
Pagi nya Bella membawa Jourell bersama nya ke QA, meski semua sudah diatur dan diurus para antek-antek nya, Bella tetaplah paling utama sebagai pemimpin tertinggi.
Alex mengantar Bella lebih dulu setelah itu baru pergi ke perusahan miliknya sendiri. Rumor atau gosip sudah tidak menyerang Bella lagi setelah konfirmasi yang dilakukan tempo hari.
Heiden sendiri juga sudah meredakan gosip tentang dirinya pada media. Pada intinya semua sudah bersih seperti pertama kali, kecuali para haters Bella tentunya.
Roselea tidak menyangka jika Bella memiliki Video aslinya, padahal semua bukti atau rekaman sudah dihapus olehnya. Ia murka, rasa benci nya kian bertambah.
Obsesi nya pada sesuatu membuat nya kadang tidak berpikir siapa yang di incarnya. Sekali lihat saja, semua orang tahu siapa itu Bella. Istri sah dari tuan muda Marcelio!
Siapa yang berani bermain-main, kecuali ingin berakhir di jalanan atau lebih buruk lagi. Tapi Roselea buta, keinginannya hanya ingin menjatuhkan Bella yang jelas-jelas tidak mungkin ia capai. Jika keluarganya tahu Roselea berbuat ulah, mungkin akan datang dan memohon lebih awal sebelum terlambat.
Bella meletakkan Jourell yang sudah banyak bergerak di karpet berbulu yang dipasang Ken. Ia sering kali berceloteh layaknya bayi, sesekali balita itu menyebut kata 'mo' yang diartikan Bella sebagai mommy.
Semua antek-antek nya mendekat dan saling berebut untuk bersama Jourell. Karena tidak mungkin Jourell di bagi bagi, alhasil mereka semua duduk mengelilingi balita yang telungkup itu.
Seinth juga disana, duduk dengan tenang, mata terus fokus pada ponselnya. Bella atau siapapun tidak menganggu, karena tahu siapa yang dihubungi pria tampan itu.
"Apa yang Grace lakukan pada saham itu?" tanya Bella pada Seinth, Bella tentu tahu semua yang dilakukan oleh antek-anteknya. Apalagi jika itu berhubungan dengan uang miliknya, semua transaksi harus dengan persetujuan Bella.
"Dia memberikan nya pada nona Natalie."
"Natalie? Sepertinya tidak asing." Bella berpikir.
"Dia teman kampus Nona dulu. Mereka bertiga, Roselea Arduous, Ravenna Grint dan Natalie Palmor. Dan Roselea itulah yang menyebarkan rumor." Ken menyahut.
Bella mengangguk ingat, tiga orang wanita itu cukup terkenal sebagai bunga kampus. Tapi Bella ingat jika dia tidak punya masalah dengan mereka, kenapa sekarang menyerangnya?
__ADS_1
"Tuan Heiden dan nona Roselea awalnya bertunangan, tapi tak lama tuan Heiden memutuskan pertunangan mereka dengan alasan tidak mencintai. Nona Roselea mengira itu karena Nona," jelas Sandra.
"Aku? Dasar berpikiran sempit! Memangnya hanya aku satu-satunya wanita," cibir Bella.
"Itu sebabnya Grace mengatakan wanita itu bodoh dan busuk," santai Vivi.
Seinth menghela nafas, Grace memang berbeda, tidak bisa dikatakan baik namun juga tidak bisa dikatakan jahat. Yang utama, dia mengabdi pada Bella dan hanya Bella yang bisa menutup mulut beracun nya.
Meninggalkan suasana di ruangan Bella, di bawah tepatnya di loby, seorang wanita cantik berjalan dengan anggun nya, menghipnotis siapa saja yang melihatnya.
Kacamata hitam, rambut tergerai cantik serta tubuh yang profesional. Yang sudah lama bekerja, pasti mengenal wanita ini, berbeda dengan karyawan baru yang mungkin akan mengira seorang tamu penting.
Wanita itu hanya melewati bagian resepsionis, tidak menghiraukan hiruk piruk yang memuji dirinya ataupun penasaran.
Begitu sampai, Ia tidak melihat satupun antek-antek Bella yang lain, sifat temperamen nya yang pemarah dan mudah tersinggung langsung membuatnya mengutuk dalam hati.
"Apa yang dilakukan orang-orang ini! Kenapa tidak berjaga di luar," geram nya, mendekat dan membuka kasar pintu hingga orang-orang di dalam berjengkit kaget dan mengelus dada.
Jourell langsung menangis dan segera diangkat oleh Sandra dan memberikan pada nona nya. Ia tidak punya pengalaman untuk menenangkan bayi.
Mereka menatap tajam pelaku yang sudah membeku di depan pintu saat melihat nona nya juga ada disana. Ditambah lagi membuat anak dari bos nya menangis keras.
Nona tidak akan marah, kan? batin nya takut, se-mengerikan apapun dirinya, Bella tetaplah yang paling mengerikan.
"Apa tidak bisa kau hilangkan kebiasaan marah mu itu!" sentak Monica.
"Diluar kosong, bagaimana jika ada penyusup!" Grace membela diri.
__ADS_1
"Kau pikir kau dimana!" ucap Monica lagi.
"Diamlah! Kapan aku akan bicara dengan Nona jika kau menyahut terus!" kesalnya.
"Kau ...!" Tunjuk Monica di depan wajah wanita itu.
"Hentikan! Jangan bertengkar di depan ku." Tajam Bella setelah Jourell tenang di pelukannya.
Seinth memijat pelipis nya pusing, dua wanita itu selalu bertengkar jika bertemu, kecuali Bella yang buka suara dan mereka akan menurut seperti anak kucing.
"Maafkan saya, Nona. Saya tidak tahu jika Nona dan Tuan muda kecil ada disini." Tunduk nya di depan meja Bella.
"Duduklah, Grace. Aku tidak marah, tapi jangan ulangi lagi." Bella berucap ramah.
"Sudah lama kau tidak muncul. Aku penasaran apa yang kau lakukan diluar sana." Menatap wanita yang dipanggil Grace itu.
Grace Albert adalah antek-antek Bella yang bekerja di bagian Informasi. Wanita pemarah yang mudah tersinggung apalagi jika memprovokasi nya. Memprovokasi nona nos nya lebih tepatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like
Komen
Fav
Hadiah
__ADS_1
Rate