Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 110 | Jangan Terlalu Baik


__ADS_3

"I ... iya. Itu milikku." Wanita itu masih sadar dengan posisinya, tidak mungkin melawan wanita yang menjadi istri dari pria yang paling disegani di dunia.


Semua orang lagi - lagi tidak ingin melewatkan kesempatan. Semua sudah siap memasang mata dan telinga. Siapa yang tidak kenal Bella, wanita itu sangat tegas dan pintar, tidak peduli seperti apa identitasnya. Bahkan gosip tentang tiga karyawan wanita yang terkena amukan nya pun sudah sampai hingga keluar.


Semua keluarganya memang sudah masuk lebih dulu, tapi melihat banyak keramaian di luar, mereka langsung kembali setelah mendapat pesanan. Melihat aura Bella yang sedikit tidak baik, pasti ada sesuatu yang membuatnya marah. Hyuran melarang mereka untuk mendekat, Bella pasti tahu apa yang dia lakukan. Jangan ikut campur.


"Kieran Hayes ... CEO QA International Grub?" datar Bella tenang.


"Yes, it's me," lancarnya. Semua orang seketika heboh. Nona Qi?


Bella tertawa datar namun terdengar menyeramkan di telinga mereka. "Sejak kapan QA memiliki dua CEO? Apa kau melakukan operasi plastik sehingga wajahmu berubah?"


Wajah Kieran memucat, mulut wanita ini sangat berbahaya. Ada banyak orang disini, belum saatnya dia ketahuan. Ravenna juga ada disebelahnya, tapi lidahnya kelu dan tangannya bergetar. Dia juga takut pada Bella sejak lama, you know! bahkan ketika kuliah, dia tidak berani mengganggu.


"Mrs. Qiara adalah istri tuan Marcel, dia pasti sudah pernah bertemu dengan nona Qi."


"Benar. Hubungan QA dengan Ramona sangat baik, jadi mustahil tidak mengenal."


"Mrs. Qiara jelas menyindir, artinya wanita itu penipu."


"Memangnya siapa yang tidak mau menjadi nona Qi ...."


Semua orang mulai menatap Kieran dengan cemooh k ingin mengaku - ngaku untuk mendapat keuntungan? Lihat saja setelah antek - antek CEO mulai bertindak. Habislah wanita itu.


"Apa maksud anda, Mrs? Aku punya bukti ... ini." Kieran menunjukkan kartu identitas.


"Jangan karena anda istri tuan Marcel, anda bisa menuduh sembarang, Mrs. Dia sungguh adalah nona Ki." Ravenna membela dengan sedikit keberanian.


"Aku tidak menuduh. Dia memang nona Ki," santai Bella, membuat semua orang kembali dilanda kebingungan.

__ADS_1


"Karena namamu Kieran, jelas kau memang Ki. Namaku Qiara, aku juga bisa menjadi Qi."


Ah ... benar. Bukan berarti nama depan mereka sama, wanita itu bisa memanfaatkan keadaan dan menipu banyak orang.


"Nona, kenapa anda diam saja," bisik Ravenna, menatap Bella dengan penuh kebencian.


"Diam kau!" sentak nya lirih.


"Dia jelas penipu! Aku pernah magang sebagai Sekretaris CEO dan itu bukan dia," ungkap Sofia di kerumunan.


"Nona Qi itu sangat cantik dan baik meski sedikit mengerikan. Bahkan tidak marah ketika seseorang tidak sengaja menumpahkan jus dipakaiannya. Tapi wanita ini langsung membentak padahal dia yang menabrak," ungkap Sofia lagi.


"Benar! Jangan merusak nama baiknya ... jika ingin kaya jangan menipu." Ikut Elora meneriaki, meski dia sendiri tidak tahu seperti apa itu Nona Qi.


Bella memijat pangkal hidungnya pusing. Anak-anak ini, terkadang bisa bar-bar juga. Tapi hal seperti itu tidak perlu di ungkit juga, kan? Namun semua orang langsung setuju. Nona Qi jelas bukan wanita sombong, meski dia sedikit menakutkan, setidaknya dia masih wanita baik dan dermawan.


Sial!


"Itu tidak benar! Apa bukti belum cukup." Ravenna masih tidak terima. Dia tidak mungkin tertipu.


"Aku beri kesempatan untuk pergi dan menutup semua media hari ini. Tapi jika kau mengulanginya lagi ... aku tidak akan peduli lagi. Apa yang terjadi nantinya, kau harus menanggungnya sendiri."


Kieran mengepal, dia akan mencari tahu identitas Bella dan mempermalukan wanita ini. Dia terlanjur benci padanya sehingga menutup matanya terhadap musuh yang dia sendiri tidak sanggup untuk dicapai.


Dia langsung berbalik dan pergi begitu saja, semua orang langsung meneriakinya sebagai penipu dan mencemooh. Bella berbalik dan meminta semua orang yang menyaksikan untuk berkumpul di dalam Cafe. Sebelumnya, dia sudah menghubungi Bean untuk membawa sesuatu.


"Semua berita hari ini tidak boleh tersebar. Aku akan memberi kalian masing-masing surat pernyataan sebagai jaminan agar berita tidak bocor ...."


"Jika ada satu saja video yang tersebar, maka kalian semua akan dituduh sebagai pencemaran nama baik," final Bella tegas. Tidak ada yang menyela, memangnya siapa yang mau melawan. Tapi bukankah Mrs. Qiara terlalu baik karena melepaskannya bahkan menutup beritanya agar tidak sampai keluar?

__ADS_1


"Untuk apa seperti ini, Kak. Biarkan saja dia menanggung malu." Sofia tidak suka dengan sifat kakak iparnya yang menurutnya terlalu baik.


"Benar! Jangan terlalu baik, Kak. Atau dia akan besar kepala," hardik Elora juga.


"Sayang, ini terlalu berlebihan. Kau tidak perlu melindunginya." Clarissa mencoba mengingatkan.


Keluarganya tidak tahu darimana sifatnya yang seperti ini datang. Hyuran dan James saja tidak sebaik ini, lalu hatinya mengikuti siapa? Mereka tidak tahu jika selama enam tahun hidup sendiri, ada banyak hal yang Bella pelajari.


Dia bukan wanita pendendam yang akan membalas semua orang yang jahat padanya. Tapi setidaknya dia sudah memberi peringatan dan juga kesempatan untuk berubah karena itu lebih baik daripada menambah musuh.


Semua yang dilakukannya tentu dengan pertimbangan. Mungkin dia memang memberi kesempatan, tapi ingat ... hanya satu kali. Jika yang diberi kesempatan tidak mau mendengarkan, maka jangan salahkan dia bertindak kejam.


Tak lama Bean datang dengan membawa sebuah koper kecil dan amplop besar. Begitu dibuka, semua orang melongo melihatnya. This is money! Bean menyuruh mereka mendekat satu-persatu, lalu menyodorkan kertas untuk ditandatangani dan juga segepok uang sebagai kompensasi.


"Anda harus menjelaskan pada tuan setelah ini," gumam Bean sangat pelan.


Bella mencebik. "Aku akan memberimu uang juga," bisiknya.


"Tuan akan memberi saya cuti dan menanggung biaya pernikahan saya," jawabnya datar.


"Aku juga bisa!"


"Saya masih sayang nyawa," kilah nya lagi. Jelas Alex tidak akan setuju dengan tindakan yang satu ini, dia tidak suka jika Bella harus berbaik hati pada musuhnya sendiri.


Mengenai Roselea saja, Alex sempat murka ketika tahu jika istrinya ini malah membantunya bahkan memberi pekerjaan besar bersama salah satu anteknya. Jangan terlalu baik! Itu yang sering dia dengar dari keluarganya. Meski begitu, tetap saja hati Bella seperti ini sejak awal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Yang bilang Episode ini pendek, Awass. Tak lempar pake dompet Bella entar, biar kaya mendadak....

__ADS_1


__ADS_2