Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 148 | Terungkapnya Identitas


__ADS_3

Jika awalnya mereka dikejutkan dengan kedatangan Alex, maka sekarang kembali dikejutkan dengan kedatangan wanita dari pria tersebut. Jepretan kamera saling bersautan, menangkap banyak gambar dari wanita yang memiliki kecantikan tidak biasa itu.



Semua orang kembali dibuat terpesona oleh kehadirannya yang nampak luar biasa. Wanita itu selalu berhasil mencuri perhatian publik. Bukan hanya parasnya, namun karisma dan ketenangannya terkadang membuat orang terkejut.


Bella berjalan santai membelah jalan. Para bodyguard yang bertugas langsung mengelilingi nyonya muda mereka agar tidak terkena desakan wartawan. Hingga sampailah di depan tiga orang yang sempat bertengkar.


"Minta maaf," ucap Bella datar, menatap Grace dan Monica.


Hening.


"Minta maaf." Beralih menatap wanita paruh baya itu.


"A— aku?" tanyanya bingung seraya menunjuk dirinya sendiri.


"Memangnya siapa lagi?" Bella tersenyum.


"Kenapa harus aku! Mereka berdualah yang memulai leb— akhh ..."


"Oh may God!"


"Mrs. Ramona menjambak nya!"


"Lihat! Dia masih tersenyum!


"Akhh ... lepas! Ini sakit." Padahal itu hanya tarikan pelan, tapi tidak ada yang tahu versi pelan Bella seperti apa.


"Tidak, ini belum sakit ... tapi yang ini mungkin sakit." Menyentak rambut itu hingga wajahnya mendongak.


Mungkin! Jika yang pelan saja wanita itu menjerit sakit, bagaimana yang lebih?


"AKHH ... LEPASKAN! KAU MAU MENCABUT RAMBUTKU!" teriaknya.


"Lepaskan istriku, apa yang kau lakukan!" Suami wanita itu hendak mendekat, namun Bella mengangkat tangannya, menyuruhnya diam ditempat.


Semua yang menyaksikan berdigik ngeri. Kejam sekali, padahal itu wanita paruh baya. Memangnya apa peduli Bella? Jika itu mengusiknya, tidak peduli siapa itu.


"Sakit, bukan?" Mendekatkan wajahnya, wanita itu mengangguk.


"Kalau begitu, cobalah jaga tangan mu lain kali," kata Bella tenang, melepaskan tangannya.


"Minta maaf," ulang Bella sekali lagi.


Wanita itu menatap marah kearah Bella sambil memegang kepalanya yang sakit, namun tetap melakukan apa yang dikatakan Bella. Bella dengan tenangnya berbalik dan menghadap pada semua orang.


"Kau harus bersyukur karena mereka menahan diri. Sayang sekali kan jika satu peluru dari pistol kesayangan nya bersarang disini." Menunjuk kepala wanita itu sambil tersenyum, lalu beralih menunjuk jas milik Grace dan langsung disibak oleh sang empu, memperlihatkan benda berbahaya yang terselip di pinggangnya itu.


Semua orang lagi-lagi bergidik ngeri, tidak berani memotong atau menyela selagi Bella berbicara dengan santainya di depan sana. Mereka seperti melihat iblis bertubuh malaikat.


Persis seperti suaminya!


"Kenapa diam? Bukankah tadi kalian semua sangat bersemangat?" Bella bertanya dengan polosnya.


"Jangan mengalihkan perhatian, Mrs. Kami tidak punya masalah dengan anda." Masih berani bicara rupanya.

__ADS_1


"Oh ya? Apa aku salah dengar? Ku pikir kalian meneriaki namaku tadi." Pura-pura terkejut.


Kembali lautan manusia itu dilanda kebingungan. Apa pendengaran Mrs. Ramona bermasalah?


Di ujung sana, Alex terkekeh. Ah ... istrinya sangat menggemaskan. Wanita itu bahkan cocok di juluki ratu drama.


"Mrs. Kami mencari nona Qi, bukan anda," jawab salah satu dari mereka sopan.


"Nona Qi yang mana maksud kalian?"


Apa sesulit ini berbicara dengan Mrs. Ramona? Kata-kata nya terkadang sulit dipahami.


Bella terkekeh, lalu mengangkat tangan kanannya. "Nona Qi yang ini ..." Menunjukkan kartu nama berlapis emas yang bertuliskan nama lengkap Bella beserta jabatan yang di naunginya.


Mereka yang berada disekitar Bella menatap tidak percaya apa yang mereka lihat. Tidak mungkin! Penasaran, orang-orang mulai mendekat bergantian untuk melihatnya. Sontak mereka sama terkejutnya dengan yang lain.


"... atau yang itu?" Lalu menunjuk ke arah lain dibelakang kerumunan orang.


Langsung saja mereka mengikuti arah tunjuk Bella dan nampaklah dua orang wanita yang di borgol kedua tangannya dari belakang. Ada Seinth yang membawa keduanya maju lebih dekat.


"ITU DIA! WANITA ITU YANG KAMI CARI!"


"Benar, itu dia!"


"Kieran Hayes. Kalian punya masalah dengan nona Kieran, bukan nona Qiara," sahut Bean yang berjalan mendekat bersama Alex dan yang lainnya.


Mereka benar-benar bingung sekarang. Ada dua orang yang mengaku sebagai Qi, tapi tidak mungkin jika Mrs. Ramona yang berbohong.


"Kalian memfitnahnya! Putriku tidak bersalah!" teriak pria paruh baya itu tidak terima. Rupanya, dia adalah ayah dari anak itu.


Bukan tanpa alasan Bella berani membuat kasar, apalagi jika itu seorang wanita yang sudah tidak lagi muda. Sejak tadi, hanya mereka yang terus memanasi keadaan, sudah jelas tujuan mereka?


"Lepaskan putriku!" Wanita paruh baya itu juga mendesak.


"Sttt ..." Bella meletakkan jari telunjuknya di bibir. "Berhenti bicara atau aku yang membuat kalian berhenti." ancam Bella tenang.


"Tidak! Lepaskan dia!" Meski takut, dia tetap melawan.


Bella akhirnya jengah, lalu memberi kode pada Grace dan diangguki olehnya.


Srekk


"Emhh ..." Mulut berisik itu terpaksa ditutup dengan lakban dengan kedua tangan di borgol. Begitupun dengan sang suaminya yang mencoba kabur.


Semua orang menahan nafas dan memilih diam daripada berakhir seperti wanita tua itu dan suaminya.


"Sekarang ikut kami."


Ken menuntun semua orang menuju aula perusahaan. Alex merengkuh pinggang istrinya, sesekali mengecup pelipisnya gemas. Setelah ini, dia akan menculik istrinya untuk diajak terbang bersama. Bella jelas paham tingkah manis Alex, pasti hal mesum yang ada disana.


"Al," tegur Bella dengan wajah datar yang mengarah ke depan.


"Pemanasan lebih awal, Bebe," bisik Alex di telinganya dan di jawab delikan kesal oleh Bella.


Karena posisi mereka yang berada di depan, semua orang dapat melihat adegan yang menurut mereka sangat manis untuk ukuran seorang Marcelio.

__ADS_1


Para pemburu berita tentu selalu mencari kesempatan. Meski mulut tidak bicara, kamera selalu siap untuk merekam banyak hal yang menghasilkan uang.


Di aula perusahaan, tepatnya diatas podium, dua pasangan yang masih awet muda sudah duduk santai menunggu semua orang. Lagi-lagi, hal itu membuat mereka kembali dibuat heran. Ada banyak kejutan hari ini hanya karena satu orang.


Bella, Alex, Bean dan Mike beserta para antek-antek QA mulai duduk di tempat masing-masing. Mereka terlihat seperti akan melakukan rapat urgent. Rey selaku asisten pribadi James berdiri sebagai moderator.


"Selamat pagi. Saya Rey, asisten pribadi dari tuan James Villegas akan memandu konferensi pers hari ini mengenai perkembangan berita yang terjadi hari ini. Harap semua tetap tertib selagi nona kami berbicara. Silahkan bertanya setelah diperkenankan. Terima kasih."


Bella tersenyum kepada Ray sebagai tanda terima kasih. Menegakan tubuhnya, lalu meraih mic kecil di atas meja.


"Halo semua. Tidak perlu dijelaskan lagi siapa aku, bukan? Aku yakin kalian sudah tahu. Tapi, berhubung ada banyak kesalahpahaman yang terjadi, maka biarkan aku memperkenalkan diriku kembali ...."


"... Aku Qiara Arabelle, putri tunggal dari pasangan James Villegas dan Kim Hyuran. Atau mereka mengenalku dengan sebutan nona Qi." Menunjuk para antek-antek nya.


"Itu benar, dia adalah putri kami."


Wanita yang pernah di cap sebagai penggoda karena identitasnya yang tidak jelas kini menjadi pukulan tersendiri bagi mereka. Wanitu itu ternyata memilik identitas yang tidak biasa. Para wartawan ingin bertanya, tapi ingat jika Bella belum mengizinkan.


"Sekarang mari kita luruskan!" Wajah Bella berubah tegas.


"Seperti yang disampaikan Monica sebelumnya, perusahaan QA adalah perusahaan legal terbesar urutan kedua yang di akui oleh dunia bisnis dan pemerintahan."


"Lalu, dimana aku selama ini? Sebagai pemimpin, tidak peduli dunia mengenalku atau tidak! Yang terpenting, aku bertanggungjawab atas ribuan pekerja maupun tugasku sebagai CEO." jelas Bella tegas layaknya pemimpin.


Keluarganya menatap bangga pada wanita cantik ini, terutama Alex yang terus tersenyum menatap pujaan hati. Terlihat kharisma dan wibawa wanita itu sangat mendominasi, tidak heran dia bisa mencapai titik sekarang.


"Kalian juga tidak berhak mencampuri urusan pribadi atau kehidupan sehari-hari ku. Cukup ingat, jangan mengusik ku tanpa alasan karena aku pun tak pernah mengusik kalian. Selagi aku memberi kesempatan, maka gunakan dengan baik! Atau aku akan menutup mataku tanpa menoleh lagi kebelakang. Mengerti?" Menatap mereka semua dengan tatapan mengintimidasi, terutama pada dua wanita muda yang di tahan di ujung sana.


"Silahkan bertanya."


Semua orang seakan terhipnotis oleh kata-katanya, semua pertanyaan yang siap dikeluarkan seakan tertelan kembali. Setiap kalimat yang keluar mengandung peringatan, menegaskan pada mereka siapa dirinya yang sebenarnya.


Siapa yang tak ingin berada di posisinya? Keluarga bilionaire, suami seorang milionaire, belum lagi dirinya sendiri juga seorang milionaire! Sungguh mereka ingin gila rasanya, siapa sangka itu hanya seorang gadis muda?


Ketidakhadiran nya di media menjadi peluang untuk para oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Buktinya sudah terjadi pada wanita yang mengaku sebagai ratu bisnis itu.


"Ma— maaf, nona. Lalu kami harus bagaimana? Banyak aset-aset kami hilang dan kami hampir bangkrut," tanya salah satu pengusaha.


"Kenapa bertanya padaku soal ini? Bukankah seharusnya kalian mendiskusikan ini dengan pelakunya?" Bella kembali tersenyum. Berdiskusi dalam arti lain.


"Tidak! Aku tidak tahu apapun Qi, dia juga menipuku. Aku pikir dia memang nona Qi!"


Ravenna, wanita yang pernah menjadi sahabat dari Roselea dan Natelie itu berteriak seraya menangis. Dia menyesal tidak mendengarkan kata-kata Rose tempo lalu untuk tidak mudah percaya.


Jika orang-orang juga menuntut nya, maka tamat sudah riwayatnya. Dia bahkan tak memegang satupun harta yang di dapat Kieran.


"Kau ingin lari! Tidak akan, kita akan menanggung nya bersama!" Kieran marah.


"Manusia ular! Aku akan membunuhmu!" teriak Ravenna.


"Silahkan berdiskusi dengan mereka di kantor polisi, QA bukan tempatnya." Bella tidak peduli lagi.


"Bawa mereka, Seinth. Pastikan mereka bertanggungjawab. Jangan lupa pada mereka berdua." Menunjuk ayah dan ibu Kieran yang di tahan oleh salah satu bodyguard.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...Sumpah, ini panjang banget😖 1500 kata. Jauh dari target tulis ku yang cuma 800 ampe 900....


...Khusus part Bella aku buat sepanjang mungkin. Bagi bunga sama kopi nya ya😆...


__ADS_2