
"Sayang sekali kak Bells tidak bisa ikut." Keluh gadis kecil yang menggandeng tangan ibunya.
"Dia belum bisa banyak berjalan seperti berkeliling Mall begini. Cepatlah ambil yang kau mau. Mom masih mau mengurus hal lain." Hyurin mendorong pelan Kyle agar segera masuk ke salah satu toko.
"Iya iya, dasar tidak sabaran."
"Bicara lagi!" Kyle langsung berlari masuk sebelum terkena amukan ibunya.
Hyurin memilih duduk disalah satu kursi yang di khususkan untuk pengunjung di dekat lift, tepat di perbatasan lantai sambil memainkan ponselnya.
"Hai, lama tidak bertemu." Hyurin langsung menghentikan ketikan jarinya di ponsel saat mendengar suara yang begitu dia kenal, mendongak pelan, seorang wanita yang masih berusia tiga puluh sembilan tahun didepannya berdiri sambil tersenyum.
Senyuman yang bahkan sangat mirip dengan seseorang yang dia katakan sebagai putrinya. Hyurin masih terpaku, ada rasa tak karuan di dalam hatinya. Mau apa wanita ini?
"Hyuran?" Hyurin berdiri berhadapan dengannya.
"Apa maumu?" datar Hyurin. Jelas tidak menerima kehadiran Hyuran yang merupakan adik kandungnya.
"Oh come on, aku hanya menyapa seorang saudara. Mungkin." Hyurin mengepalkan tangan.
"Bay the way, putrimu sangat cantik."
"Jangan macam-macam!" Hyurin menunjuk Hyuran.
Hyuran langsung terkekeh, dia menurunkan tangan Hyurin perlahan. "Seharusnya aku yang mengatakan itu bukan? Jika kau bisa mencurinya, kenapa aku tidak bisa?"
"Hyuran, dulu dan sekarang jelas berbeda!"
"Bagimu begitu, lalu bagaimana denganku? Bagiku dulu dan sekarang sama saja! Kau tau aku tidak bisa memiliki anak lagi, tapi kau malah membawanya pergi untuk menggantikan putrimu yang telah mati!"
Plakk
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Hyuran. Akhirnya setelah sekian lama Hyurin kembali menggunakan tangannya untuk menampar sang adik.
Para pengunjung berkumpul untuk saat mendengar keributan mulai terdengar.
"Jangan berani menyebutnya lagi! Atau ...."
"Atau? Apa kau takut? Bagaimana jika Hyuna tahu kau adalah wanita yang menculiknya dari ibu kandungnya sendiri!"
"Pernahkah kau memikirkanku, Hyurin? Kau bisa bahagia dan memiliki anak lagi, tapi aku ... aku tidak bisa! Karena bagiku Hyuna sudah cukup," ucap Hyuran tajam.
__ADS_1
Bahkan jika dia ingin, dirinya memang hanya bisa memiliki satu anak. Ketika melahirkan, terjadi kecelakaan kecil yang melukai rahimnya. Itulah mengapa putri kecilnya sangat berharga untuknya.
Hyurin tidak menjawab, memang benar yang dia katakan. Saat itu dia hanyalah seorang gadis yang tumbuh di dalam keluarga kaya. Sifat egois dan iri hati melekat erat dalam dirinya. Apapun yang dia inginkan harus dia dapatkan! Tidak peduli jika itu akan menyakiti orang lain.
Hyuran tersenyum sinis. "Aku bukan kau dan kita berbeda! Tapi kusarankan ... sebaiknya pikirkan alasan yang tepat saat Hyuna mulai mengetahui semuanya."
"Dan juga ... dia menyukaiku." Provokasinya.
Hyurin terkejut. "Apa yang kau katakan padanya!"
Kapan Hyuran bertemu Bella?
"Tenang saja. Tanpa kuberi tahu sekalipun, dia akan mengetahuinya sendiri. Dia bukan gadis sembarang jika kau lupa. Satu kode saja sudah bisa dimengerti olehnya." Hyuran langsung pergi meninggalkan Hyurin yang mematung.
"Urus orang-orang itu, Rey. Jangan sampai ada berita yang tersebar."
"Baik, Mrs."
Kyle yang menyaksikan semua dari balik tembok sangat terkejut. Siapa yang mereka katakan dan siapa itu Hyuna? Apa maksudnya menculik?
Saat Kyle kembali memperhatikan lekat sosok wanita yang dipanggil Hyuran itu, ada keterkejutan kembali diwajahnya. Wajah dan tatapan tajam serta senyum sinis itu sangat mirip dengan sang kakak tiri. Seakan yang dia lihat memang Bella, kakaknya. Bahkan awalnya dia mengira itu memang kakaknya.
Namun bukan kembar! Jelas usia mereka berbeda hampir sebelas tahun.
Setelah Hyuran pergi, Kyle datang mendekati Ibunya. Berpura-pura tidak mengetahui apapun. Tangannya menggenggam erat ponsel yang digunakannya untuk merekam semua kejadian barusan.
.......
...--- o0o ---...
.......
QA International Group
"Oh God. Aku ingin mencubit pipinya."
"Matanya mirip Nona Qi."
"Bahkan setelah melahirkan, Nona Qi tetap luar biasa."
"Aku tidak percaya jika dia adalah ibu anak satu."
__ADS_1
Kasak-kusuk terdengar begitu Bella berjalan memasuki loby. Tatapan terkejut serta tak percaya dari karyawan seakan ingin menembus kepalanya.
Seinth yang berada dibelakang Bella menghadiahi mereka dengan tatapan tajam dan wajah dinginnya. Mengingatkan apa yang harus dilakukan sebagai bawahan.
Semua orang langsung tersadar dan segera membungkuk. "Selamat pagi, Nona Qi."
"Pagi," senyum Bella. Semua karyawan kembali dibuat terpesona untuk sekian kalinya.
"Baby Jo ... Uncle Mike disini." Seinth langsung menarik kerah Mike ketika ingin mencium Baby Jo yang berada dipelukan Bella.
"Apa yang kau lakukan, lepas!" Mike meronta.
"Jangan terlalu dekat! Baby Jo bisa terkena virus," datar Seinth, membuat Mike langsung kesal.
"Kau pikir aku penyakit!"
"Tuan Marcel berkata begitu."
"Sialan Alex! Cemburunya itu terlalu berlebihan," umpat Mike.
Plakk
Mike terkesiap saat pukulan benda keras mendarat di kepalanya. Rupanya Bella ikut kesal saat Mike mengumpat didepannya.
"Kau tak lihat ada putraku disini. Bisa tercemar telinganya!" cerca Bella.
"Kurasa sejak dulu memang sudah tercemar setiap kali Mommy dan Daddynya bermesraan didepannya," ledeknya.
"Wah, kau makin berani ya!"
"Tidak berani! Pergilah masuk, biarkan Baby Jo bersamaku."
"Awas jika dia lecet sedikit saja atau kepalamu akan ku jadikan pajangan dinding," ancam Bella.
Semua orang yang masih disana langsung bergidik, begitupun Mike yang menjadi pusatnya.
Suami dan Istri sama saja!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...LIKE LIKE LIKE...
__ADS_1