
"DIMANA NONA QI!"
"KELUARLAH!"
"DIA PENIPU!"
"BAWA KELUAR, KAMI AKAN MENUNTUTNYA!"
Teriakan demi teriakan bersautan di loby perusahaan milik QA Internasional. Para wartawan atau pencari berita sudah bersiap merekam semua kejadian. Mereka hanya mengikuti ketika para pengusaha itu menerobos masuk hingga ke dalam.
Loby yang besar dan luas itu sudah seperti di penuhi oleh lautan manusia. Sayangnya, mereka hanya mampu masuk hingga disana saja, karena para pria bertubuh kekar dan berpakaian serba hitam itu sudah berdiri disana juga untuk mencegah mereka masuk lebih dalam.
Jumlah mereka sangat banyak, mungkin puluhan. Belum lagi, senjata api di tangan mereka menjadi ancaman tersendiri untuk para pemberontak. Para bodyguard itu jelas milik Alex, bahkan jika istrinya tidak disana, dia tak bisa membiarkan orang-orang itu merusak kerja keras istrinya.
"Sudah ketemu?" Monica berdiri di belakang Ken yang mengotak-atik laptopnya.
"Ini terlalu mendadak, butuh waktu," jawab Ken apa adanya.
"Sialan! Kita kecurian. Beritanya baru menyebar pagi ini, aku saja terkejut." Grace menendang meja sofa hingga berderit.
"Anehnya nona tak bisa dihubungi." Sandra bersidekap.
"Tuan Marcel yang merahasiakannya," ucap Ken yang masih fokus pada pekerjaan nya.
"Seharusnya dia percaya kemampuan nona. Aku sudah muak mendengar ocehan orang-orang itu!" Grace semakin kesal
"Tuan Marcel hanya khawatir. Kita sendiri tahu betapa besarnya cinta tuan pada nona." Vivi menengahi.
"Seseorang mengaku menjadi nona dan menipu mereka semua. Wanita itu juga menawarkan kerja sama palsu hingga orang-orang itu mengalami kerugian besar," jelas Liza yang baru datang.
" Sialan! Cari siapa wanita itu segera Ken!" Monica meremas bahu Ken kuat, membuat pria itu meringis.
"Memangnya apa yang ku lakukan sejak tadi!" seru Ken kesal.
"Kalian lanjutkan saja, aku akan turun," ujar Monica.
"Tidak sekarang, Mon. Kita cari persiapan dulu." Liza khawatir.
__ADS_1
"Jika kita hanya disini, bukankah semakin meyakinkan mereka jika nona yang bersalah?" Monica menatap mereka satu-persatu.
"Benar, kalau begitu aku ikut." Grace berdiri, langsung berjalan keluar bersama Monica.
"Hari ini akan gempar," ucap Sandra menerawang, seakan tahu apa yang akan terjadi nantinya.
"Tunggu satu jam lagi, loby akan kembali kosong," jawab Ken terkekeh.
"Bean menangkap pelakunya!" seru Vivi tiba-tiba, mereka merapat.
"Kieran Hayes!"
"Dia lagi!"
"Mati kau hari ini! Tidak ada kesempatan ketiga untuk mu!"
.......
...--- o0o ---...
.......
"Untungnya aku sudah mengurusnya sejak lama, hanya belum sempat mengambilnya." Memberikan akta kelahiran dan juga kartu keluarga terbaru mereka.
"Setelah ini, kita lakukan konferensi pers. Seorang anak dari Vilegas tidak mungkin menipu! Kita bahkan bisa menuntut balik jika mau karena tak ada bukti nyata." ujar James.
Sedangkan, Bella sendiri sibuk dengan salad buahnya. Tapi, siapa yang tahu jika pikirannya sedang brjalan. Di tangan kirinya, Bella memainkan kursor laptop yang diberikan Hyuran padanya.
"Kieran Hayes," ucap Bella setelah melihat apa yang dia temukan.
Sayang sekali kesempatan yang Bella berikan dulu diabaikan. Sekarang, jangan harap ada kesempatan! Jangankan perbuatannya, tempat sembunyi dan arus bisnisnya saja Bella tahu hanya dengan memainkan jarinya.
"Kami tak pernah mendengarnya," ujar Hye, diangguki oleh semua orang.
"Mama ingat wanita yang mengaku diriku di Mall enam tahun lalu?"
Lama sekali, entah masih ingat atau tidak. Hyuran tampak berpikir, memutar kembali ingatannya.
__ADS_1
"Tidak ingat juga tidak apa-apa. Aku maklumi." Tambah Bella santai.
Hyuran mendelik. "Aku tidak setua itu!" Peka sekali orang tua ini. "Wanita yang menabrak mu di cafe Mall, kan!" jawab Hyuran percaya diri. Bella mengacungkan ibu jari nya.
"Ada apa dengannya?" James tidak suka menjadi pihak yang tidak tahu.
"Dia kembali mengaku-ngaku, bahkan memiliki kartu namaku. Hebat sekali dia meniru, tapi tidak bisa menipuku." Senyum Bella mengedikkan bahu acuh.
Bodoh! Padahal aku sudah melepaskan mu. batinnya menyeringai.
"Itu sebabnya dia berhasil mengelabui banyak orang. Mereka mempercayai identitas buatan itu." Jong berpendapat, yang lain setuju.
"Setiap pengusaha pasti memiliki kartu namanya sendiri, termasuk nona. Hanya saja, nona memberi desain khusus yang dirancang di Q' Bell agar tidak ada yang bisa meniru," ungkap Seinth.
Rupanya, pria itu yang menjemput Bella bersama Hyuran pagi itu. Seinth tahu, percuma mengurung nona nya di Mansion, masalah tidak akan selesai jika bukan bos nya sendiri yang menyelesaikan.
"Terlalu cerdas seperti inilah jadinya." Bella mengibas rambutnya sombong, membuat ibunya mendelik kesal.
"Perusahaan mungkin sudah penuh. Kapan kau akan pergi?"
"Sebentar lagi, Pa! Aku masih lapar, ingat ada dua disini." Menepuk perutnya pelan.
"Yang benar saja!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...(NOTE : Masalah tentang Kieran yang ketemu Bella bisa dibaca di Episode 110 | Jangan Terlalu Baik)...
...Disitu ada penjelasan lengkapnya ya guys klo kalian lupa. Kenapa bisa dia bisa berulah lagi padahal udah pernah ditangkap? Udah disaksikan banyak orang pula, kok masih bisa nipu? Baca ulang aja lagi👆...
...----------------...
...Dobel UP hari ini. Puas kan?😉...
...Di Next eps kita lihat Mommy nya Jourell makan orang ya😂 Canda lah!...
...Tapi harus Saaaabbaaarr!...
__ADS_1
...Like jangan di langkahin Yo. Atas bawah pokoknya!...
...Bella nunggu Like nya dulu, baru dia mau lanjut katanya😜 Papay....