
Hari ini akan menjadi hari paling berkesan yang sangat menggemparkan seluruh dunia. Pernikahan nan spektakuler dari seorang trilionaire muda asal New York yang diperkirakan menghabiskan biaya senilai $ 917 juta lebih atau Rp 13 triliun.
Para tamu yang datang diantar menuju pintu utama dengan sejumlah mobil mewah. Dekorasi mewah ala konglomerat terpatri di sebuah hotel berbintang milik Ramona. Dekorasi yang di desain sangat detail dengan pernak pernik bagai bertabur bintang.
Bahkan souvenir yang dibagikan adalah kotak penyimpanan perhiasan yang berlapis emas dengan ukiran inisial nama kedua mempelai. Semua orang tak henti-hentinya berdecak kagum.
Banyak para wanita yang merasa iri dan tidak rela. Memuji wanita yang akan menjadi ratu pada hari patah hati internasional, sebagai wanita paling beruntung karena mendapatkan seorang Marcelio Alexander Ramona.
Saat tirai terbuka, seorang wanita dengan kecantikan bak dewi menjadi sorotan semua orang. Gaun pengantin bertabur Kristal Swarovski dan handmade dengan gaun yang mengembang menjuntai hingga ke lantai seakan mempertegas kecantikan tanpa celah.
Rambut yang dibiarkan terurai dengan mahkota ala putri kerajaan yang membuatnya menjelma se - bagai ratu yang diincar oleh seluruh pria di dunia. Para tamu hanya bisa tercengang menatap keindahan yang luar biasa.
Alex menatap Bella dari ujung altar, tersirat kebahagiaan dihatinya karena dialah yang berdiri disini sebagai pendamping Bella. Alex menyodorkan tangannya saat Bella sudah berada didekatnya dan diterima langsung olehnya.
“My Angel,” bisik Alex sambil mengecup tangan Bella mesra. Lagi-lagi semua orang tercengang menatap kelembutan dari seorang Marcelio. Sekarang mereka percaya jika Alex memang mencintai Bella tanpa keterpaksaan.
Tepuk tangan dan sorakan meriah terdengar saat pengucapan sumpah selesai dan langsung disertai dengan ciuman bahagia keduannya. Kini takdir telah menyatukan mereka sebagai suami istri yang saling mencintai, bersama dengan buah cinta mereka yang masih tumbuh didalam sana.
.
.
.
Satu persatu naik untuk menyalami kedua mempelai. Mulai dari rekan kerja hingga orang terdekat.
“Selamat untuk kalian berdua.” Steph menepuk pelan bahu Alex lalu menatap Bella. Wanita yang penuh perjuangan selama hidupnya. Dia jadi teringat dengan pertemuan pertama mereka.
__ADS_1
Waktu itu, Bella datang ke Englert Corp untuk menemuinya secara pribadi. Steph sendiri tidak mengenal Bella saat itu. Tapi dengan percaya dirinya dia mengatakan jika dia anak pertama Hyurin yang sekarang menjadi Eillen.
Karena kegigihan Bella, Steph akhirnya menceritakan semuanya. Dia bukan tidak tahu jika Eillen mempunyai anak. Dia bermaksud menjemput Bella di RS, ketika sampai Bella ternyata sudah dibawa pergi oleh ayah kandungnya.
Steph pikir Bella akan membawa Eillen, tapi wanita itu tersenyum dan mengatakan jika dia bahagia ibunya selamat.
“Eomma adalah wanita berharga. Aku tidak akan menganggunya, tapi jika paman berani menyakiti ibuku. Jangan salahkan aku jika membawanya pergi dari hidupmu.”
Itulah kata kata terkahir Bella sebelum pergi dari kantornya.
“Selamat.” Bella menatap Eillen dengan senyum bahagia bercampur sedih. Dia ingin memeluk Eillen tapi dia takut jika tidak bisa mengontrol perasaannya.
“Kau tidak ingin memeluk ibumu.” Belle terkesiap, begitupun Alex.
“Anggap saja hadiah pernikahanmu.” Steph terkekeh pelan
“Sejak kapan?” ucap Bella lirih. Alex merengkuh pinggang Bella pelan.
“Jangan menangis, aku jadi merasa bersalah.” Eillen mengusap pelan sudut mata Bella.
“Aku baru mengingat putriku tapi sekarang dia sudah milik orang lain, sayang sekali,” katanya sedikit bercanda.
“Kau benar. Sekarang dia sudah menjadi putriku.” Clarissa datang memeluk Bella
“Kau curang, Cla. Biarkan mereka menginap ditempatku sebentar! Aku juga ingin bersama calon cucuku.”
Bella merasa sangat bahagia. Dihari pernikahan ini, akhirnya semua masa lalu pahit berubah menjadi hadiah terindah untuknya. Keluarganya berkumpul kembali, ditambah dengan orang baru yang menambah kebahagiaan mereka.
“Ekhem ...” Mereka menoleh.
__ADS_1
“Maaf, Mr dan Mrs. sekalian. Mohon mengerti, antrian masih panjang.” Kris memasang wajah sok bijak. Mereka tersadar dan tertawa renyah, akhirnya mereka pergi.
“Happy wedding, Baby.” Alex langsung memeluk kris saat pria itu ingin memeluk Bella. Bella hanya menghela nafas. Yang lain hanya tertawa.
“Thanks.”
“Aku ingin memeluknya, bukan kau!” Alex mengangkat bahunya acuh.
“Sudahlah, Kak. Minggir!” Sam langsung memeluk Bella cepat. Bahkan Alex tidak sempat mencegahnya. Pria itu berdecak kesal.
“Dia bukan wanita single lagi. Terima saja,” bisik Leo
disampingnya. Jung dan Mike tertawa pelan membuat Kris mendengus.
“Ternyata memang benar kau Kakakku. Sejak awal aku sudah merasakannya.” Bella tersenyum dipelukan Sam. Dia juga merasakannya saat itu.
“Baiklah. Sudah cukup!” Alex menarik Sam hingga terlepas dari pelukan Bella.
Semua orang benar-benar dibuat tidak percaya dengan sikap Alex selama di pesta pernikahan ini. Pria yang dikenal dengan temperamen dingin, kejam, dan tak tersentuh kini berubah 180 derajat saat bersama istrinya. Banyak yang memuji Bella karena berhasil masuk kedalam Keluarga Ramona. Alex yang membawanya masuk lebih tepatnya!
Apalagi jika melihat Mrs. Ramona yang terkenal sangat dingin pada wanita yang mencoba mendekati putranya terlihat sangat menyayangi Bella seperti putrinya sendiri.
Begitupun Alfred yang sangat berhati – hati dan tidak sembarang dalam memilih pasangan putranya. Saat itu belum ada yang bisa masuk dalam daftar calon menantunya, sekalipun dia anak pengusaha kaya.
Sampai saat Bella datang dan bersikap acuh sampai menolak Alex tepat didepannya. Mengatakan jika mereka hanya teman bukan kekasih. Wanita mana yang mau menolak, tapi Bella bahkan bersikap tidak terima? Meski saat itu mereka memang bukan pasangan, maka Alfred sendiri yang akan menyatukan mereka, tidak peduli apapun kasta nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...VOTE...
__ADS_1
...LIKE...
...COMMENT...