Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 108 | Siapa yang Cocok?


__ADS_3

"Itu bagus. Akan lebih baik jika kita duduk bersama Direktur Mon dan Asisten Ken, Nona." Kieran rasanya ingin menutup mulut wanita disampingnya. Jika tidak kaya, sudah dia singkirkan sejak awal. Ravenna itu begitu bodoh hingga begitu percaya padanya.


Kieran tidak punya pilihan selain kabur untuk saat ini. Bisa rusak semua rencananya jika harus ketahuan sekarang. Jadi dia berpura-pura mendapat panggilan dari seseorang dan mengangkatnya agak menjauh dari mereka semua.


"Maaf, sepertinya aku harus pergi. Tiba-tiba saja ada sesuatu yang mendesak," katanya setelah mematikan telpon nya.


Ingin lari, heh ....


"Kalau begitu ... apa aku bisa meminta kartu nama anda, Nona. Mungkin Hyuna Restaurant bisa bekerja sama dengan anda kedepannya," pinta Anna tersenyum.


"Tentu! Kau bisa menghubungiku kapan saja," jawabnya cepat.


Setelah memberi kartu namanya, Kieran pergi dengan tergesa-gesa. Ravenna ikut menyusul dengan tergesa-gesa pula. Semua orang merasa iri dengan Anna, bahkan mendapat kartu namanya.


"Silahkan lanjutkan makan kalian. Maaf jika ada yang tidak nyaman." Anna menunduk sedikit, lalu pergi dengan Roselea.


"Jangan pikirkan perkataan mantan temanmu itu. Mulutnya sangat buruk," ucap Anna ketika mereka sudah sampai di ruangan.


"Aku bahkan lebih buruk darinya." Roselea merenung.


"Semua orang pernah melakukan kesalahan. Dan yang kita lakukan adalah belajar dari kesalahan itu agar tak kembali melakukan hal yang sama," ujar Anna yang kembali fokus pada berkas-berkasnya.


Roselea mengangguk. Setidaknya masih ada yang peduli padanya. "Anda bilang jika Direktur Mon dan Asisten Ken akan datang. Apa sudah menyiapkan tempat?" tanya Rose.


Anna memutar bola matanya malas. "Mereka punya mata dan kaki hingga tahu harus kemana. Tak perlu memperdulikan itu." Dia mengibaskan tangannya tidak peduli dan meminta Rose untuk duduk.


Roselea sendiri tidak percaya jika Anna akan seberani ini. Apa tidak takut dipermalukan jika tidak sopan pada mereka? Bahkan membiarkan mereka mencari tempat sendiri. Roselea hanya mampu memikirkan spekulasinya sendiri dan ikut larut dalam pekerjaannya.


Tak lama, keduanya dikejutkan dengan suara hempasan di Sofa. Mata Roselea membola melihat siapa yang ada disana. Anna hanya melirik tanpa menoleh.

__ADS_1


"Aku lelah sekali ... tidak ada Liza ataupun Vivi yang membantuku." Monica merebahkan tubuhnya di Sofa.


"Itu salah kalian sendiri. Aku sudah pernah mengatakan jangan inpulsif, kan," ucap Anna tidak peduli. Roselea tidak tahu harus merespon apa, dia hanya bisa membeku sejak tadi. Apa mereka berteman? Terlihat sekali jika keduanya sangat akrab.


"Benar-benar membosankan! Setiap hari, aku hanya bisa melihat wajah menyebalkan Ken. Bahkan pria itu mau membantuku. Dia bilang pekerjaanku juga sangat banyak tapi aku melihat dia sangat santai" gerutu Monica tanpa mendengarkan ucapan Anna tadi.


"Memangnya aku mau melihatmu juga! Dan lagi, pekerjaanku memang banyak. Kau tidak tahu saja jika nona selalu mengirimkan pekerjaan baru yang bahkan tidak berfaedah sama sekali. Lebih baik dihukum keluar seperti yang lain daripada menetap di perusahaan," Ken ikut mengomel begitu memasuki ruangan. Tangannya sudah membawa makan siang yang dia ambil langsung dari dapur. Bertambah lagi kejutan di mata Rose.


Pria itu tidak peduli dengan keterkejutan semua orang yang melihatnya. Terutama pada bagian dapur yang melihatnya mengambil makanan sendiri. Dia juga sedang dalam suasana hati yang buruk karena pekerjaan yang super menumpuk. Bella memang benar-benar ingin membuat mereka jera.


"Berisik ... bayiku sudah menendang karena risih!" sentak Anna.


"Apa kau juga mulai gila? Sejak kapan bayi dua bulan bisa menendang! Ibu hamil memang suka sekali berbuat aneh." Monica berdecak sambil meraih makan siang yang dibawa Ken untuk mereka.


"Kira-kira, seperti apa keadaan si Arduous sekarang? Dan dimana putri mereka ..." Roselea langsung menegang mendengarnya. Dua orang itu memang belum menyadari keberadaannya.


"Apa mak ..." Monica dan Ken seketika menatap tajam seorang wanita yang kini menunduk takut. Dia meremas jemari tangannya yang sudah basah.


Anna tahu seperti apa reaksi mereka karena dia tak berbeda jauh dengan kedua orang itu saat pertama kali bertemu dulu. Dia meraih Rose lembut dan membawanya mendekat kearah dua orang itu.


"Dia sudah berubah dan sedang hamil. Jadi, simpan kembali kata-kata kasar kalian sebelum Nona Qi sendiri yang menutup mulut kalian," peringat Anna, membuat Monica dan Ken berdecak dan memilih diam.


Kata hamil itu yang sepertinya menutup mulut mereka.


"Makanlah, Rose. Jangan hiraukan mereka." Anna menyodorkan sepiring makanan untuknya. Rose mengangguk.


"Dan ini ..." Anna melempar sebuah kartu nama keatas meja mereka. Monica dan Ken langsung mengerut namun berubah geram setelah membacanya.


"Sialan!" umpat Monica. Roselea tidak mengerti kenapa wanita itu marah, padahal itu adalah atasan mereka sendiri.

__ADS_1


"Harus kita apakan dia, heh!"


"Sayangnya Grace tidak ada, apalagi dia sedang hamil sekarang. Pasti menyenangkan jika semuanya ikut." Ken menatap malas kartu nama itu.


"Wanita yang mengaku Nona Qi tadi adalah palsu. Mantan temanmu itu sepertinya sudah tertipu. Tapi kau tidak perlu mengurusinya, biarkan dia menelan karma nya sendiri."


Rose tidak tahu harus berkata apa. Dia sudah menyimpulkan jika Anna bukan hanya sekedar Manajer tapi salah satu orang-orang QA. Melihat wanita itu sangat akrab dan santai dengan para antek-antek bukankah sudah cukup jelas? Memangnya siapa yang berani terhadap mereka, kecuali itu bagian dari mereka sendiri.


Ravenna ... kau juga harus belajar dari kesalahan. batin Rose. Dia tak akan membantu wanita itu, biarkan dia merasakan kepahitan terlebih dahulu agar tidak kembali mengulangi hal yang sama.


"Menurutmu siapa yang paling cocok bermain dengannya?" Anna berpikir.


"Sandra atau Vivi akan cocok jika ada. Tapi mereka masih dihukum," ujar Monica.


"Seinth?" tanya Ken.


"Jangan dia. Pria itu akan jadi ayah," ujar Anna.


Lama berpikir, akhirnya mereka saling menatap. Lalu menyeringai. "Soo-Jin ...," ucap mereka bersamaan. Roselea hanya mampu bergidik.


Orang-orang mengerikan ....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hari ini tidak ada Bella dan Alex dulu ya....


...Belakangan ini tugas aku menumpuk jadi hanya Up seadanya dulu. Menulis ini, aku hanya mengetik sedikit demi sedikit jika ada waktu luang. Jadi maaf jika kalian merasa tidak puas....


...Terimakasih yang masih mau membaca dan meninggalkan like serta Koment. Aku sangat terbangun dengan respon kalian....

__ADS_1


__ADS_2