Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 37 | Sandiwara Manis


__ADS_3

“Nona tolong!” Bella terkejut saat Smith mengetuk pintunya kuat. Bella membuka pintu dan mendapati pria paruh baya itu dengan wajah panik.


“Ada apa , Paman?”


“Mari ikut saya, Nona!” Bella mengikuti Smith dengan sedikit berlari. Bella benar-benar bingung dibuatnya. Mereka sampai diruang keluarga dimana Clarissa menangis sesugukan dan ditenangkan oleh beberapa pelayan.


“Mom ... ada apa?”


“Bella ... Sof ... Sofia ...”


“Ada apa, Mom. Sofia kenapa?” Bella menjadi panik dan membawa Clarissa kepelukannya.


“Seseorang menculik Sofia dan meminta bayaran.”


Bella segera menghubungi Vivi untuk memastikan. Vivi mengatakan jika Sofia sudah pulang sejak tadi. Tapi ini sudah malam! Dan Sofia belum kembali.


“Berapa yang dia minta?”


“Mom tidak tahu, tapi dia meminta kita untuk datang tanpa membawa pihak keamanan. Atau Sofia akan menjadi jaminannya.” Bella seketika geram mendengarnya. Berani bermain dengannya? Kita lihat siapa yang akan kalah!


“Mom tenanglah. Aku berjanji semua akan baik-baik saja. Biar aku yang mengurusnya.” Bella segera berlari ke kamarnya. Dia mengambil cek kosong dan memasukkannya kedalam tas. Tangannya meraih sesuatu di bawah nakas.


Sebuah senjata api yang selalu setia menemaninya tanpa sepengetahuan Alex. Setelah memastikan peluru terisi penuh. Bella menyelipkannya di balik pinggangnya.


Bella menduga jika orang itu tahu jika Alex dan Alfred sedang berada di Spanyol untuk urusan bisnis. Jadi memanfaatkan situasi tersebut. Tapi orang itu salah karena mengira Bella tidak mampu.


Sebagai wanita dengan kekuasaan tinggi, hal seperti ini sudah menjadi hal biasa. Apalagi dia menjalani kehidupan tanpa perlindungan. Bukankah dia harus bisa melindungi dirinya sendiri?


“Berikan alamatnya, Mom.”


“Mom ikut!”


“No. Ini berbahaya, Mom!”


“Mom mohon, Bella. Mom tidak mungkin membiarkanmu sendiri.”


“Oke Fine! Tapi jangan sampai Mom terluka atau aku akan membenci diriku sendiri.”


“Mom janji!”


Bella melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Clarissa selalu memperingatinya agar hati-hati. Bella sendiri tahu apa yang dilakukannya. Jangan berpikir jika Bella benar-benar datang sendiri. Dia tidak bodoh!


Seperti biasa, Seinth yang merupakan pengawal pribadinya untuk akan mengikutinya secara diam-diam. Mungkin tidak ada yang mengenalnya kecuali antek-antek Bella.


Ya, sejak dulu hingga sekarang Seinth memang selalu mengawasinya. Namun karena tidak ingin menarik perhatian, Bella memintanya menjadi orang biasa. Itu sebabnya tidak ada yang menyadari keberadaannya.


Mereka sampai di sebuah rumah kecil yang sudah terbengkalai. Jalanan disini hanya seperti jalan setapak yang dikelilingi hutan-hutan kecil yang nampak suram. Clarissa sendiri bergidik ngeri melihat tempat ini.


Bella melirik Seinth yang bersembunyi di salah satu pohon besar. Seinth mengangguk sebagai isyarat tanda siap jika terjadi sesuatu. Tempat ini tampak sepi. Bella memeriksa rumah kosong dengan hati-hati, namun tidak ada apa-apa disana. Dia menatap Clarissa dan dibalas gelengan olehnya.

__ADS_1


Apa dia salah alamat?


“Kita tidak salah tempat kan, Mom?”


“Mom juga tidak tahu, Sayang.” Clarissa kembali panik.


Disaat Bella hendak berjalan memasuki hutan, sebuah cahaya terang bersinar dibelakangnya. Bella seketika berbalik dan langsung membeku ditempatnya. Rumah kosong yang tampak menyeramkan tadi kini tampak sangat indah dengan untain lampu tumblr yang menghiasinya.


Namun bukan itu yang membuatnya terkejut melainkan sebuah rangkaian kata yang selama ini tidak dia bayangkan. Di atap rumah itu tersusun rapi sebuah tulisan Marry Me?



Dia menatap Clarissa yang sedang tersenyum lembut kearahnya lalu menunjuk ke arah belakangnya. Bella berbalik dan mendapati Alex sudah berlutut dengan kotak berisi cincin berlian didalamnya.


“Kau adalah alasanku tersenyum. Kau adalah semangatku untuk mencapai kesuksesan. Segala yang kulakukan adalah tentang dirimu. Satu – satunya hal yang bisa kujanjikan padamu saat ini adalah hatiku yang tulus. Akan kulakukan yang terbaik untuk mencintaimu dengan cara yang sama seperti hari ini seumur hidupku. Will you marry me?” Bella tak kuasa menahan air matanya. Malam yang dia pikir akan menjadi malam yang menegangkan kini menjadi malam yang sangat manis.


Disekitarnya sudah banyak teman-temannya berkumpul. Bahkan Jung dan Soo-Jin juga hadir untuk menyaksikan hari bahagia ini. Selo dan Sam rupanya juga tidak mau ketinggalan. Bella menatap Alex yang masih menunggunya. Alex tersenyum tampan namun siapa yang tahu jika tersirat kegugupan disana.


“Kupikir apapun jawabanku, hasilnya tetap sama kan?”


Alex terkekeh pelan. See ... disaat seperti ini pun Bella masih sempat bermain-main. Tapi memang benar, apapun jawabannya, hasilnya akan tetap sama. Dia tetap akan menikahi wanita ini meskipun dia mengatakan tidak.


“Astaga ... jangan merusak suasana Bells!” Kris yang sudah serius menjadi tidak sabar dengan sikap Bella.


“Diakan memang wanita kaku!” Leo ikut mencibir.


“Kau lebih manis.” Jung dengan tidak tahu malunya berbicara lain.


“Berisik. Yang dilamar adalah Nona. Kalian tidak usah sibuk!” Monica membela.


“Tinggal jawab saja, apa sulitnya!” Mike yang ikut kesal pun angkat bicara. dia masih kesal dengan insiden buah Strawberry yang membuatnya harus mengalami diare selama 2 hari. Yang lain hanya memijat pelipisnya pusing.


“Hentikan!” Suasana seketika hening saat Alex berkata dengan dinginnya. Rasanya dia ingin menendang mereka semua karena merusak momen romantisnya. Dia disini ingin melamar Bella. Bukan mengadakan kompetisi debat! Mereka akhirnya bungkam.


“Bebe ... apa kau akan membiarkanku terus berlutut?”


“Aku tidak pernah memintamu berlutut.” Lagi-lagi hal itu membuat Leo, Mike dan Kris kesal. Kenapa wanita ini sangat menyebalkan!


“Come on, Bebe ...” Bella tertawa puas. Dia tahu tingkahnya menyebalkan. Tapi dia sangat suka melihat wajah kesal mereka semua. Rasanya menjadi hiburan tersendiri baginya. Jujur saja, sikap normal nya saat ini belum kembali.


Bella kembali ke mode serius. Dia menatap Alex diam yang masih berlutut. Entah kenapa suasana menjadi sangat tegang. Semua orang menatap serius kearah dua sejoli itu tanpa suara.


“Kenapa kalian sangat serius?” Bella dengan polosnya kembali merusak suasana. Suasana yang tadinya cukup tegang kini berganti dengan umpatan banyak orang.


Shit ...!


Damn it ...!


Leo menjambak rambutnya kesal. Mike menendang keras pohon disampingnya. Kris dan Jung saling membenturkan kepala mereka. Yang lainnya hanya mengumpat dalam hati.

__ADS_1


Sedangkan Alex sendiri berusaha menghela nafas sabar.


Ya tuhan, ada dengan Bella? Kenapa sikapnya belakangan ini sangat menyebalkan. Untung cinta!


“Bebe!” Alex menggeram rendah. Bella kembali terkekeh. Ini akibatnya karena sudah mengerjainya dengan drama penculikan. Bella menarik lengan Alex agar berdiri, melingkarkan lengannya di leher Alex.


“Aku mencintaimu dengan segala ketulusanku. Thanks for everyting and yes, I will.” Alex tersenyum senang. Dia langsung memangut bibir Bella dalam, menyalurkan semua rasa cinta yang tidak bisa diukur dengan apapun.


Tepukan tangan bahagia dari semua orang terdengar sangat meriah setelah Alex memasang cincin cantik itu kejari manis Bella. Meskipun masih ada jejak kekesalan di wajah mereka karena ulah Bella, namun tidak menutup fakta jika semua orang ikut bahagia. Semua orang memeluk pasangan itu sebagai tanda selamat.


“Terimalah hukumanmu nanti!” bisik Alex lirih ditelinga Bella. Bella hanya membeku. Karena hormon aneh yang dia sendiri tidak ketahui penyebabnya membuatnya sering membuat kesal banyak orang. Namun hanya Alex yang selalu meminta pertanggungjawaban.


“Selamat, Nona!” Suara berat itu mengalihkan semua pandangan kearahnya. Mereka menatap bingung pada pria tampan namun terlihat kaku dan dingin dengan wajah datarnya. Ini pertama kalinya mereka melihat pria itu.


“Dia Seinth, pengawal pribadiku,” ucap Bella canggung. Pasalnya kata pengawal cukup terlihat berlebihan menurutnya.


“Sejak kapan kau memiliki pengawal?”


“Sejak aku bekerja mungkin.” Bella mengangkat bahunya acuh.


“Sudahlah. Ayo kita rayakan malam ini,” ucap Soo-Jin semangat dan disetujui oleh semua orang.


Bean sudah menyiapkan tempat untuk berpesta tidak jauh dari sana. Semua orang menikmati suasana bahagia ini. Kecuali Mike yang hatinya sedang panas melihat kedekatan Sandra dan Seinth. Apalagi saat melihat Seinth dengan santainya merangkul Sandra seperti sepasang kekasih! Entah sejak kapan Mike tertarik pada wanita minim ekspresi itu.


Pemandangan itu tidak luput dari penglihatan Bella. Dia yang memang sangat peka dengan sekitar langsung memahami ekspresi Mike. Tapi hanya kekehan geli yang keluar dari mulutnya.


Alex yang melihat Bella memperhatian Mike sambil terkekeh itu merasa kesal. Berani-beraninya melihat pria lain saat dia ada disini! Karena kesal, Alex langsung menyesap kuat leher Bella dari belakang yang membuat sang empu terpekik kaget namun dengan cepat menutup mulutnya dengan sebelah tangan.


“Kau ...!” desis Bella geram yang dibalas dengan wajah datar Alex yang menatapnya tajam.


“Itu hukuman karena tidak bisa menjaga matamu,” ucap Alex tajam.


Memangnya ada apa dengan mataku? batin Bella berpikir.


Sedetik kemudian Bella tertawa dan mencium wajah Alex gemas. “Bukan seperti yang kau pikirkan, Sayang.” Bella menangkup wajah tampan itu dan mengecup singkat bibirnya.


“Sepertinya Mike sedang cemburu pada orang yang salah.” Bella kembali terkekeh sambil menunjuk Mike.


“Dia menyukai Asistenmu sejak lama.” Alex sudah tahu itu.


“Really?" Alex mengangguk. Sebenarnya salah satu alasan Mike pindah ke QA adalah Sandra. Selama dua tahun disana, rupanya Mike belum berani bertindak jauh.


“Tapi dia sudah kalah cepat ternyata.” Alex melihat kearah Sandra dan Seinth.


“Mereka saudara, Sayang. Mereka memang sangat dekat. Aku saja tidak percaya awalnya, tapi begitulah kenyataannya.”


“Kalo begitu biarkan saja dia. Seharusnya dia berusaha bukan hanya diam selama ini. Biarkan dia terjebak dalam spekulasinya sendiri.” Bella hanya mengangguk dengan tertawa kecil. Seterahlah, biarkan itu menjadi urusan mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2