Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 123 | She's Qiara


__ADS_3

Bella masih tertawa lucu sampai pintu tertutup. Jourell ikut tertawa sambil menggerakkan tangannya lincah. Entah keberuntungan apa tiba-tiba putra kecilnya ini bersin dan membawa nasib baik untuk dirinya. Sangat kebetulan yang lumayan.


"Anak Mommy memang pintar, sudah bisa melindungi Mommy nya." Bella memberi banyak ciuman di wajahnya gemas.


Di kursinya, Alex tersenyum puas menatap dua orang kesayangannya. Dia bukan tidak tahu kejadian barusan, semua sudah terekam cctv pengawas yang terhubung ke ponselnya. Terkadang dia takut jika Bella akan meninggalkannya karena tanpa dirinya pun, istrinya itu selalu bisa menghadapi masalahnya.


Alex tidak mencegah ketika Bella mencium wajah bayi enam bulan itu, anggap saja sebagai hadiah karena sudah melindungi ibunya walau tanpa sengaja. Dasar orang tua perhitungan!


Alex berdehem agar mengalihkan perhatian istrinya yang masih berdiri tanpa memperdulikannya. Bella mendongak, lalu tersenyum.


"Aku ganti pakaian Joy dulu, Sayang. Lihat ... pakaiannya penuh dengan susu." Bella malah duduk di Sofa setelah meraih kotak tisu di meja kerja Alex tanpa menghampirinya dulu.


Kebaikan Jourell di kepala Alex seakan meluap. Pria itu kembali merasa cemburu tak beralasan pada putranya yang sedang tertawa bahagia seakan senang melihat dirinya diabaikan. Hei ... wajar jika dia cemburu pada anaknya sendiri jika jadinya seperti ini!


Alex memang punya firasat jika Jourell akan menyebalkan jika sudah tumbuh. Masih kecil saja Jourell sering meledeknya diam-diam, bagaimana jika sudah besar?


Kau saja yang berlebihan, Tuan muda (Author).


Bella dengan telaten menggantikan pakaian Jourell dengan baju ganti yang selalu dia bawa untuk berjaga-jaga. Sesekali dia mencium perut kecil itu, membuat pemiliknya tertawa geli.


Alex mendengus masam. Dasar pencari perhatian!


Perlu kaca? Sepertinya tidak, karena Tuan muda tidak akan pernah sadar.


"Bebee ... kepalaku sedikit pusing," keluh Alex tiba-tiba.


Baru saja dikatakan. Sekarang siapa yang mencari perhatian?


"Berbaringlah, Al. Sudah kubilang jangan bekerja terlalu keras, kan? Sekarang rasakan sendiri," gerutu Bella.

__ADS_1


Bukannya mendapat perhatian, tapi malah mendapat omelan. Jangan lupa jika Bella sudah menjadi seorang wanita yang berstatus ibu! Omelan panjang tentu akan menjadi makanan sehari-hari.


"Bebe, aku sedang sakit, tapi kau malah memarahiku." Alex memasang wajah berpura-pura sedih seraya membaringkan tubuhnya di sofa panjang, bersebelahan dengan ibu dan anak itu.


Bella tersenyum tipis melihat tingkah suaminya yang pastinya tidak mau kalah. Jangan pikir dia tidak tahu alasan pria ini, anak sendiri saja dijadikan saingan cinta. Ck! Yang benar saja.


Bella mengangkat Jourell yang sudah rapi dan wangi khas bayi itu dan langsung mendudukkannya di perut rata Alex yang tengah berbaring telentang. Alex refleks menahan tubuh kecil itu agar tidak jatuh, lalu menatap istrinya yang tertawa.


Jourell ikut tertawa, kedua tangannya menepuk-nepuk perut ayahnya. Alex ikut tersenyum melihat pemandangan tersebut. Pria itu bangun dan mengangkat tinggi putra nakalnya, lalu menggesek-gesekkan wajahnya di perut Jourell. Tawa bayi itu semakin kencang, geli akibat perbuatan ayahnya.


"Sakitnya sudah sembuh ya, Daddy?" Bella tersenyum mengejek.


"Ya. Obatnya sangat hebat, hanya melihat kalian tertawa bahagia, semua bebanku serasa menghilang." Bella merona malu. Alex menarik pelan istrinya itu agar duduk disampingnya, lalu mendekapnya erat dengan sebelah tangan.


"Berani mengerjai suamimu, terima hukumannya nanti," bisik Alex menggoda.


Aaa ... kata-kata manis dari mulutnya selalu tersembunyi sesuatu. batin Bella merengut.


"Lepas sialan! Berani nya menyentuh ku!" Stefanie menyentak kasar tangan Seinth.


Keduanya sudah berada di loby dan menjadi pusat perhatian. Stefanie tidak terima perlakuan kasar pria itu. Dia seorang model terkenal, tapi di seret paksa seperti pencuri. Melihat adegan itu, semua orang langsung paham apa yang terjadi.


Stefanie Miley adalah model papan atas yang sering di gunakan jasanya, entah jasa apa yang dimaksud. Namanya sudah mendunia di dunia permodelan sebagai bintang iklan yang terkenal dengan kecantikan dan kemolekannya.


Wanita itu selalu mencoba menggoda rekan bisnisnya untuk dijadikan sumber uang tambahan. Dengan kecantikannya, siapa yang bisa menolaknya? Hingga perusahaan Ramona mengontraknya untuk menjadi model iklan dari tas tangan Bell's Bilka. Stefanie sontak angkat dagu sombong, menjadi model di Ramona Company tentu sebuah peluang besar untuk semakin terkenal.


Keinginannya semakin besar ketika melihat pria tampan yang selama ini menjadi idaman para wanita berada di depan matanya. Sosoknya sangat sempurna dan kekayaan melimpah yang membuat siapa saja haus mata.


Namun, dia pria kejam yang bahkan enggan untuk menatapnya. Seperti rumor yang beredar tentang seorang Marcelio Alexander Ramona merupakan sosok yang dingin dan tak tersentuh benar adanya. Pria itu seakan buta hingga tidak bisa melihatnya yang sempurna ini.

__ADS_1


"Anda adalah model yang di rekrut oleh perusahaan ini. Tidak peduli siapa anda, bersikaplah profesional. Tuan muda tidak akan tertarik dengan barang bekas," sarkas Seinth dingin. Sopir yang merangkap menjadi pengawal itu akhirnya pergi, kembali ke tempat sang nona berada.


"Sialan," desisnya pelan. Ada banyak orang disini, imagenya yang anggun dan lembut sudah dirusak oleh pria tak tahu diri itu.


Semua orang diam-diam tertawa, mereka berpikir jika Stefanie terkenal karena menaiki ranjang para pebisnis. Sekarang, wanita itu ingin menggoda CEO mereka yang matanya hanya akan melihat istrinya itu? Mimpi saja!


Seorang wanita seumuran Stefanie mendekat dan menyeretnya ke parkiran. Wajahnya sedikit kesal melihat kelakuan Stefanie yang sudah bisa dia tebak apa itu.


"Apa yang kau lakukan! Sudah kukatakan jangan mengganggu tuan Marcel, dia tidak sama seperti orang-orang yang berhasil kau goda," sunggutnya kesal.


"Aku tidak akan berhenti! Mustahil jika dia tidak tertarik denganku." Balasnya tak kalah kesal.


"Kau ingin karir mu berhenti sampai disini? Jangan keras kepala!"


"Dia punya sekretaris wanita, bagaimana mungkin aku percaya." Stefanie tetap pada pendiriannya, dia tak akan mendengarkan kicauan dari wanita yang merupakan Manajernya ini.


"Sekretaris? Dia tak punya sekretaris, apalagi wanita!"


"Aku melihatnya sendiri, dia membawa anak. Bahkan Asisten Bean tidak mencegahnya masuk," ungkap Stefanie ketus.


Flo sang Manajer terdiam. Dia masih tidak percaya dengan perkataan Stefanie. Tuan Marcel jelas-jelas tidak menyukai wanita berada di dekatnya, apalagi hanya berdua. Mereka saja harus bertemu Asisten Bean terlebih dahulu, itupun jika mendapat persetujuan.


Flo mengingat kata anak yang terucap dari mulut Stefanie, dia lantas tersadar dan mengeluarkan ponselnya. "Apa ini wanitanya?" Flo memperlihatkan foto wanita cantik yang dibukanya dari media sosial.


"Yes, itu dia!" Stefanie langsung kesal melihat kembali wajah wanita yang mengejek dan menjelekkan dirinya.


"Astaga ... kau tidak tahu siapa dia?" Flo sedikit syok.


"Aku kan sudah bilang jika dia Sekre—"

__ADS_1


"Dia Qiara Arabelle! Istri tuan Marcel!" sentak Flo keras.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2