
Alex terus memperhatikan Baby Jo yang kini sudah menyusu pada ibunya dengan lahapnya. Bella sedikit meringis saat ujung dadanya terasa perih ketika Baby Jo menghisapnya dengan kuat.
“Perih,” keluhnya pada Alex.
“Lalu aku harus apa?” Bella ingin tertawa melihat wajah putus asa suaminya itu. Sejak awal pria itu sudah gelisah ketika Bella membuka kancing bajunya agar bisa menyusui Baby Jo. Dia tahu jika pria ini sedang menahan libidonya.
“Kau kenapa?” Bella memasang wajah polos membuat Alex gemas melihatnya.
“Masih bertanya kenapa.” Alex mendelik sebal. Bella terkekeh pelan agar tidak mengganggu Baby Jo, membuat Alex melengos.
“Uhh ... Sayang. Sini peyuk Mommy.” Bella berbicara seperti membujuk anak kecil yang sedang kesal. Dan benar saja, Alex langsung berpindah dan berbaring kesisi kiri Bella dan memeluknya bersama Baby Jo.
“Al ....”
“Hm ....”
“Ada yang berdiri tapi bukan tiang,” goda Bella.
“Bebee ...” Bella tertawa lagi, kenapa rasanya sangat menyenangkan menggoda pria ini. Mungkin karena dia tidak akan berani menyentuh Bella dikeadaan seperti ini.
“Kau sangat bahagia melihatku seperti ini, heh!”
“Akhh ...” Bella mengaduh saat Alex tiba – tiba menyesap lehernya hingga meninggalkan bekas merah.
“Tertawa lagi?” Menggigit lagi leher putih itu dan menggesek gesekkan jambang tipisnya yang belum dia cukur itu dilehernya.
“Al ... geli. Ampun ....”
Baby Jo yang masih menyusu itu melepas kulumannya dan ikut tersenyum lebar memperlihatkan gusinya yang belum ditumbuhi gigi ketika melihat orang tuanya yang sedang bercanda.
“Lihat, Baby Jo juga menertawakanmu,” ucap Bella disela – sela tawanya. Alex mengangkat kepalanya.
“Kau juga menertawakan Daddy, hm ...” Alex mencium semua wajah putranya itu. Senyum Baby Jo semakin lebar.
“Haha ... aw, shh ...” Bella meringis saat perutnya terasa nyeri akibat tertawa.
“Bebe ... apa sakit?” Alex langsung panik.
“Sudah tidak apa – apa.”
__ADS_1
“Sayang?” Bella bingung ketika Alex sudah beranjak turun, mengangkat Baby Jo pelan dan menidurkannya di keranjang bayi yang dibawa Bean dari Mansion.
Setelah berhasil menidurkan Baby Jo, dia kembali mendekat kearah Bella dan menarik selimutnya agar menutupi tubuh istrinya itu.
“Tidurlah. Ingat kata dokter kau harus banyak istrirahat.” Mencium bibirnya. Bella membalas, untuk sesaat mereka saling membalas, mengulum hingga m*lum*t.
Alex melepas tautan bibir mereka lalu mencium kening Bella lama. “Don’t go,” ucap Bella pelan.
Alex tersenyum, membaringkan tubuhnya disamping istrinya dan memeluknya hati - hati. Bella membalas pelukannya, menjadikan tangan suaminya sebagai bantal dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Alex.
Tak lama, mereka berdua terlelap bersama dengan Baby Jo yang juga sudah terlelap.
.
.
.
07.00 pm
“Sttt ...” Kyle meletakkan jari telunjuknya dibibir, menandakan agar diam dan tenang. Baby Jo tersenyum lagi.
Kyle hanya datang bersama kakaknya, Sam. Eillen masih menunggu Steph yang belum pulang dari kantor. Sam yang sudah tidak sabar, langsung melajukan mobilnya sendiri dengan membawa Kyle bersamanya setelah bertanya dimana ruangan Bella.
Dia berniat membeli makan malam untuk kakaknya di kantin rumah sakit, tapi Kyle berlari lebih dulu dengan menarik salah satu perawat yang melintas agar mengantarnya keruangan Bella. Sam menggerutu. Dasar gadis nakal!
Kyle melihat kearah dua pasangan yang masih tidur dibawah selimut sambil berpelukan mesra. Kyle memanyunkan bibirnya, otak polosnya sekarang sudah ternoda melihat kakak tiri dan iparnya ini.
Apa mereka lupa berada dimana? Jangan bawa kebiasaan rumah kemari! Baby Jo saja sudah bangun sejak tadi, jangan bilang jika mereka juga lupa jika sudah punya anak.
“Baby Jo, kita abaikan saja mereka, oke.” Kyle berbicara seakan dia mengerti bahasanya.
“Kyle kau-” Sam tiba – tiba datang sambil menenteng makanan yang tadi dibelinya, dia langsung mengatup bibirnya rapat setelah melihat kearah Bella dan Alex
“Sttt ... jangan berisik, Kak.” Kyle mendelik.
__ADS_1
Mengabaikan Kyle, Sam lebih tertarik melihat bayi yang menurutnya sangat menggemaskan.
“Astagaa ... kau sangat imutt ...” Mencium gemas pipi gembulnya.
“Aku juga ingin menciumnya.” Kyle menarik – narik kaos kakaknya.
Sam mencibir. “Dasar pendek!”
“KAKAK!” Kyle tanpa sadar berteriak. Kata pendek sangat tabu baginya, tapi Sam sangat suka mengganggunya dengan kata – kata itu.
Alex dan Bella langsung terbangun begitu mendengar suara bising dan mendapati Sam yang sedang mendekap mulut Kyle agar diam.
“Kalian ...” Alex langsung turun mengambil Baby Jo yang sudah menangis karena terkejut.
“Stt ... jangan menangis, Son.” Dia mendekap tubuh kecil itu sambil mengelus punggungnya lembut.
Baby Jo akhirnya berhenti menangis, matanya masih berair, mulutnya mengemut jari jari kecilnya. Bella membuang nafas lega lalu menatap dua orang yang menunduk bersalah itu.
“Berikan padaku.” Bella mengangkat tangannya, Alex memerikan Baby Jo padanya.
“Maaf, Kak. Aku hanya ingin mencium Baby Jo, tapi Kak Sam menggangguku dengan mengatakan aku pendek!” Kyle menggigit bibir bawahnya dan menatap Sam kesal.
“Dia saja yang berlebihan!” Sam tidak mau kalah.
Alex mendengus. “Jangan berisik lagi!”
“Baik, Kakak ipar,” cicit Kyle yang memang takut pada Alex.
“Kau juga, Sam. Jangan ganggu Kyle terus, meskipun kenyataannya dia memang pendek,” ucap Bella santai. Sam dan Alex menahan tawanya. Kyle langsung cemberut.
“Kau sama saja!” sentaknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Mau ngoceh apa yak? Kehabisan kata – kata dah😋...
...Intinya jangan lupa LIKE lah yah....
...SAMA BAGI HADIAH WOY😆...
__ADS_1
...Oke. Makasehhh😗😗...