari!


“Dimana, Nona?”


“Masuk,” ucapnya dingin tanpa ekspresi. Vivi hanya mengangkat bahunya acuh. Masa bodoh, pikirnya.


Kepala pelayan Smith kembali membawa segelas jus untuk Vivi yang sekarang tengah duduk didepan Bean yang kembali sibuk dengan laptopnya.


“Hei! Aku bertanya dimana, Nona.” Vivi mulai kesal.

__ADS_1


“Diatas,” jawabnya singkat.


“Kau kenapa? Biasanya mulutnya sangat manis, sekarang seperti asam cuka!” mendelik sebal pada pria didepannya.


“Tidak tahu!” ketus Bean.


“Kepala pelayan Smith, apa Nona tahu aku sudah datang? Semalam aku sudah memberi tahu, Nona.” Mengabaikan Bean.


“Anda harus menunggu seperti Asisten Bean, Sekretaris Vivi. Tuan dan Nyonya mungkin masih tidur.”


“Begitu?” Pantas saja ada jus dan cemilan diatas meja.


Tahu begini aku akan datang siang saja tadi.


“Silahkan pergi jika tidak ingin menunggu.” Vivi melotot.


Apa – apaan pria ini! Mengusirnya?


“Kau ada dendam apa padaku.” Mendelik kesal.


“Dendam? Tidak ada,” acuh Bean.


“Lalu?” acuhnya, masih tanpa melihat Vivi yang sudah hampir meledak.


“Aku hanya sedikit risih berdekatan dengan wanita,” celetuknya asal. Vivi langsung tertawa jahat.


Risih!


Vivi beranjak dari Sofa dan berjalan mendekati Bean yang masih sibuk dengan laptopnya. Bean terkejut saat wanita itu sudah menarik kerah bajunya, wajah mereka berdekatan. Tapi sayangnya itu bukan adegan romantis yang biasa ditayangkan didalam drama, melainkan aksi bar – bar seorang Sekretaris kepada Asisten CEO!


“Kalo begitu jangan mendekatiku lagi!” Menghempas tubuh sang Asisten yang masih membeku karena terkejut sekaligus berdebar.


Eh ... apa dia bilang? Jangan mendekatinya lagi.


“Kau bicara apa?” Bean berdiri tidak terima.


“Apa!” Vivi melotot sambil berkacak pinggang.


“Jangan asal bicara!”

__ADS_1


“Memangnya siapa yang asal bicara," teriaknya kesal.


Enak saja menuduhnya! Memangnya siapa yang berkata risih lebih dulu.


Tanpa sadar, aksi bodoh mereka telah menjadi hiburan banyak mata yang melihat. Bella yang sudah bangun sejak awal karena menanti kedatangan Vivi terus saja terkikik di atas sana. Dia tidak percaya jika Vivi akan meladeni orang lain sampai sejauh ini. Apalagi itu adalah Bean!


Alex yang juga disana, menyusul Bella karena tidak mendapati sang istri di sampingnya hanya sibuk bermanja – manja sambil memeluknya. Dia tidak peduli dengan urusan orang lain, apalagi drama pertengkaran sang Asistennya itu. Sedangkan Alfred, Clarissa dan Sofia juga menjadi penonton dari jauh. Begitupun para pelayan yang berusaha menahan tawanya dengan pura–pura bekerja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Ternyata si cantik Vivi ayangnya Bean yah yang datang😂...


...Semoga kalian terhibur dengan cerita yang aku buat....


...Nih Author kasih Visual mereka berdua. Semoga cocok untuk kalian yah....


......................


...《Sekretaris Vivi》...



......................


...《Asisten Bean》...



...Cocok gak sih Visual nya😂...


......................


...Terimakasih dukungan yang sudah diberikan....


...Jangan lupa...


...LIKE LIKE LIKE ya Guyss...


...Tengkyuu😙❤...

__ADS_1


__ADS_2