Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 74 | Terungkap


__ADS_3

Mobil mewah berhenti di depan sebuah gedung raksasa. Seorang pria tampan bertubuh tegap, rahang tegas dan sorot mata mengintimidasi keluar setelah pintu mobil dibuka oleh sang asisten.


Para wartawan ataupun reporter langsung berlari mendekat, namun sayang para bodyguard sudah siap menghadang mereka semua.


Alex menarik jasnya dan berjalan santai memasuki perusahaan tanpa menghiraukan para wartawan yang berdesakan dengan berbagai pertanyaan.


"Tuan Marcel, apa benar berita tentang istri anda?"


"Apa tanggapan anda, Tuan?"


Tuan, tuan dan tuan, cukup membuat telinga Alex memanas. Jika bukan petuah istrinya yang melarangnya berbuat semaunya, sudah ia hancurkan semua yang meliput berita istrinya.


Masalahnya istrinya ini sedikit berbeda, dia tidak ingin membuat masalah karena mengganggu kesenangan Bella. Lagipula Bella bukan wanita sembarang, hal seperti ini sudah seperti makanan sehari-hari.


-


-


Sedangkan wanita yang menjadi topik utama itu sedang asik dengan makanannya, di depannya ada seorang gadis kecil berwajah imut.


Kyle sudah memasuki taman kanak-kanak dan hari ini ia meminta kakak perempuannya yang menjemputnya. Alasannya karena rindu ingin makan bersama.


Jadi, Bella membawanya ke Hyuna Restaurant yang pastinya aman untuk nya yang sedang menjadi buronan. Memangnya siapa yang mau melaporkan bos mereka sendiri?


"Katakan saja daripada menatapku terus," jengah Bella.


"Berita tentang kakak itu sangat panas, tapi kau masih bisa santai seperti tidak terjadi apa-apa," herannya.


"Memangnya aku harus apa? Menangis atau melemparkan semua barang ku ke lantai seperti yang ada di drama?" katanya, kembali memasukkan sendok ke mulut.


"Oh God, sebenarnya kau terbuat dari apa?" sunggut Kyle kesal.


"Makan saja kau anak kecil, tidak usah memikirkan masalah orang dewasa." Memasukkan daging ke dalam mulut kecil itu.


"Kakak! Aku bisa makan sendiri!" sentaknya.


Bella mengangkat bahu nya acuh. Siapa peduli?


Sebenarnya ada hal lain yang ingin dikatakan Kyle, tapi ia ragu apakah tindakan ini benar? Tapi menyimpannya sendiri seperti ini selalu membuatnya gelisah.

__ADS_1


"Kak," panggilnya.


"Hm?" Bella meletakkan sendok nya begitu melihat Kyle sedikit aneh.


"Sejak tadi kau aneh tau tidak?"


Gadis ini tubuhnya saja yang kecil, tapi banyak pikiran seperti orang dewasa.


"Kak, ini ...," katanya ragu.


"Ini soal Mom," cicitnya pelan, Bella diam menunggu.


"Ini, kakak liat sendiri saja!" Memberikan ponsel nya pada Bella.


Bella menerima dengan heran. Sebuah Video? Meski sedikit bingung, ia tetap menekan tanda mulai dan mulai menampilkan seluruh adegan.


Adegan pertengkaran ibunya dengan seorang wanita cantik yang sangat mirip dengan wanita satu anak di depannya ini.


Kyle memandangi kakak nya dengan seksama, ingin melihat reaksi nya. Namun, Bella hanya memasang wajah datar nya hingga ketika nama Hyuna keluar, Bella sedikit menunjukkan reaksi.


Hanya sebentar sebelum akhirnya kembali datar seperti semula. Bella terlihat mengirim video itu ke ponselnya, Kyle hanya diam. Sikap santai Bella seakan menunjukkan tidak ada yang cukup serius dan Kyle merasa lega karena itu.


"Kau menghapusnya?" ucap Kyle Setelah melihat tidak ada lagi video itu di ponselnya.


"Itu tidak penting, untuk apa menyimpannya."


"Ayo, ku antar kau pulang." Kyle hanya menurut dan mengikuti Bella.


Selama perjalanan Bella tidak bicara, mungkin ia terlihat tenang tanpa beban. Tapi, beribu pemikiran terlintas di kepalanya. Setelah mencari tau semua kebenaran dan kejanggalan, akhirnya ditemukan satu jawaban yang ia yakini benar.


Kenapa kau lakukan ini, Eomma?


-


-


"Kenapa lama sekali? Aku sudah bosan menunggu kalian berdua!"


"Anak kecil ini mengajak ku makan dulu." Menunjuk Kyle dengan dagunya.

__ADS_1


"Berhenti memanggil ku anak kecil!"


Eillen memutar bola matanya jengah, bertengkar saja terus!


"Naiklah dan ganti seragam mu." Kyle cemberut dan pergi.


"Bagaimana keadaanmu?" Eillen menarik Bella duduk disampingnya, pasti ikut khawatir setelah mendengar kabar yang beredar.


"Eomma tau aku," santai nya.


Bella berusaha bersikap sesantai mungkin, meskipun kebenarannya cukup menyakitkan. Wanita yang dipanggilnya Eomma itu ternyata adalah wanita yang memisahkannya dengan ibu kandungnya.


Tapi rasa sayang nya pada Eillen lebih besar daripada amarahnya. Apakah Eillen menganggapnya sebagai putrinya atau sekedar pengganti putri nya yang telah pergi?


"Ya, aku tau kau tidak seperti itu."


"Dimana Jourell? Jangan terlalu sering meninggalkannya, Sayang."


"Bukan aku yang meninggalkannya, tapi dia yang meninggalkan ku!"


Clarissa yang sangat mencintai cucunya itu tak pernah absen membawanya bepergian. Usianya sudah hampir empat bulan dan juga ia tidak pernah cerewet lagi. Itu sebabnya Clarissa mudah membawa nya pergi.


"Eomma ...."


"Hm, ada apa?"


"Tidak ada, aku pulang dulu." Bella tidak jadi bertanya.


"Kau baik-baik saja, kan?" Eillen merasa aneh dengan sikap Bella.


"Yes, I'm fine. Aku pulang." Mengecup pipi Eillen.


"Hati-hati. Jangan mengebut, Seinth."


"Tentu, Mrs."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Terimakasih buat kalian yang sempat LIKE dan ninggalin komentar....

__ADS_1


...Aku selalu baca komentar kalian kok👍 respon nya baik dan aku suka. Aku selalu ninggalin jempol di komentar kalian sebagai tanda kalau aku udh liat, dan jika sempat pasti aku balas....


__ADS_2