Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 49 | Siapa?


__ADS_3

Dan disinilah Alex sekarang, duduk termenung sambil memeluk bantal yang baru saja dilempar keluar oleh istrinya. Bean setia menemani dengan membawa kursi untuk duduk Tuannya itu.


Malam ini dia akan kembali menemani Alex yang sudah diusir entah keberapa kalinya itu. Bean tetap sabar meski terus dihadiahi tatapan mematikan yang kapan saja siap membunuhnya. Menelan salivanya kasar, Bean hanya bisa berdiri sambil menunduk. Jika tahu begini akhirnya, dia takkan pernah mau menyentuh parfum sialan itu.


Alfred, Clarissa dan Sofia hanya menatap iba kesialan yang menimpa Alex. Sofia sendiri sempat mendapat omelan dari Alex karena menjadi sumber kemarahan sang calon ibu meski tidak sengaja. Bahkan sempat ingin membakar semua kaset dramanya jika saja Clarissa tidak menengahi.


Tiga bulan lagi! batin mereka.


Alex terus mencoba membujuk istrinya dari luar, memberi penjelasan pada wanita yang tengah kesal diatas kasurnya. Jika tidak berhasil, satu – satunya cara adalah menunggu sampai wanita itu keluar dengan sendirinya.


Dan benar saja, Bella yang memang tidak bisa tidur tanpa Alex bangun saat tengah malam. Membuka pintu, Bella disuguhkan pemandangan seorang pria tampan yang tidur sambil terduduk memeluk bantal yang tadi dia lempar.


Bella merasa bersalah, pasti tubuhnya sakit. Bella sedikit terkejut saat mendapati Bean juga ada disana. Pria itu terduduk di lantai, tubuhnya bersender di dinding dengan mata terpejam juga.


Bella mendekat kearah Alex. Memerhatikan lekat wajah tampan suaminya, ada kerinduan di mata Bella. Tapi saat mengingat kejadian tadi, wajahnya kembali kesal. Tanpa sadar dia menendang kaki Alex, membuat sang pemilik langsung membuka matanya.


“Bebe.” Alex tersenyum membuat Bella semakin tak tega.


“Masuklah, bangunkan juga pria bodoh itu.” Menunjuk Bean, lalu kembali ke kamar.


Tersenyum senang, Alex langsung menepuk keras bahu Bean agar segera bangun. “Pindahlah!”


“Nona sudah membuka pintu. Syukurlah.” Mengelus dadanya lega.


“Cih! Urusan kita belum selesai!” Lalu menyusul masuk dan mengunci pintu.

__ADS_1


-


-


Bella kembali membaringkan tubuhnya di kasur, membungkus tubuhnya dengan selimut. Dia memejamkan mata saat mendengar Alex mulai naik ke tempat tidur.


“Bebe,” sendunya. Memiringkan tubuhnya menghadap Bella namun tidak berani menyentuh wanita itu.


“Aku sungguh tidak macam – macam. Itu milik adik sepupunya yang tertinggal saat dia menginap di Apartement Bean. Jadi Bean berniat mengantarnya, tapi justru terjatuh dan pecah dimobil.” Alex mendekat sedikit dan mengelus lengan Bella pelan, khawatir jika istrinya marah.


Merasa tidak ada penolakan, Alex merapatkan tubuhnya dan memeluk erat wanita yang sudah dirindukannya itu. Bella yang pikirannya mulai berjalan normal kembali sebenarnya sudah merutuki kebodohannya sejak tadi. Dia sendiri tidak mengerti, kenapa bisa lepas kendali seperti ini. Marah – marah tidak jelas tanpa melihat buktinya!


Ck ... istri macam apa kau! Lihat suamimu sangat menyedihkan.


“Bebe ...” menyusupkan wajahnya di ceruk leher Bella.


“Kau selalu meminta maaf padahal akulah yang salah. Sorry ...” Memeluk pria yang sudah berhasil memiliki hatinya itu. Dia selalu merasa bersalah setiap kali Alex meminta maaf dalam pertengkaran kecil mereka, tidak peduli benar atau salah.


Alex tersenyum senang saat Bella memeluknya, berarti dia sudah tidak marah, kan? Tak apalah diusir dan tidur diluar semalaman, asal masih bisa memeluk wanita kesayangannya ini.


“Memangnya aku bisa apa saat Mrs. Ramona ini marah.” Menangkup pipi istrinya yang gembul dan mencium bibirnya gemas. Bella mengerucut kemudian mencubit perut rata Alex.


“Menyebalkan! Makanya tidak usah macam – macam.” Hell! baru saja wanita ini normal dan sadar, tapi menyalahkannya lagi. Sudahlah mengalah saja, daripada dilempar keluar lagi.


“Tidak akan, Bebe. Kiss me, please.” Memajukan bibirnya ke wajah Bella membuat wanita itu tergelak kencang. Sejak kapan suaminya menjadi menggemaskan seperti ini?

__ADS_1


Bella Tersenyum, memeluk leher Alex dan mengecup bibirnya berkali – kali. Pria itu tidak membuang kesempatan. Dia menahan tengkuk Bella untuk memperdalam ciumannya. Tangannya sudah menyusup ke piyama istrinya dan mengusap lembut punggung mulusnya.


“I want you,” ucap Alex disela – sela ciuman panas mereka.


...--- o0o ---...


Pagi harinya, seperti biasa Bean sudah menunggu Tuannya di ruang tamu. Tapi mengingat kejadian semalam, sudah bisa ditebak jika dia akan menunggu lebih lama dari biasanya. Memangku laptopnya, matanya fokus pada layar didepannya. Kepala pelayan Smith datang membawa secangkir kopi hitam untuk Bean.


“Apa Tuan nuda belum keluar?” ucap Bean pada Smith sambil menyeruput kopi hitamnya.


“Belum, Asisten Bean. Sepertinya anda akan menunggu lebih lama.” Smith sedikit terkekeh.


Hal seperti ini selalu terulang jika Nyonya mudanya itu menjadi abnormal. Dan esoknya, dua pasangan itu baru akan bangun cukup siang dan keadaan kembali normal. Semua orang di Mansion sampai hapal dengan itu.


Bean mengulas senyum tipis mendengarnya. Dia kembali fokus pada laptopnya yang berisi deretan angka. Tak lama, salah satu bodyguard yang menjaga pintu depan datang dan memberi tahu kedatangan seorang wanita cantik yang membuatnya sedikit bergidik saat melihat tatapan sinisnya.


“Siapa?”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Kira-kira siapa yang datang yak? Ada yang bisa nebak gak?...


...Hehe ... selamat menebak....


...Jangan lupa...

__ADS_1


...VOTE dan LIKE nya ya Bebeh😙...


...Tengkyu sayangnya akohh❤❤...


__ADS_2