Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 47 | Apa Aku Gendut?


__ADS_3

Eillen meringis melihat Bella makan dengan lahapnya, seperti anak yang tidak diberi makan selama setahun. Tapi tidak bisa disangkal, sejak kecil porsi makan putrinya memang tidak bisa dibilang sedikit. Ditambah dengan kehamilannya.


Kyle saja tidak bisa berhenti melihat Kakaknya dengan wajah bodohnya. Dia sudah selesai makan se – jam yang lalu, tapi Bella masih sibuk mengunyah berbagai makanan pedas yang pasti bisa membuat perut kecilnya meronta ronta ingin dikeluarkan isinya.


“Kak, kau seperti orang kelaparan tahu tidak?” katanya sambil mendorong piring lain yang berisi daging pedas kehadapan Bella.


“Memangnya kenapa? Aku kan memang lapar,” acuhnya dengan mulut menggembung penuh makanan.


“Tidak heran perutmu sangat besar padahal masih 6 bulan.” Eillen mencibir.


“Biar saja, biar cepat lahir!”


“Apa hubungannya bodoh! Apa otakmu mulai rusak,” cerca Eillen.


Kyle terkekeh melihat wajah masa bodoh Bella. Mungkin bagi kakaknya selama perut terisi penuh, tidak perlu memikirkan hal lain dulu. Bella menyenderkan tubuhnya di kursi, mengusap perutnya sambil memejamkan mata.


“Sudah?” Bella mengangguk.


“Kita langsung pulang saja.” Eillen berdiri dan membantu Bella.


“Bahkan berdiri saja kesulitan. Lihat tubuh kakak sudah seperti bola.” Kyle tertawa.


“Apa katamu!” Bella cemberut, apa benar begitu?


“Kylee ...” tegur Eillen. Sudah tahu jika Bella hamil, hormonnya pasti naik turun! Hal yang dulu tidak dipermasalahkan bisa saja menjadi masalah sekarang.


“Eomma ...”


“Apa aku gendut?”


Benar kan?


.


.


.


.


Alex yang baru saja selesai rapat mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya. Bean berdiri didepannya sambil menjelaskan agenda selanjutnya.


“Mrs. Englert juga mengirim pesan jika dia membawa Nona makan siang di luar.”

__ADS_1


Alex langsung mendongak, menatap Bean dengan tatapan membunuh. Bean yang baru menyadari kesalahannya langsung menunduk takut.


“Sejak kapan ...” geram Alex.


“Sa ... satu setengah jam yang lalu, Tuan,” takutnya.


Brakk ....


“Kenapa baru memberitahuku sekarang!” Bean tersentak ketika Alex memukul mejanya.


“Dimana mereka sekarang?"


“Di Hyuna, Tuan.” Masih menunduk.


Alex mengambil jasnya dan berjalan keluar, Bean mengikuti karena tahu apa yang dilakukan Tuannya itu.


Di Lift, Alex langsung menghubungi Bella. Wanita ini ... kenapa tidak bisa diam! Alex yakin, Bella pasti memaksa Eillen untuk membawanya pergi. Inilah yang dia takuti, istrinya ini terkadang nekat. Pendiriannya sangat kuat! Dia saja kadang harus mengalah.


“Kau dimana!” Berjalan menuju loby.


“Disini.”


“Dimana?”


“Di depanmu!” ketus Bella kesal.


“Baiklah, Al. Aku pergi dulu.” Eillen memasuki mobilnya setelah memeluk menantunya, disusul Kyle yang tiba – tiba terkekeh.


“Dah, Kakak ipar ....”


Ada apa dengan mereka?


_


_


_


Di ruangannya, Alex menghela nafas berat saat melihat Bella masih cemberut tidak mau bicara. Ada apa lagi dengan wanita ini?


“Sayang ....”


“Ya, Bebe?” Mencium pipi gembul istrinya.

__ADS_1


“Katakan dengan jujur.”


Hah? Apa yang harus jujur?


“Apa aku gendut?” Alex melongo. Apa dia baru saja bertanya kondisi tubuhnya?


“Benar kan! Kyle bilang tubuhku seperti bola!” rengeknya saat melihat Alex hanya diam.


“Kau pasti malu kan? Makanya melarangku keluar rumah,” katanya kesal, menatap Alex tajam.


Alex tersadar, baru akan membuka mulut, Bella kembali menodongnya.


“Apa! Kau ingin bilang aku tetap cantik kan?” sentaknya melotot, bibir manyun nya sangat ingin Alex gigit.


Terkekeh gemas, pria itu meraup wajah istrinya. Memberi kecupan berkali kali pada wajah dan bibirnya yang sudah mirip seperti ikan buntal.


Jujur saja, dia setuju dengan Kyle. Meski begitu, rasa cintanya pada Bella tidak akan pernah berkurang. Justru selalu bertambah setiap harinya.


“Bebe ... bukankah wajar jika kau tidak langsing lagi? Dan untuk apa aku malu disaat wanita ini sedang mengandung anakku?” Menaruh telunjuknya di hidung Bella.


“Berarti benarkan aku gendut?” Alex menghela nafas.


“Jika aku bilang ya kau pasti marah. Jika aku bilang tidak, kau pasti kesal karena menganggapku berbohong. Benar tidak?”


“Menyebalkan,” gumamnya mendelik. Alex kembali terkekeh. Menarik istrinya agar bersender di dadanya, memeluknya dari belakang sambil mengelus lembut perut istrinya.


“Ingat, tidak peduli seperti apa penampilanmu. Aku sudah jatuh cinta sejak melihat gadis urakan dengan kaos oblong di Lift yang menjadi saksi pertemuan kami.”


Bella memerah malu, pria ini bahkan masih mengingat baju yang dia pakai. Untungnya dia tidak tahu jika Bella memang belum mandi hari itu, terlalu malas!


“Urakan? Buktinya kau tidak bisa berpaling dariku saat itu.” Tersenyum bangga.


“Bagaimana bisa aku berpaling, disaat keindahan surga ada di depan mataku.”


Akh ... bisa gila aku ... batin Bella.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Selama gk sibuk, Author usahakan untuk UP tiap hari. Kalo bisa!!...


...Itu aja, dann.........


...Ayo VOTE nya dong, Author lagi butuh Vote vote vote dari kalian semua....

__ADS_1


...Selebihnya ya pasti LIKEEE....


...Gamsahabnida😉❤...


__ADS_2