Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 98 | Kau berdecih padaku, Bebee


__ADS_3

Roselea masih tidak menyangka jika identitas Bella tidak biasa. Pemilik Hyna Restaurant dengan lima puluh cabang di berbagi Negara.


Dan lagi, Restaurant ini sudah beroperasi sejak mereka masih kuliah. Tidak heran jika Bella menjadi lulusan terbaik saat itu. Rupanya kemampuan nya memang luar biasa.


Dulu banyak yang mencibir di belakangnya dan Bella jelas tahu semua itu. Tapi tak pernah gadis itu membalas atau sekedar menegur mereka yang menghinanya.


Gadis itu cenderung diam dan lebih tertarik membaca buku nya. Wajah datar dan dingin nya jelas membuat orang-orang enggan untuk menggangu nya secara terang-terangan.


Mereka percaya, diam bukan berarti tak mampu. Sejak awal Bella memang tidak biasa, terlalu santai dan masa bodoh. Terkadang, mereka bingung. Apa sebenarnya yang bisa membuat gadis itu merasakan takut.


Sekarang terbukti, Hyuna Restaurant adalah miliknya. Hasil dari kerja keras, kesabaran serta kebaikan hatinya.


Bagi Bella, tidak perlu mendengar cibiran orang lain karena satu-satunya cara dalam membebaskan beban pikiran ini adalah dengan berhenti untuk mendengar apa saja yang dipikirkan oleh orang lain tentang mu.


Anna terdengar berbicara dengan seseorang di telpon. Sesekali matanya melirik tidak suka pada dua wanita yang duduk di Sofa.


Setelah Kris mengatakan siapa mereka, Anna langsung berdiri ke sisi jendela. Mengambil ponsel nya dan menghubungi Bella untuk mendengarnya langsung. Gara-gara mereka juga, antek-antek yang lain harus mendapatkan hukuman dari sang nona.


"Anna, kau jangan ikut membencinya seperti yang lain. Ingat, kau sedang hamil! Mau jika bayi mu memiliki sifat jahat?"


"Nona, anda jangan terlalu baik. Ini memang salahnya, jadi wajar dia mendapatkannya." Anna masih tidak terima dengan perintah Bella yang meminta dia untuk mempekerjakan Rose di sisinya.


"Anna, kau baru saja menolak perintah?" Anna sedikit tertegun. Hormon kehamilan ini kadang membuatnya lepas kendali.


"Maaf, Nona." Wanita itu menyesal.


"Dia sudah berubah, An. Dia sedang hamil dan ingin menjadi ibu yang baik untuk anaknya. Tidakkah kau kasihan pada bayinya nanti?" Bella berusaha menasehati wanita dua puluh lima tahun ini. Namun, dia tidak bisa menggunakan kata-kata tajam atau dingin karena emosi wanita hamil tidak stabil.


"Atau kau ingin aku mempekerjakan nya di samping Monica atau Grace atau Sandra mungkin?"


"Tidak perlu! Disini saja cukup." Anna segera menolak. Bukan berarti dia peduli pada Rose. Dia hanya peduli pada bayi dalam kandungan wanita itu!


Jika membiarkan dia bekerja di samping para wanita minim ekspresi itu, yang ada Rose akan tertekan dan pastinya akan mempengaruhi kesehatan bayinya juga.


Belum lagi jika mereka sudah memberi liriknya tajam atau sinisan. Atau bahkan sindiran yang membuat orang merinding. Tidak! Lebih baik bersama nya saja.

__ADS_1


"Baguslah dan bersikap lah baik, An. Ingat! Wanita hamil itu sensitif." Bella mengulum senyum di ujung sana. Dia tahu Anna akan khawatir.


Natalie dan Roselea memperhatikan Anna dengan gugup. Manajer itu terlihat tidak ramah sambil terus berbicara. Natalie tidak tahu kenapa Bella memiliki banyak bawahan dengan karakter seperti ini.


Sangat emosional!


"Berterima kasih lah pada bayi mu. Kau bisa bekerja mulai besok. Ini kontrak kerjamu." Anna memberikan sebuah map setelah menyelesaikan panggilannya.


"Aku sungguh diterima?" Roselea tidak percaya.


"Yes. Kuharap kau bisa di percaya karena ini kesempatan terakhir mu!" tajam nya.


"Thank you, Manajer An. Aku berjanji tidak akan mengecewakan anda." Roselea senang.


"Jangan berterima kasih padaku. Katakan itu ada Nona Qi."


"Pasti!" Roselea mengangguk cepat.


Terima kasih, Qi. Semoga kau selalu bahagia dan di lindungi Tuhan.


...--- o0o ---...


Bella sudah melingkarkan kedua tangannya di perut Alex seraya menyadarkan kepalanya di bahu Alex. Pria itu membalas merengkuh istrinya sambil mengawasi Jourell yang telungkup di atas karpet.


Angin lembut menerpa keduanya. Rambutnya nya yang tergerai terlihat beterbangan kecil menutupi matanya.


"Ya, itu harus."


"Kau sudah bekerja keras." Dikecup nya kening wanita itu. Bella tersenyum.


"Kau sudah mendengar jika Sekretaris mu menerima lamaran Bean." Bella membola. Dia melepaskan pelukannya dan menatap Alex.


"When!"


Jadi dia ketinggalan berita?

__ADS_1


Alex terkekeh melihat wajah terkejut Bella. "Kemarin malam," ungkap nya.


"Keterlaluan. Kenapa tidak ada yang memberitahu ku!" decak nya.


"Maka sekarang kuberitahu." Alex tersenyum.


"Cih!" Senyum di wajah Alex langsung menghilang ketika mendengar decihan dari mulut istrinya.


"Aww ...." Bella melenguh ketika tangan Alex sudah me*em*s buah dada nya sedikit kuat.


"Al ... sshh."


"Kau berdecih padaku, Bebee," desis nya di telinga Bella seraya memberi gigitan kecil disana.


"Al ... hentikan." Bella sedikit terangsang. Alex sepertinya sengaja menyentuh titik-titik sensitif nya.


Alex tersenyum miring. Diangkatnya Bella agar duduk di pangkuannya. Jourell nampaknya sibuk dengan mainannya sendiri hingga tak peduli dengan kelakuan orang tuanya.


"Sayang ...." Bella melihat kearah Jourell. Khawatir jika putranya akan melihat kelakuan mesum ayahnya.


Bella memekik tertahan ketika Alex sudah berhasil membuka kancing kemeja nya dan membenamkan wajahnya di dada. Bella melenguh saat Alex sudah m*ngh*sap serta menggi**t kecil, dengan salah satu tangan masih bermain di salah satu dada.


"Ughh ...." Bella menyusupkan jari tangannya di sela-sela rambut Alex dengan mata yang terus mengawasi sekitar. Takut jika ada yang melihat.


Bella bersyukur posisi mereka membelakangi Jourell sehingga anak itu tidak akan melihat mereka. Alex nampak tidak peduli dan terus melanjutkan ciumannya. Naik ke leher dan meninggalkan bekas kemudian beralih ke bibir yang menjadi candunya.


Alex melepas tautannya. Dia tahu istrinya masih lelah untuk melakukan lagi dan juga kondisi tidak mendukung apalagi ada iblis kecil yang bisa saja mengganggu mereka.


Bella mengatur nafasnya. Dadanya naik turun kehabisan oksigen. Wanita itu menatap tajam pria itu namun hanya dibalas kekehan menyebalkan suaminya.


Alex memasang kembali bra istrinya dan merapikan kemeja serta rambutnya yang berantakan. Meski tidak rela melepas wanita itu sekarang. Namun, dia juga tidak bisa memaksa.


"Demi Tuhan. Jika Baby Jo melihatnya tadi, aku akan memotong milik mu itu!" geram Bella setelah nafasnya kembali normal.


Alex meringis, "Kejam sekali."

__ADS_1


Kejam ...! Dasar pria mesum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2