
"Terima kasih karena sudah menerima saya, Tuan Marcel." Stefanie berbicara dengan sedikit menggoda.
Bean mencibir di belakangnya, jangan lupa jika wanita ini masuk sendiri.
"Sayangnya aku tidak ingat kapan itu." Datar sekaligus dingin.
Stefanie tertawa kecil untuk menutupi malu, kecuali dia memang tak tahu malu. Respon Alex jelas sekali menolaknya, tapi Stefanie beranggapan jika sifatnya memang seperti itu. Bahkan dengan sang istri, Stefanie yakin Alex tak jauh berbeda dengan sekarang.
Wanita itu bangkit dengan hati-hati untuk duduk lebih dekat dengan pria terkaya di dunia ini, meski masih ada jarak karena Alex duduk di sofa single. Pria itu melirik Bean yang berdiri, lalu diangguki oleh Bean yang sedikit berat.
Saya hanya menjalankan perintah, nona. Jangan menyalahkan saya. batin Bean.
Tangannya mulai memotret semua moment yang terjadi di depannya, lalu mengirimnya pada Bella. Sedikit menambahkan beberapa kata untu melindungi dirinya sendiri dari amukan sang nona jika seandainya tuannya kalah.
Dengan alasan sudah memberi jadwal pasti, Bean yakin jika Bella tak akan mengalahkannya dan murni karena keinginan Alex sendiri. Dia membuat seakan dirinya tidak tahu apapun dan berpihak pada Bella dengan mengawasi Alex.
Hehe ... saya tidak bermaksud berkhianat, tuan. Tapi ini murni untuk mempertahankan diri.
-
-
Di Loby ....
Manajer Flo berjalan kesana-kemari dengan gugup, Stefanie memang nekat, tapi sudah terlambat untuk mencegah. Wanita itu sudah masuk dan dia tidak berani menginjak lantai tertinggi itu untuk menyusul.
__ADS_1
Dia sangat tahu sifat dari pemimpin perusahaan ini, tidak mungkin membiarkan Stefanie keluar dengan tenang. Mungkin saja hari ini akan menjadi hari terakhir Stefanie bersenang-senang, dia salah orang!
Tak lama, derap langkah kaki dari hentakan heels yang menyatu dengan lantai menarik perhatian semua orang. Langkah kaki anggun dan karisma yang memikat, membuat banyak orang lupa untuk berkedip dan terus menatap pahatan sempurna bak dewi itu.
Mrs. Ramona!
Manajer Flo panik sekaligus terpesona, memang jauh berbeda dengan Stefanie yang hanya tahu menggoda. Tapi akan menjadi masalah untuknya jika Bella sampai melihat Stefanie yang tengah menggoda suaminya.
Bean yang mengawasi dari cctv yang terhubung di ponselnya seketika membola. Benar, kan! Pertahanan Bella memang kuat. Ibu satu anak itu takkan tanggung-tanggung untuk membalas Alex. Sekarang, pria itu akan kesal sendiri setelah melihat apa yang dilakukan istrinya.
Sudah saya katakan jangan memulai, Tuan. Batin Bean menghela nafas pelan.
Benar saja, Alex langsung mendorong Stefanie yang sudah bergelayut manja bak jalang di lengannya hingga tersungkur. Pria itu menatap ponselnya nyalang dan ....
Benda itu sudah tak berbentuk sempurna. Alex melemparnya dengan marah. Bella yang biasanya tampil sederhana dan tertutup meski berpenampilan modis, sekarang seakan menunjukkan jika dia bukan wanita yang kolot.
Dress pendek tanpa lengan yang memperlihatkan paha putih dan mulusnya, serta leher rendah yang mempertontonkan sedikit bagian dadanya. Kedua pria itu tidak percaya jika Bella akan seberani ini.
"Usir wanita itu, aku tidak ingin melihatnya lagi! Cari model lain yang lebih profesional," perintahnya pada Bean.
Stefanie bergetar melihat kemarahan di depannya, dia tidak berani bergerak. Alex sangat mengerikan dengan wajah dingin dan rahang mengerasnya. Bean tidak sungkan lagi, dia menarik kasar wanita itu dan menyeretnya keluar. Dia sendiri yang akan memastikan sampai Stefanie berada di luar perusahaan.
Keduanya berpapasan dengan Bella dan Manajer Flo yang akan keluar dari lift yang berbeda, ibu anak satu itu tersenyum sinis menatapnya. Alex sudah menyerah rupanya, wanita itu sudah di lempar keluar setelah memanfaatkannya? Kasihan sekali.
"Barang bekas akan selamanya menjadi bekas setelah digunakan. Kau disini untuk bekerja, bukan menjadi j*l*ng." Wajah Bella tak kalah dingin dengan wajah Alex ketika didalam.
__ADS_1
"Dan kau Manajernya, ajari dia seperti apa itu bekerja. Membuka paha tidak selamanya menghasilkan uang. Berdoa saja milikmu tidak busuk karena digunakan banyak buaya."
Sekali beracun akan tetap beracun, Bella bukan lagi wanita manis dan mudah tersenyum. Ratu bisnis sedang turun tangan untuk mengurus masalahnya. Jangan mencoba bernegosiasi ketika keputusan sudah keluar dari mulutnya.
"Beritahu Monica untuk mencari model pengganti. Nona Qi tidak membutuhkan rekan untuk menggoda suaminya, tapi tahu seperti apa caranya berpose di depan kamera!" Bella melanjutkan langkahnya meninggalkan mereka.
Dua wanita itu tidak sanggup berbicara, seperti dugaan Flo, kesenangan Stefanie berhenti sampai disini. Tapi apa maksud perkataan Bella tadi? Menggoda suami nona Qi? Stefanie juga tak kalah terkejutnya, siapa? Tidak ada berita tentang pernikahan dari ratu bisnis itu.
"Kalian sudah menyinggung dua penguasa sekaligus, kedepannya, akan sulit untuk kalian," tekan Bean, kembali menyeret Stefanie keluar.
"Tung— tunggu, Asisten Bean. Siapa yang anda maksud, dia— apa dia—" Manajer Flo merasa kegugupan yang luar biasa.
Bean tersenyum sinis. "Ya."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Visual penampilan Bella yang membuat Alex murka seketika😆...
...*...
...*...
...Ceritanya belum selesai ya. Apa yang terjadi sama Alex dan Bella setelah ini? Tunggu di Episode selanjutnya😉...
__ADS_1