
Semua orang sudah pergi meninggalkan empat orang didalam karena ingin melanjutkan pekerjaan mereka. Grace sedikit tersenyum melihat Jourell yang kini berada dipangkuan Bella. Ada perasaan hangat sekaligus sesak disaat bersamaan.
Seinth menyadari itu, ia meraih tangan Grace di sampingnya dan menggenggam nya. Bella tersenyum lembut melihatnya, hubungan kedua bisa dibilang sangat harmonis meski berbeda sifat dan kadang saling bertolak belakang.
Untungnya, keduanya sama-sama saling mengerti dan menerima dengan baik. Meski begitu, Grace selalu merasa dirinya tidak berguna sebagai istri karena belum bisa mengandung layaknya wanita lain.
Jangan mengira jika antek-antek nya belum memiliki pasangan, tidak semua yang masih sendiri. Grace dan Seinth contohnya, mereka sudah menikah sekitar dua tahun lebih.
Belum lagi Soo-Jin dan Jung akan menyusul juga tahun depan dan jangan lupakan Anna dan Kris yang akan berlangsung dua bulan lagi. Satu lagi, meski yang ini belum terwujud, tapi Bella yakin jika akan berhasil suatu saat nanti. Siapa lagi jika bukan Vivi dan Bean yang masih belum jelas!
"Ingin menggendong?" tawar Bella, dia tahu apa yang wanita ini pikirkan.
"Apa boleh?" Grace ragu.
"Kau tidak lihat yang lain sudah memperlakukannya seperti piala bergilir. Hanya menggendong tidak masalah, bukan? Anggap saja latihan." Bangkit dan meletakkan Jourell di pangkuan Grace.
Wanita itu sedikit kaku, pasalnya seumur hidup dia tidak pernah menyentuh bayi ataupun anak kecil sekalipun dan ini kali pertamanya. Seinth membantu Grace agar tidak kaku yang membuat Jourell tidak nyaman.
Untuk pertama kalinya, Grace memasang wajah panik dan sedikit takut. Bella ingin tertawa mengingat wanita itu adalah wanita dingin yang hampir tidak pernah tersenyum ataupun memiliki rasa takut.
Berbeda dengan Seinth yang mungkin sudah melihat berbagai macan ekspresi istrinya itu. Tentu saja bodoh! mereka, kan suami istri yang saling mencintai!
Seinth yang membantu Grace terlihat sangat manis di mata Bella. Mereka terlihat seperti sepasang orang tua yang mengurus anaknya. Diam-diam dia memotret, barangkali berguna suatu hari nanti.
__ADS_1
Seperti yang pernah dikatakan dulu, semua antek-antek Bella awalnya tidak memiliki kehidupan yang mudah. Begitupun dengan Grace, dimasa lalunya sudah mengalami kekerasan fisik hingga berakhir di rumah sakit, lalu divonis tidak bisa memiliki keturunan akibat banyak benturan di bagian rahim.
Seinth saat itu ada disana, menyaksikan niat jahat orang terdekatnya yang masih belum puas walau Grace sudah terbaring lemah. Ia diam-diam mengawasi wanita itu dan siapa sangka pria itu tertarik.
Seinth akhirnya melaporkan nya pada Bella, berharap nona nya mau mengambilnya menjadi orangnya. Benar saja, Bella sangat marah saat itu, keluarga macam apa yang memperlakukan anak mereka seperti binatang. Meski dia sendiri diperlakukan tidak baik, tapi tak pernah mendapat kekerasan fisik.
Grace tersenyum senang saat dia mulai terbiasa, ternyata sangat menyenangkan dan ia menyukai nya. Jourell juga menerima baik wanita yang akan dipanggil bibi ketika ia besar.
"Kau selalu menjalani pengobatan mu kan, Grace?"
"Saya tidak begitu berharap lagi, Nona. Sudah berbagai cara kami lakukan, tapi tidak ada yang terjadi hingga saat ini."
"Grace, kau tahu jika aku bukan orang yang mudah percaya sebelum melihat buktinya. Dua tahun tidak seberapa dibanding dengan lima tahun dan sudah banyak yang mengalaminya. Bahkan yang awalnya dikatakan mandul sekalipun bisa diberi kesempatan."
"Tidak ada yang tidak mungkin selama kau mau mencoba. Rahim mu mungkin bermasalah akibat pukulan beruntun dan terluka, tapi aku yakin itu akan sembuh selagi kalian bersabar," jelas Bella.
"Lagipula, aku akan tetap mencintainya dan menjadikan nya satu-satunya. Tidak peduli apapun yang terjadi." Seinth merengkuh dan mencium pelipis wanita disampingnya.
Sandra berdecak jengah, tidak di rumah, tidak kantor, mereka selalu pamer kemesraan di depannya. Jika bukan kakak nya, sudah dia lempar jus ini ke kepalanya.
Bella sendiri sudah terbahak, senangnya melihat satu keluarga ini. "Kau sebaiknya segera menikah juga, San. Sebelum aku menjodohkan mu seperti Vivi."
"Nonaa! Saya tidak akan mau."
__ADS_1
"Oh ... jadi, kau tidak ingin menurut lagi? Baiklah." Tenang Bella memalingkan wajah.
"No– Nona, bukan begitu maksud saya. Maksud saya– saya akan berusaha, ya berusaha!" gugupnya takut.
Seinth dan Grace menahan senyum, lagi-lagi nona bos nya berhasil membuat salah satu wajah kaku dan dingin dari mereka menunjukkan ekspresi yang tidak mungkin akan muncul, namun bagi Bella itu sangat mudah.
Bella terkekeh, sangat langka melihat wajah tegang seperti itu. "Santai saja, San. Kenapa kau sangat gugup?"
Sandra menatap Bella sedikit memelas, ingin rasanya dia berteriak dan berkata, "Hei, Nona! Wajah tenang mu itu bukan jaminan kami akan selamat! Justru ketenangan mu itu berbahaya! Wajah cantik mu kadang menipu dan kami tidak akan tertipu!" Tapi apalah daya, dia hanya itik yang mengikuti induknya.
"Saya akan berusaha, Nona. Jadi tidak perlu menjodohkan saya. Saya akan keluar, Ken pasti butuh bantuan. Permisi, Nona." Sandra keluar sedikit berlari setelah melotot pada kedua pasangan yang memasang wajah meledek.
Untungnya hanya ada dua orang itu, jika yang lain melihat! Rusak sudah image yang selama ini dia pertahankan.
Ya begitulah, meski hidup di satu lingkungan dan partner layaknya keluarga. Bukan berarti mereka akan berekspresi bebas, harga diri juga tinggi, ingat!
Sandra langsung memperbaiki mimik wajahnya ketika melihat Vivi dan liza di meja mereka. Memasang wajah datar seperti tidak terjadi apa-apa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Sorry ya, Kemarin gk update karena masih lemes. Hari ini mungkin akan dobel Up buat ganti yang kemarin, tapi tidak janji😝...
...Kalo emang sempat akan diusahakan....
__ADS_1
...Tengku All❤...
...Mohon Vote dan Like nya sampai Gess, biar tambah semangat😀...