
Pagi menjelang siang di Korea ....
Di sebuah gedung yang menjulang tinggi. Para pekerja sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing mengingat mereka akan segera meluncurkan produk terbaru mereka.
Tapi pagi itu, perusahaan digemparkan dengan kedatangan sosok tegap nan rupawan yang sudah menjadi Raja bisnis selama bertahun - tahun dengan menggendong seorang bayi tampan yang menjadi duplikat dirinya.
Di dekat pria itu juga ada dua gadis cantik lainnya yang sudah terperangah melihat keindahan dari gedung Q'Bells yang merupakan perusahaan fashion terbesar di Korea. Namun bukan itu yang menjadi perhatian mereka sekarang. Melainkan keberadaan wanita cantik yang berjalan santai dibelakang Direktur mereka.
Entah ini keberuntungan atau kesialan karena pemimpin mereka datang tepat di hari ini. Dimana semua tugas serta laporan akan dikumpulkan dan diperiksa secara langsung di depan mereka. Mengingat kepribadian Bella yang sedikit perfeksionis terhadap pekerjaan, mereka khawatir akan melakukan kesalahan dan memancing kemarahan dari wanita itu.
Jika tahu hari ini Bella akan datang. Mereka pasti akan lebih teliti dan mempersiapkan semuanya dengan matang.
Semua orang menunduk hormat, meski sulit untuk memalingkan wajah dari kecantikan sang atasan. Wajah itu mungkin tersenyum lembut dan memancarkan persahabatan yang baik, namun aura dan tatapan matanya cukup mengintimidasi. Artinya, jangan tertipu dengan wajah malaikatnya. Karena kau tidak tahu seperti apa yang ada didalamnya.
Tidak ada sambutan khusus, bahkan pemberitahuan mengenai kedatangannya pun tidak di umumkan. Tentu semua tidak jauh dari perintah Bella yang memang tidak mau diperlakukan seperti itu. Tapi terkadang, hal itu cukup membuat semua orang kalang kabut karena kedatangannya tiba-tiba.
"당신의 테이블은 매우 깔끔합니다," (Mejamu sangat rapi) ucap Bella tersenyum ketika melewati salah satu meja karyawan yang menjadi korban tumpukan berkas yang tidak beraturan di bagian belakang.
Mereka semua langsung teringat dan langsung berlari membereskan meja yang disebut Bella rapi itu. Benarkan? Tidak ada persiapan dengan kedatangannya. Jika tahu, dipastikan tempat ini sudah menjadi rapi dalam sekejap.
"Kami akan lebih memperhatikannya, Nona Qi," jawab mereka malu.
__ADS_1
"Aku tidak masalah. Kalian punya tangan dan kaki, jadi lakukan saja yang kalian sukai." Bella tersenyum lagi sebelum akhirnya memasuki lift khusus bersama yang lainnya.
Alex tersenyum tipis. Dasar wanita! Lain di mulut, lain pula di hati.
Semua yang mendengar perkataan Bella rasanya ingin menangis. Nona bos mereka tidak pernah berubah dari segi bicara ataupun sifat. Terlalu santai menurutnya tapi sebenarnya memberi peringatan.
Jangan mengatakan untuk melakukan apa yang kami sukai, jika pada akhirnya kami akan berakhir dengan hukuman bahkan ditendang keluar!
Cukup mudah menerjemahkan kata-kata Bella yang halus itu. Wanita itu tidak masalah dengan apa yang akan mereka lakukan. Seperti kejadian barusan, Bella hanya tersenyum dan berkata lembut. Tapi dibalik kata-katanya jelas mengandung makna lain.
"Kak Bells tadi bicara apa?" Elora penasaran karena orang-orang itu langsung panik dan bergerak cepat. Sofia juga ikut penasaran. Andai saja dia bisa berbahasa Korea, mungkin tidak perlu bertanya untuk hal-hal kecil seperti ini.
"Aku hanya memberi semangat agar tidak bosan," jawabnya santai seraya mengambil alih Jourell yang menghentak - hentakkan kaki kecilnya senang.
"Senangnya anak Mommy ..." Bella memberi banyak ciuman di wajah. Jourell tertawa geli.
Alex berdecak. "Jangan menciumnya terus." Menahan mulut Bella dengan telapak tangannya.
"Jangan memancing ya." Bella menatap Alex penuh peringatan.
"Dia laki-laki, Bebe. Jika sudah besar akan kebiasaan. Aku tidak mau miliknya disentuh orang."
Whatt! Alasan macam apa itu, Tuan mudaa ... Bella berusaha menahan kesal.
__ADS_1
"Aku ibunya, Al," datar Bella menatap Alex.
"Tetap saja kau wanita dan istriku. Biar aku yang membawanya." Mengambil alih lagi Jourell yang menatap bingung kedua orang tuanya.
"Dengar ... jika sudah besar nanti, kau tidak boleh menguasai istriku. Cari sendiri pacar atau istri dan jangan mengganggu milikku." Alex berbicara dengan Jourell seakan mengerti ucapannya.
Ya tuhan, jodoh seperti apa sebenernya yang kau berikan. Bella memijat pangkal hidungnya pusing.
"Sabar, Kak Bells. Dia memang gila." bisik Sofia dibelakangnya. Bella mengangguk pasrah.
"Ibu cantikmu ini lebih sering melupakanku tapi tak pernah sekalipun melupakanmu. Padahal aku yang membuatmu, seharusnya aku yang lebih diingat," katanya lagi pada Jourell namun menyindir Bella.
Bella langsung tertawa gemas. Hei! Jangan mencemari otak anakku! Ingin dia berteriak jika tidak ingat tempat sekarang.
"Dia memang tidak berperasaan, bahkan masih bisa tertawa," adu nya lagi.
*Oh God ....
Muah muah muah*
Kecupan bertubi-tubi akhirnya Bella berikan di semua bagian wajah serta bibir pria maskulin super tampan itu. Jika bukan suaminya, sudah dia buang sejauh mungkin agar tidak terkena tekanan darah tinggi!
Tiga orang dibelakang pemilik bumi itu saling tatap. Haruskan kita keluar sekarang? Kenapa lift ini sangat lambat.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...