
Dua puluh dua tahun yang lalu ....
Keluarga Kim adalah salah satu keluarga konglomerat, memiliki perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan dan masuk sebagai lima besar keluarga terkaya di Korea.
Membuat tiga saudara di dalam keluarga Kim hidup dengan bergelimang harta. Hyurin dan Hyuran bukan saudara kembar namun sangat mirip, perbedaan umur mereka jelas berbeda jauh.
Hidup dengan segala kemewahan rupanya masih belum membuat beberapa orang puas dengan apa yang ada. Terlahir di dalam keluarga kaya penuh ambisi membuat seorang Hyurin memiliki sifat layaknya gadis sombong.
Namun, hari dimana keluarga Victor menolaknya karena berpikir dia gadis miskin membuatnya merasa terhina, bahkan bayi yang dia kandung tidak membuat mereka menerimanya.
Merasa dijatuhkan, dia kembali ke Korea sebagai nona muda pertama keluarga Kim. Tapi siapa sangka begitu kembali, orang tuanya sudah menjodohkan nya dengan salah satu relasi bisnis mereka.
Hyurin menolak dan menjadikan bayinya sebagai alasan. Mereka tidak menolak dan menerima, namun agar tidak mempermalukan keluarga, akhirnya Hyuran menjadi penggantinya.
"Aku masih tujuh belas tahun, Appa!" Kata-kata Hyuran hanya dianggap angin lalu.
Beberapa bulan setelah kesepakatan, Kim Hye dan Kim Jong kembali dibuat gila oleh ulah putrinya Hyuran yang ternyata juga mengandung.
"Aku hamil."
"Bagaimana dengan pernikahanmu! Mau diapakan wajah kami jika dunia luar sampai tau!" bentak ayahnya.
"Batalkan pernikahan ini." datar Hyuran.
"KAU GILA!"
"Jong, biarkan Hyuran melahirkan bayi itu lebih dulu. Mereka bisa menikah setelah itu." Kim Hye memberi saran.
"Kau pikir mereka akan menerimanya!"
"Mereka tak akan menolak, Appa. Bukankah ini hanya sekedar pernikahan bisnis?" ujar Hyurin.
"Bukankah aku sudah bilang aku tidak ingin menikah! Aku hamil dan hanya akan menikahi ayah dari bayiku," sentak Hyuran.
"Maksudmu pria itu? Dia hanya seorang montir! Apa yang kau dapatkan darinya." Hyurin tidak suka.
Dia tidak mau jika pernikahan ini kembali kepada nya, biarlah Hyuran yang menanggungnya.
"CUKUP! MENIKAH ATAU GUGUR, KAN! HANYA ITU PILIHANMU." Kim Jong mutlak.
Orang tua itu pergi menyisakan Hyuran dan Hyurin.
"Kau puas!" Hyuran menatap tajam Hyurin.
"Ini takdirmu, Hyuran. Maka terima saja." Memberi adiknya senyuman.
__ADS_1
Tidak sampai disitu, takdir sepertinya juga ikut mempermainkan Hyurin, dia harus kehilangan bayi nya saat melahirkan. Dia mencintai bayi itu, berniat membawanya pada Hans dan merebut kembali pria itu.
Hingga beberapa bulan kemudian Hyuran juga melahirkan putri yang sehat dan cantik. Kim Hyuna, nama yang diberikan pada bayi bermata coklat bening seperti dirinya.
Iri, itulah yang dia rasakan. Masih tidak terima dengan kematian putrinya, Hyurin akhirnya membawa Hyuna pergi dan menjadikannya sebagai putri pengganti.
Pada hari itu, Hyuran semakin tidak menyukai Hyurin. Terlebih lagi orang tuanya juga ikut membantu menyembunyikan Hyurin darinya dan memintanya fokus pada pernikahannya.
Namun pada nyatanya, ambisi yang terlalu tinggi dapat menjatuhkanmu ke jurang yang paling dalam.
Keluarga Kim harus kehilangan segalanya setelah mengorbankan seorang bayi kecil demi ambisi mereka. Di khianati, lalu jatuh serendah-rendahnya.
Hingga pria montir yang nyatanya adalah pemilik perusahaan mobil terbesar di Inggris yang merupakan ayah kandung Hyuna datang dan membantu mereka untuk berdiri kembali, Menerima Hyuran kembali sebagai pendampingnya.
.......
...--- o0o ---...
.......
Bella memutuskan menemui Alex di kantor, kenyataan yang dia dapat hari ini membuatnya ingin bersandar pada dada kokoh suaminya. Mencari kenyamanan dalam pelukannya dan menyalurkan semua bebannya.
"Nona, ada banyak wartawan di luar." Seinth berhenti sedikit jauh dari kerumunan.
"Gunakan pintu belakang dekat parkir khusus."
Tidak mood jika harus berurusan dengan pengejar berita hari ini. Benar-benar merepotkan.
Bella dan Seinth memasuki Lift khusus yang dibuat Alex jika ingin digunakan dalam keadaan mendesak. Lift yang akan membawa mereka langsung ke lantai teratas milik Alex.
"Bean."
Pria yang di tegur itu langsung tersentak kaget.
"Nona!"
"Santai saja, tidak usah kaget seperti itu," cibir Bella.
"Tentu saja kaget, Nona. Biasanya anda selalu memberi kabar jika ingin kemari."
"Sayangnya aku sedang malas memberi kabar," acuhnya, berjalan ke ruangan Alex.
"Apa dia sibuk?" Tanya nya menghadap Bean di depan pintu masuk.
"Memangnya kapan tuan sibuk jika itu Nona."
__ADS_1
"Okay."
"Kau tidak berniat mengusir para wartawan di luar? Bukankah sangat mengganggu," tanya Seinth, duduk di salah satu kursi setelah Bella masuk.
"Percuma saja, mereka takkan puas sebelum mendapat konfirmasi. Toh mereka akan pergi sendiri jika lelah," jawab Bean.
"Bagaimana hubunganmu dengan Vivi?"
"Ck! Dia benar-benar keras. Aku tidak tahu lagi bagaimana mengambil hatinya," desah Bean putus asa.
"Jadi kau menyerah?"
"Entahlah."
"Apa dia pernah mengatakan kenapa?" tanya Seinth lagi.
"Kau pikir dia seterbuka itu!"
"Itulah alasannya."
Bean merasa Seinth sedang mengajaknya berputar, sebenarnya apa yang ingin dikatakan pria ini?
"Kau mau tahu satu rahasia?"
Bean langsung menoleh dan menatap curiga. Seinth berbicara seakan-akan mengenal Vivi dengan baik dan dia sedikit cemburu.
"Jangan berpikir macam-macam! Aku tahu karena aku ada disana saat itu."
"Saat apa?"
"Saat nona menemukannya," ungkapnya tanpa ragu.
"Apa kau masih bisa berkata cinta setelah tahu rahasianya? Nona saja tidak pernah mengungkitnya. Nona bilang jika benar cinta, maka tidak akan mempermasalahkannya," bisik Seinth serius.
"Kalau begitu apa?" Ikut berbisik, Bean menarik kursi dan duduk didepannya.
Seinth memasang wajah serius dan menatap Bean. "Dia ...."
"Dia?" Ikut tegang.
"Tanyakan sendiri pada Nona!" Mendorong kepala Bean yang sangat dekat dengannya.
"Jaga jarakmu, aku masih normal," santai Seinth.
"Sialan kau!" Mengapit kepala Seinth kesal. Dia sudah serius, tapi pria ini malah mempermainkannya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Hari ini aku dobel up. 2 Episode aja ye, besok lagi😆...