Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 122 | Ulat Bulu Gatal


__ADS_3

Bella sudah bersiap untuk pergi. Berkat suaminya yang mengadu padanya kemarin dan berakhir pria itu enggan untuk kembali bekerja, Bella akhirnya berjanji akan menyusul saat makan siang.


Seinth sudah menunggu seperti biasa. Dengan berpenampilan sederhana, dia membawa Jourell bersamanya. Clarissa tidak bisa berbuat banyak ketika cucunya tidak mau ditinggal oleh ibunya.


Sekarang anak itu benar-benar mirip dengan ayahnya, tidak mau berpisah lama dengan Bella. Tidak heran jika Alex sering mengancam bayi tak berdosa itu. Jourell akan menangis jika tidak melihat Bella walau hanya sebentar.


"Bagaimana keadaan Grace dan kandungannya, Seinth?" tanya Bella ketika sudah di mobil.


"Baik, Nona. Hanya saja, dia sering marah-marah pada saya," ungkapnya.


"Really? Sifat pemarahnya sudah mendarah daging ternyata." Bella tertawa.


"Dia kesal karena saya masih bekerja sedangkan dia tidak."


"Begitu ... padahal itu untuk dirinya sendiri," ujar Bella.


"Saya tahu, Nona. Dokter bilang itu juga pengaruh hormon, saya hanya bisa mengalah dan bersabar," desahnya.


"Daebak ... kau bisa mengalah juga rupanya."


"Aku tidak percaya kau bisa jatuh cinta padanya. Kalian berdua sebenarnya hampir sama, namun masih bisa saling menerima." Bella takjub.


Jika biasanya, salah satu pasangan memiliki sifat pemarah, maka pasangannya haruslah orang penyabar. Jika dia egois dan tak mau kalah, maka salah satunya harus mau mengalah. Namun, kedua orang ini tidak memiliki sifat yang bertolak alias sama! Tapi setelah menikah, mereka masih bisa saling mempertahankan.


The power of love.


"Jangan lupa jika anda dan tuan Marcel juga sama," sindirnya. Tawa Bella langsung terhenti.


"Kau ini ..." Bella memukul pelan bahu pria di depannya.


"Jangan menyentuh saya sembarang, Nona. Jika tuan melihat, saya bisa dipecat."


"Gila! Memangnya siapa bos mu," gerutunya. Seinth hanya menahan senyum.


"Ma-ma-ma." Jourell menepuk-nepuk paha Bella asal sambil ikut tertawa.


"Bukan Mama, Sayang. Mom-my ..." koreksi Bella.

__ADS_1


"Tunggu dia lebih besar lagi untuk memanggil anda Mommy, Nona," sahut Seinth lagi. Bella mendelik, dia juga tahu! Jourell tertawa lagi.


"Ah ... lucunya anak Mommy."


"Tampan seperti Daddy."


"Joy anak pintar ... tidak boleh nakal. Okee."


"Pa-pa-pa."


"Iya, kita akan bertemu Daddy. Itu kantornya, nanti Joy akan duduk disana juga menggantikan Daddy ya," tunjuk Bella pada gedung raksasa di depan sana.


"Sudah sampai, hore ..."


"Daddy, Joy datang."


Seinth hanya menggelengkan kepala melihat tingkah baru nona mudanya. Keadaanlah yang terkadang membuat orang berubah, seperti Bella yang sekarang bukan wanita single lagi, melainkan ibu satu anak yang sudah bersuami.


Para karyawan menyambut ramah kedatangannya dan dibalas ramah juga oleh Bella. Bisa dikatakan, hampir semua pekerja dari jabatan tinggi hingga terendah menyukai sosok Bella yang berbeda dari wanita kaya kebanyakan. Buktinya wanita itu masih menerima sapaan, bahkan memberi senyuman ramah.


Dengan Jourell dan paperbag berisi makan siang yang dimasaknya sendiri, Bella berjalan keluar dari lift dimana lantai suaminya berada. Seinth masih setia mengekori untuk memastikan keamanan nona mudanya berjalan lancar tanpa hambatan. Bukan Bella yang memintanya, tapi Alex si tuan pemaksa!


Bella menahan tawa melihat wajah kesal Bean. Pria itu juga bisa marah rupanya, wajahnya tak kalah mengerikan seperti sang atasan. Bella sepertinya lupa alasan semua orang takut pada suaminya dan asistennya itu.


Bean yang melihat Bella langsung bernafas lega, seakan ada malaikat yang membantunya keluar dari masalah. Tapi melihat wajah mengejek Bella, Bean langsung memelas.


Bukan waktunya bercanda, Nona! Selamatkan aku dari wanita tak tahu malu ini!


Bella terkekeh pelan dan terdengar oleh wanita seksi itu. Matanya seketika menatap iri kecantikan di depannya, tinggi semampai dengan tubuh layaknya model profesional. Jangan lupakan wajahnya yang halus layaknya Bagaimana mungkin wanita muda ini lebih baik dari dirinya!


"Selamat siang, Nona Stefanie," sapa Bella ramah.


"Siapa kau?" Stefanie bersedekap sombong, matanya menatap tidak suka.


Apa ini yang namanya orang ketiga? batin Bella bertanya.


Dia tidak pernah melihat secara langsung kecuali lewat drama. Dia juga tidak pernah mengalaminya, jadi tidak tahu seperti apa sebenarnya bentuk mereka. Apa mengerikan? Berbahaya? Atau mematikan? Aiss ... kenapa pikirannya bisa sejauh itu.

__ADS_1


"Aku orang pertama." Kata-kata aneh itu meluncur mulus dari bibir tipis Bella. Tiga orang di sekitarnya dibuat bingung.


"Maksudku, aku sekretaris tuan Marcel yang pertama," koreksi Bella. Mereka terkejut.


"Tidak mungkin!" bantah keras.


Tuan Marcel tidak suka disentuh atau berurusan dengan wanita. Selama ini, tidak ada yang satupun wanita yang bisa menarik perhatiannya, bahkan rekan bisnisnya yang berjenis wanita juga tidak bisa bertemu dengannya secara langsung. Lalu ... bagaimana mungkin wanita atau gadis ini menjadi sekretarisnya? Membawa anak pula!


"Aku baru saja selesai cuti, jadi baru bisa datang kemari. Dan ah ... dia pengawal pribadi tuan Marcel." Bella menunjuk Seinth.


Permainan apa yang anda perbuat, Nona ... batin Bean dan Seinth.


"Untuk apa pengawal?" Stefanie tidak memikirkan lagi pasal sekretaris. Dia menatap ngeri Seinth yang berwajah dingin itu.


"Untuk mengusir ulat bulu yang sedang gatal-gatal karena kekurangan asupan," santainya.


"Pff ..." Bean menahan tawa.


Stefanie berang, jangan dipikir dia tidak tahu maksud wanita ini. Beraninya mengatainya ulat bulu! Dia mendekat ingin menyerang Bella yang dianggapnya musuh itu, tapi sesuatu segera menyembur keluar layaknya keran rusak.


Hatchii .....


Semua orang membola dengan wajah tercengang, termasuk Stefanie yang menunduk dengan wajah penuh cairan susu yang disemburkan Jourell secara tiba-tiba.


Definisi ulat bulu gatal sepertinya memang cocok untuk wanita itu. Pasalnya, Jourell yang sedang menyusu dengan botol susunya tiba-tiba merasa hidungnya gatal dan akhirnya bersin dan menyemburkan susu yang belum tertelan.


"Oh God ... make up mu jadi luntur. Seharusnya kau memakainya lebih tebal lagi agar tidak cepat hilang. Jika perlu, gunakan cat tembok anti bocor dan tahan air," ucap Bella sok prihatin, lalu ketiganya terbahak dengan wajah Stefanie yang sudah memerah marah.


"KAU J*L*NG!" teriaknya ingin menggapai Bella.


Seinth langsung bertindak dan menahan wanita itu. Bella masih tertawa mengejek seraya berjalan masuk ke ruangan suaminya yang pastinya tidak mendengar keributan diluar karena sistem kedap suara.


"Sebaiknya anda pergi, Nona. Jangan menggangu tuan dan Nyonya." Bean memberi peringatan.


"Apa maksudmu! Jangan menghalangiku." Stefanie meronta.


"Anda bersyukur karena Mrs hanya mengejekmu dengan mulutnya. Jika dia menggunakan tangannya, dipastikan wajahmu itu tak akan bisa menggunakan make up lagi!" Bean memberi kode Seinth untuk membawanya keluar.

__ADS_1


"SIALAN KALIAN BERDUA!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2