Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 89 | Selalu Berakhir dengan Ancaman


__ADS_3

*


*


Bella keluar dari kamar mandi dengan rambut basah, terlalu asik mengobrol dengan Hyuran membuatnya lupa waktu. Untung nya dia sempat menyusui Jourell sebentar sebelum membersihkan diri.


Bella duduk di depan meja rias, mengering kan rambutnya dan memoles sedikit wajah nya agar tidak terlihat pucat. Dia menggunakan piyama tidur bercelana panjang yang dibawakan Ken tadi sore.


Alex sudah turun lebih dulu bersama Jourell mengingat mereka baru pertama kali kemari, jadi lebih baik untuk mengenal lebih dekat. Semua sudah terjawab sekarang, tapi bagaimana memberitahukan pada Hans dan Quela tentang kebenarannya?


Memikirkan sejak awal jika dia memang tidak memiliki hubungan darah sama sekali dengan keluarga itu, berarti Selo juga bukan adik tirinya. Bukankah artinya saat itu dia hanya orang asing yang masuk dalam keluarga?


Ponsel di dekatnya menyala lagi, memperlihatkan panggilan dari ibu angkat nya. Hyurin, merasa tidak enak sejak awal. Melihat Bella seperti menghindarinya, satu hal muncul dikepalanya, Hyuran!


Sekali lagi, Bella merasa ragu. Dia cukup kecewa, namun bagaimanapun kita tidak boleh berpikiran sempit. Semua hanya masa lalu, Hyurin yang sekarang juga tidak sejahat dulu. Semua orang bisa punya kesempatan berubah kan?


"Ya, Eomma." Menatap pantulan dirinya di cermin


"Syukur lah, Ya tuhan. Kenapa tidak pernah menjawab telepon ku! Bahkan pesan ku tidak kau baca sama sekali." Nada Hyurin terdengar khawatir


"Aku sedikit sibuk." Bohong nya


"Sibuk menghindari ku maksudmu?!"


"Eomma..." Bella merasa bersalah saat mendengar suara Hyurin seperti bergetar


"Eomma tahu, Bella. Kau mulai aneh sejak bertemu Kyle waktu itu, jadi aku memaksa nya bercerita!"


"Eomma...."


"Kau membenci ku, aku mengerti. Aku penjahat nya disini, aku iri saat melihat nya menggendong putri yang cantik sementara aku hanya bisa menatap gambar putriku di layar ponsel." Hyurin menangis di ujung sana, Bella menggigit bibir bawahnya


"Kau bayi mungil yang manis, aku menyukai senyum tipis mu di bibir merah ceri mu. Tapi setiap kali mengingat kau adalah anak Hyuran, hatiku sakit. Kenapa tuhan tidak adil karena mengambil putriku!"

__ADS_1


"Eomma, jangan seperti itu." Bella semakin bersalah, air matanya juga ikut mengalir


"Aku tahu, cepat atau lambat kau akan mengetahui semuanya. Aku selalu bersiap-siap saat kau membenci ku nantinya, tapi pada akhirnya aku tidak bisa. Melihat kau memperlakukan aku seperti orang asing seperti ini membuat hatiku sakit."


"Apa aku egois karena masih menginginkan mu untuk menjadi putri ku? Aku memang membawa mu sebagai pengganti, tapi aku mencintai mu sebagai Hyuna. Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri jika kau adalah putri Hyuran."


"Maaf"


"Maafkan, Bibi. Aku tidak akan mengganggu mu lagi, sampaikan maafku pada Hyuran dan yang lainnya." Putus nya


Tangis Bella pecah, Bella menelungkup kan wajahnya di meja.


Mendengar Hyurin menyebut dirinya sendiri sebagai Bibi juga membuat hatinya sakit. Meski itulah kenyataan nya. Dia menggeleng, Hyurin akan tetap menjadi ibunya, dia tidak akan bisa membenci seorang ibu yang sudah tulus menyayangi nya.


"Bella!"


Hyuran yang cemas karena Bella tak kunjung turun akhirnya menyusul nya keatas, tapi siapa sangka jika dia malah mendapati putri nya itu menangis sambil menyembunyikan wajahnya


"Kenapa? Apa yang sakit?" Menarik Bella kepelukannya, Bella semakin tersedu


"Ini salahku."


Hyuran sekali lagi merasa miris di hati, lagi-lagi Hyurin lebih beruntung dari dirinya. Bella bahkan menangisi nya sampai seperti ini.


"Kau bicara apa, sudah hentikan! Kalian bisa bertemu dan berbicara nanti."


"Suasana hati ibu bisa dirasakan oleh anak nya, kau mau Baby Jo ikut sedih?" Bella berhenti menangis, tapi hidungnya yang memerah terlihat lucu


"Aku baru tahu hal seperti itu, kupikir hanya ibu hamil yang mengalami nya." Bella merasa bodoh sesaat


"Ya sudah, anggap saja seperti itu." Hyuran mengambil tisu di atas meja kemudian membersihkan sisa air mata dan hidung Bella yang berair


"Mam! Kau jorok." Keluh nya, tapi tidak berniat mencegah

__ADS_1


Hyuran mencibir, Lain di mulut lain di hati. Tangannya masih sibuk membersihkan hidung putri nya ini.


"Jangan di tarik, Mam!" Pekik nya


"Biar! Biar tambah panjang sekalian!" Menarik hidung Bella


"Dasar orang tua kejam! Mama memang tidak ada lembut-lembut nya."


"Sudah tahu kan? Jadi jangan coba-coba mencari masalah denganku."


Seperti itulah obrolan dua wanita itu yang akhirnya selalu menjurus pada perkataan kasar disertai ancaman khas mereka. Meski begitu, setiap orang punya cara sendiri untuk menyayangi dan mencintai, sekalipun itu dengan hal-hal yang cukup aneh bagi orang lain.


-


-


Di bawah, tepatnya di meja makan, semua sudah berkumpul kecuali dua wanita itu. Hyun menompang kepala, dia menatap dua pria tampan berada usia itu dengan wajah kesal.


Setiap kali dia mencoba makan atau menyentuh sedikit saja hidangan, dua orang itu akan langsung menegurnya dan menatapnya tajam.


Terlebih Alex yang tidak merasa canggung sama sekali bahkan juga ikut bersikap kejam. Memang benar Tuan Marcel tidak pernah pandang bulu!


"Jangan menyentuhnya sebelum wanita kami memakannya!" Seperti itulah yang keluar dari mulut kejam keduanya


Jourell sendiri hanya duduk manis di pangkuan Alex, dia hanya tersenyum sambil tertawa khas seorang bayi. Hyun mendengus, ayah dan anak sama saja!


Hye dan Jong merasa suasana sekarang sangat hidup, berbeda dengan dulu yang penuh keheningan. Jangankan mengobrol, bertegur sapa saja sangat jarang.


"Kemana dua orang itu, sengaja berlama-lama ya!" Gerutu Hyun


"Diam!!" Alex dan James


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1



__ADS_2