
Bella memperhatikan Alex yang sudah naik lebih dulu. Lalu beralih melihat Alfred yang nampak santai merangkul Clarissa. Mertuanya itu terlihat biasa saja dengan istrinya, tidak ada acara merajuk atau kesal pada Clarissa yang juga sempat melupakannya. Lalu darimana sifat Alex yang seperti tadi datang?
"Kak Al merajuk lagi? Sudah ku duga." Sofia ikut tertawa sambil berlari kecil menaiki tangga.
"Semangat, Kak Bells. Semoga sukses! Kami pergi," ejek Elora meninggalkan mereka.
Gadis - gadis ini ....
"Biar kami yang menjaga Baby Jo malam ini. Kau urus saja bayi besar itu." Clarissa terkekeh seraya meraih Jourell yang tertidur di gendongan Bella.
"Sejak kecil dia memang seperti itu. Tidak suka diabaikan," ungkap Alfred.
"Mirip seperti dirimu dulu." Clarissa melanjutkan.
"Seperti Dad? Kurasa tidak," bantah Bella.
"Sekarang memang tidak, tapi ketika masih muda seperti kalian, dia sangat pencemburu dan menyebalkan. Intinya sama seperti yang kau rasakan sekarang," jelasnya. Bella mengangguk geli. Ternyata, mereka sama saja.
"Jangan menggosipiku, Sayang. Biarkan dia pergi untuk mengurus pria tak tahu malu itu."
Cih! Pria tak tahu malu. Dia anakmu bodoh!
Bella memutar bola matanya malas. "Aku naik dulu, Mom, Dad. Aku titip Baby jo," pamitnya, lalu pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Setelah melihat semua anak-anaknya sudah kembali ke kamar, Clarissa memberitahu Kepala pelayan Smith agar membawa makan malam untuk Bella dan Alex ke kamar mereka saja. Sudah dipastikan jika dua insan itu tidak akan muncul malam ini.
"Al ..." Bella memanggil setelah masuk ke kamar.
Wanita itu menghela nafas pelan ketika melihat pakaian yang tadi di kenakan Alex sudah berceceran di lantai. Pria itu pasti melepas kasar pakaiannya dan melemparnya asal karena kesal. Seperti anak kecil? Iya, benar. Namanya juga bayi besar!
Bella memungutnya kemudian memasukkan nya kedalam keranjang kotor. Setelah selesai, Bella beralih ke kamar mandi dimana dia meyakini jika bayi besarnya ada disana. Meski tidak terdengar suara air, dia pasti sedang berendam untuk menghilangkan penat.
Membuka pintu sedikit, right! Dia memang sedang berendam dengan mata terpejam. Bella berjalan masuk setelah menutup kembali pintu kamar mandi. Dia mendekat dan duduk di sisi bathup. Alex tahu jika istrinya datang karena aroma tubuh Bella yang sangat di kenalnya. Namun, pria itu tetap memilih diam tanpa membuka mata.
"Sayang ..." Direngkuh nya wajah tampan yang matanya masih tertutup itu dengan sebelah tangan. Lalu dia kecup rahang kokoh milik pria tampan itu.
Alex tidak bergeming, tapi diam-diam tersenyum tipis. Sangat tipis sehingga Bella tidak menyadari wajah licik yang baru saja tercetak disana. Wanita itu masih sibuk membujuknya dengan memberi banyak ciuman di wajah. But ... not working!
"Berusaha lebih keras," datarnya masih terpejam.
"Kalau begitu keluar. Jangan mengganggu istirahatku," datarnya lagi.
Jika kau benar-benar keluar, aku akan memperkosamu sampai pagi. batinnya lain. Terkadang mulut dan hati bisa saja berkata lain.
"Menyebalkan!" Cemberutnya lagi, tapi tangannya mulai membuka semua pakaiannya hingga tidak ada yang tersisa. Di ikatnya tinggi rambutnya, lalu ikut masuk ke dalam bathup dan duduk diatas pria itu saling berhadapan.
Alex sedikit menggeram ketika miliknya bersentuhan dengan bok*ng sang istri. Shit! Adik kecilnya langsung menegang.
__ADS_1
"Lihat, aku disini. Sekarang buka matamu ..." Bella merangkul leher suaminya dan mencium bibirnya sekilas.
"Ayo buka matamu bayi besarnya Bebe Bella ...."
"Look at me." Bella buka kelopak matanya hingga terbuka dengan jari tangannya. "Baa ..." hiburnya seperti menghibur anak menangis. Alex akhirnya terkekeh, istrinya benar-benar menganggapnya bayi?
"Kau berhasil," ucapnya memeluk tubuh polos istrinya yang masih merangkul lehernya mesra.
Bella tersenyum menang. "Mudah saja menggoda pria mesum sepertimu," ejeknya mengulurkan lidah.
"Woah ... kau memang semakin berani." Alex mer*mas bagian belakang Bella yang masih menduduki miliknya.
Bella memerah malu dan secepat kilat melepas rengkuhan tangan Alex disana. Masih saja malu, padahal sudah punya satu anak. Dia memang memiliki banyak pengalaman tapi hal seperti ini tentu dia masih polos sebelum akhirnya bertemu Alex yang ternyata adalah pria mesum.
"Al ..." Bella menggigit bibir bawahnya ketika tangan Alex yang tadi dilepaskan langsung berpindah ke tempat lain yang membuatnya terpancing.
Alex tidak bisa lagi menahan dan segera mencium bibir merah lembut itu dengan bergairah. Bella membalas pangutannya tak kalah bergairahnya. Lidah mereka saling membelit, memberi rasa cinta yang semakin besar dihati mereka. Keduanya mengerang ketika tubuh mereka telah berhasil menyatu.
"Aku mencintaimu ... ibu dari anak-anakku."
Selanjutnya hanya suara desahan dan erangan dari dua pemilik bumi yang lagi-lagi kembali dimabuk cinta. Tidak ada resep yang sama dalam mencapai suatu kebahagiaan bersama pasangan. Setiap pasangan harus mencari resepnya masing-masing agar bisa membuat masakan yang nikmat dalam sebuah hubungan yang baik dan harmonis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...Aku merinding😫 ...
...Bantu Share cerita aku yuk biar Novel ini makin rame😀...