
“Berapa banyak?”
“ $ 355.179.00, Tuan.”
Note : ( 355.179.00 Dollar \= 5 Miliyar Rupiah )
“Sangat berani. Seharusnya jika ingin korupsi, ambilah sedikit demi sedikit. Jika langsung seperti itu mudah saja mendeteksi kecurangan. Dia masih kurang belajar,” gerutu Bella malas.
Bean menatap tidak percaya. Nonanya ini berbicara seperti tindakan ini dibenarkan. Bahkan secara tidak langsung dia memberi saran seperti apa mencuri yang baik!
Alex hanya mengulum senyum. Bella ini wanita ajaib, jadi jangan heran apa yang akan keluar dari bibir manisnya itu.
“Untuk apa dana itu?”
Sebenarnya, bagi Alex itu bukan hal besar bahkan tidak akan memengaruhi arus perusahaan. Bisa saja dia menutupinya dengan dana pribadi. Tapi Alex tidak pernah menyukai kecurangan seperti ini atau akan dianggap telah mengundangnya untuk bermain.
“Dari penyelidikan, Mr. Ronald ternayata membangun Resort nya sendiri. Karena kekurangan modal dia mencairkan dana perusahaan untuk menutupi kekurangannya.”
“Kumpulkan mereka semua termasuk Mr. Ronald. Jika tidak, tahu sendiri akibatnya!”
“Baik, Tuan muda.”
.
.
.
Semua orang menghirup nafas dingin. Tidak ada yang berani bersuara saat Alex berjalan masuk bersama Bean. Seperti biasa, tidak ada wajah ramah dari keduanya karena wajah ramah mereka hanya diberikan kepada sang Nyonya muda yang tidak lain adalah Bella.
Mereka tau jika ada masalah dengan keuangan. Mereka berniat menyelesaikan masalah ini lebih dulu sebelum CEO mereka turun tangan. Tapi belum sehari masalah terjadi, Alex sudah mengetahuinya.
Mereka pikir Alex akan lengah karena selama seminggu ini istrinya lah yang turun tangan. Rupanya seperti apapun kondisi Alex, pria itu selalu mendominasi dan jangan lupakan Bean yang seperti duplikat Alex saat bekerja.
“Katakan!”
__ADS_1
“Kami masih berusaha mencari tahu siapa pelakunya, Tuan.” Orang itu nampak takut melihat wajah dingin Alex.
“Cih! Apa kinerja kalian sudah mulai menurun. Sampai hal kecil seperti ini saja kalian tidak bisa!” Tidak ada yang berani menatap mata tajam dan nyalang seperti elang itu.
“Aku beri kalian kesempatan untuk mengaku sebelum kutemukan sendiri dan membuatnya menyesal seumur hidup!” Mereka bergidik. Sudah dibayangkan apa yang akan pria ini lakukan.
Mr. Ronald tampak gugup saat pandangan Alex jatuh kepadanya. Sungguh dia sangat takut!
“Tidak ada?” Bean buka suara. Bukankah Alex sudah berbaik hati memberi kesempatan? Mereka hanya menunduk.
“Baik. Maka tunggulah.” Alex diam memperhatikan mereka satu – persatu masih dengan wajah dinginnya. Ruangan menjadi sunyi, hanya ada suara ketukan pulpen Alex yang terdengar menakutkan ditelinga mereka.
Tak lama, suara ketukan pintu terdengar mengisi kesunyian tersebut. Bean segera bangkit dan berjalan menuju pintu.
“Halo, semua.”
Mereka seakan terhipnotis saat seorang wanita cantik dengan perut buncitnya masuk dengan senyum manisnya. Menghilangkan ketegangan yang terjadi. Tapi apa yang akan dilakukan wanita hamil ini disini?
“Halo juga, Mrs,” jawab mereka gugup saat melihat raut wajah Alex yang semakin dingin.
Alex menatap tajam Bella. Beraninya tersenyum seperti manis seperti ini! Bella terkekeh dengan sikap Alex yang masih bisa cemburu dikeadaan seperti ini.
“Jangan menatapku seperti itu. Aku juga bisa menjadi singa jika kau lupa,” ucap Bella santai sambil mengambil duduk disebelah kiri Alex.
Entah kenapa mereka merinding mendengar ucapan Bella. Selama ini wanita itu selalu bersikap tenang saat bekerja, tapi siapa yang tau ada apa dibalik sikap tenangnya.
Bean yang memang sudah tau keseriusan Bella saat bekerja hanya mampu bergidik. Mungkin karena faktor hamil, istri Bos nya ini sudah jarang memasang wajah serius saat bekerja. Hanya saja, mulutnya masih sulit untuk dikontrol.
“Awalnya aku berpikir untuk memberi kesempatan dengan membantu meringankan sedikit masalah anda karena ini adalah yang pertama kalinya. Tapi setelah ku telusuri lebih dalam, ternyata ini bukan yang pertama kalinya. Sangat disayangkan.” Bella berbicara sambil melihat Tab ditangannya.
Mereka sedikit terkejut ketika Bella berbicara tiba – tiba. Tapi siapa yang dia maksud? Jangan bilang dia sudah mengetahui pelakunya. Sangat cepat?
“Semua bukti sudah terkumpul dan tersusun rapi disini.” Bella mengangkat Tab nya sambil menatap semua orang.
“Jadi, kami memberi anda dua pilihan. Mengganti semua kerugian termasuk kasus lama dalam satu bulan dan dipecat secara tidak hormat atau mendekam dipenjara beserta denda yang diajukan.” Lanjutnya.
__ADS_1
Bruk ....
“Saya mengaku, Tuan, Nyonya!” Mr Ronald langsung bersimpuh. Semua orag menatap tidak percaya kearahnya. Dia sangat menyesal karena telah bermain – main dengan dua pasangan ini.
Dia sudah membayar Hacker terbaik untuk menyembunyikan semua bukti kejahatannya. Tapi Bella dengan mudah menemukan itu semua. Ternyata benar jika menantu Keluarga Ramona bukan wanita biasa.
“Jadi?” Bean mengangkat sebelah alisnya.
“Saya akan mengganti semuanya dalam satu bulan dan dipecat secara tidak hormat.”
“Baik. Jika dalam satu bulan anda tidak mengganti atau melarikan diri, maka dipastikan anda tidak akan diterima bekerja dimanapun termasuk menjadi pelayan!” ucap Bean tegas.
Mr. Ronald semakin gemetar. Bahkan tidak bisa melarikan diri atau dia akan menjadi pengangguran selamanya. Bagaimana nasib keluarganya jika semua simpanannya dia ambil untuk mengganti kerugian?
Yang lain juga ikut gemetar. Uang sebanyak itu harus diganti dalam satu bulan saja. Untunglah mereka tidak pernah berniat untuk melakukan hal sebodoh itu.
Bella menghela nafas pelan. Dia juga tidak suka hal seperti ini. Mr. Ronald telah melakukan korupsi sebesar 5 Miliyar. Belum lagi kasus lama mencapai sekitar 10 Miliyar dan satu bulan, bukan waktu yang lama kecuali dia menjual semua aset – aset nya.
“Saat ingin melakukan sesuatu, cobalah ingat dampak nya. Apalagi jika itu berdampak bagi keluarga kita. Pikirkan mereka juga.” Mr. Ronald hanya menunduk mendengar penuturan Bella.
“Silahkan datang pada kami jika kalian membutuhkan bantuan. Itu lebih baik daripada melakukan sesuatu yang tidak benar. Selama itu masih di batas wajar. Kami harap ini bisa menjadi pelajaran untuk kalian semua.”
“Terima kasih, Mrs,” ucap mereka tulus. Mereka semakin mengagumi Bella. Selama ini wanita itu tidak pernah merendahkan atau berbuat semena – mena.
Padahal sebagai Nyonya Muda Ramona dia bisa saja sombong dan seenaknya pada yang rendah. Tapi Bella memang berbeda. Apakah masih ada wanita sejenis Bella untuk putra mereka?
Alex sendiri merasa bangga dihatinya, bisa bertemu dan ditakdirkan bertemu dengan Bella yang dulu hatinya tidak mengenal cinta. Hanya ada ketulusan dan budi luhur tanpa dendam yang mengotori hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...VOTE...
...LIKE...
...COMMENT...
__ADS_1