Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 120 | Malam di Kota Seoul


__ADS_3

Malam yang indah dengan hiruk pikuk keramaian para pejalan kaki di kota Seoul. Seoul merupakan kota yang sangat indah dan romantis, terutama saat malam hari. Menghabiskan waktu malam di Seoul merupakan hal yang sangat mengasyikkan.


Kota Seoul seperti sebuah kota yang tidak pernah mati, selalu ramai oleh wisatawan terutama saat malam hari dimana keindahan kota Seoul akan terpancar dengan sempurna, semarak dengan berbagai fasilitas yang ada.


Bisa dibilang Seoul bukan hanya sekedar kota metropolitan semata namun juga menonjolkan berbagai mana suasana sudut ibu kota yang penuh akan kemeriahan dan keramaian.


Dan disini lah dua pemilik bumi itu singgah, duduk ditepi sungai ibu kota Seoul yang terkenal yaitu sungai Han. Saat mengunjungi Seoul, sulit untuk melewatkan sungai Han karena sungai ini mengalir di sepanjang kota dan di sekitar beberapa objek wisata terbaik di Seoul.



Bella tersenyum bahagia di sandaran Alex. Dia tidak menyangka akan kembali ke tempat kelahiran yang sudah lama dia tinggalkan. Ada banyak kenangan masa kecilnya di tempat ini. Bella pernah berharap akan kemari lagi dengan kehidupan barunya yang lebih bahagia dari sebelumnya.


Awalnya itu hanyalah angan belaka karena dirinya sendiri tidak tahu apa itu arti bahagia yang sebenarnya. Selama dua tahun tinggal disini, dia hanya mampu menikmatinya sendiri. Soo-Jin maupun Jung tidak mungkin bisa menemaninya setiap saat.


"I love you." Seseorang berbisik lirih di telinganya. Bella mendongak sambil tersenyum. "Love you too."


Namun, ada pepatah yang mengatakan,


Bermimpilah setinggi langit. Jika kau jatuh, kau akan jatuh di antara bintang-bintang.


Setiap orang pasti memiliki mimpi, tak terkecuali dirinya sendiri yang dikatakan memiliki segalanya. Nyatanya, dia yang memiliki segalanya itu masih ingin bermimpi dengan sesuatu.


Ada sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang, termasuk kesetiaan dan kebahagiaan. Dan aku hanya bermimpi untuk bahagia meski tanpa materi ...


Uang masih bisa dicari, tapi kebahagiaan itu sulit untuk dicari.


Jika kebahagiaan bisa dibeli, aku akan memberikan berapapun sebagai harganya.


Tapi, takdir selalu punya ceritanya sendiri. Tuhan mengabulkan mimpi kecilnya setelah memberinya begitu banyak materi. Dipertemukan dengan seorang pria arogan yang tidak bisa dibantah bukanlah salah satu mimpinya. Namun, Tuhan tahu ... lewat pria itulah semua keinginannya akan terwujud.

__ADS_1


Hanya perlu menunggu waktu. Orang yang tepat di waktu yang tepat.


Bella merapatkan mantel Jourell di pangkuannya. Bayi tampan itu terlihat sangat aktif malam ini, tangan dan kakinya tak bisa diam sejak tadi. Jourell sepertinya juga merasakan kebahagiaan orang tuanya.


"Taman itu adalah tempat dimana pertama kali kita bertemu." Alex menunjuk sebuah taman bunga di ujung sana.


"Aku penasaran ... apa kau benar-benar mengatakan pada ibumu jika kau bertemu kakak tampan," katanya tersenyum geli.


"Itu memalukan." Bella terkekeh malu, dia jadi mengingat kembali kejadian itu. (Bisa dibaca kembali di Episode 38 | Hamil, jika lupa).


"Bahkan ibuku yang mencetak fotonya," ungkapnya. Bukan memberitahu lagi, tapi Bella langsung menyerahkan hasil jepretan nya dengan antusias dan pada hari itu juga Hyurin langsung mencetaknya.


Jika kalian bertanya dimana Sofia dan Elora, maka jawabannya adalah kedua gadis itu tidak bersama mereka, melainkan sedang bersorak-sorak di depan sebuah panggung besar ditemani Soo-Jin dan Jung. Di atas sana, para pria berwajah tampan sekaligus imut sedang bergerak-gerak lincah menghibur lautan penonton.


Jangan bertanya apa itu! Mustahil jika tidak tahu. Masih ingat dengan janji Bella yang satu lagi? Selain berlibur ke Korea, ibu muda satu anak itu juga menjajikan kursi VIP di konser besar yang akan di adakan di salah satu tempat wisata di Korea.


Bella tidak ikut karena tentu suaminya yang super posesif dan pencemburu itu tidak akan mengizinkan nya bersorak untuk pria lain. Jangan khawatir ... Bella memang menyukai drama, tapi untuk musik, dia tidak tertarik.


Baru akan pergi, sesuatu yang berlari tidak sengaja menabrak Bella. Seorang gadis kecil terduduk sambil mengusap bokongnya yang sakit.


"Eomeo, gwaenchanh-a?" Bella yang terkejut segera membantunya berdiri. (Astaga, kau baik-baik saja?)


"Mian haeyo, Eonni," katanya memelas. (Maaf, Kakak.)


Bella tersenyum, anak ini sepertinya masih berusia empat atau lima tahun. "Tidak masalah. Kenapa berlari?" Bella berjongkok menyelaraskan tinggi.


"Aku sedang bermain dengan anak yang lain, tapi tidak sengaja menabrak Eonnie" jelasnya.


"Jangan berlarian seperti itu di malam hari, bahaya jika tidak ada yang melihat. Kalau kau diculik bagaimana? Kembalilah pada orang tuamu," tegur Alex dibelakang Bella.

__ADS_1


Anak itu tampak takut melihat Alex, membuat Bella berdecak. Hei! Jangan terlalu kasar pada anak-anak. Orang dewasa saja takut padamu, apalagi hanya anak kecil! Yang benar saja.


"Biar ku antarkan ke tempat orang tuamu. Jangan takut, aku tidak jahat," ucap Bella lembut.


"Aku tahu ... aku pernah melihat Eonni dan Oppa di tv," ujarnya polos.


Dia tidak mengira kami artis, kan?


"Sungguh? Wah ... kami pasti sudah terkenal." Bella meladeni tak kalah polos. Diangkatnya gadis kecil itu dalam gendongannya.


Alex terkekeh dibelakangnya. Ya, begitu terkenal hingga membuat banyak orang iri. Terkenal bukan berarti semua orang akan menyukaimu, justru juga banyak yang membencimu. Hanya mengingatkan!


Masih berceloteh, Alex hanya mengikuti keduanya dari belakang. Orang-orang yang mengenal mereka sebenarnya sangat ingin mendekat dan menyapa, tapi tidak memiliki keberanian untuk itu. Beruntungnya gadis kecil itu bisa berada di gendongan dewi mereka.


Namun, keempat orang itu nampak serasi. Terlihat seperti satu keluarga yang lengkap. Ada ayah dan ibu, lalu anak laki-laki dan perempuan, sangat lengkap.


"Kita bisa memiliki anak perempuan juga jika kau mau," bisik Alex ketika melihat begitu nyaman dengannya.


Bella memerah sebentar, Alex tahu apa yang dia pikirkan? Sebenarnya dia begitu senang bertemu gadis ini, dia tak sabar menunggu Jourell tumbuh agar bisa diajak berbicara seperti gadis kecil ini. Lalu bermain bersama, pasti menyenangkan. Tapi, dia juga tak akan melewatkan moment masa kecil Jourell saat ini, bisa saja itu akan menjadi hal yang di rindukannya nanti.


"Jangan menghamiliku sebelum Baby Jo berusia lima tahun!" Bella memberi tatapan peringatan.


Jourell masih terlalu kecil untuk memiliki adik dan urusannya masih banyak untuk mengurus anak lagi. Untuk saat ini ditunda dulu, dia tak ingin lalai hanya karena sibuk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Aku gak janji bakal Up cepat, tapi di usahakan akan Up setiap hari jika tidak sibuk....


...Harap maklum karena aku masih sekolah dan punya tanggung jawab lain....

__ADS_1


...Makasih❤...


__ADS_2