Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Extra Part 2


__ADS_3

Seorang wanita yang duduk di sofa loby itu telah menjadi perhatian. Para karyawan yang berlalu-lalang diam-diam melirik, takut tingkah mereka tertangkap basah oleh sang empu.


Sosok itu telah lama menjadi idola para kaum wanita, Ratunya para sosialita. Jika dulu sosoknya hanya bisa dikira-kira, maka berbeda dengan keadaan sekarang. Wanita itu sudah muncul, menunjukkan siapa dirinya.


Ingin sekali mereka mendekati dan mengatakan betapa mereka mengagumi dirinya. Sayangnya, ia tidak sama lagi, statusnya sudah menjadi nyonya muda yang tidak bisa sembarangan mereka dekati.


Bella tidak tahu kegelisahan orang-orang, ia hanya sibuk dengan informasi yang diberikan antek-antek nya. Sesuai keinginan suaminya, Bella benar-benar mengikuti pria itu. Namun, wanita itu memilih menunggu di loby agar tidak perlu banyak bergerak.


Alex terpaksa menuruti. Para pengawal sudah siap di tempat mereka. Nyonya muda ibarat nyawa yang harus selalu dijaga. Jangan lecet sedikitpun atau pawangnya akan mengamuk.


Berlebihan memang!


"Bibi cantik!"


Suara gadis kecil mengejutkan semua orang termasuk Bella. Tidak ada yang menyadari jika gadis itu sudah berdiri di samping Bella. Belum lagi panggilan nya terhadap nyonya muda itu begitu menyesakkan dada mereka.


"Bibi, ayo berfoto denganku. Aku akan menunjukkan pada mommy jika aku bertemu bibi cantik," katanya berbinar, disertai lompatan kecil pada tubuh mungilnya.


Astaga!


Anak siapa ini? Cepat bawa dia!


Semua orang hanya bisa membatin dengan gelisah. Untungnya itu hanya anak kecil! Nyalimu besar sekali, Girl.


Bella sendiri terdiam, merasa aneh dengan perkataan gadis itu.


Aku merasa de javu.


Rasanya, kata-kata itu begitu familiar. Bella memutar ingatannya, mencari dimana dia pernah mendengarnya.


"Ayo berfoto denganku. Aku akan menunjukkan pada Eomma jika aku bertemu kakak yang tampan."


Bella tak bisa menahan tawanya. Apa ini kebetulan? Bagaimana mungkin ucapan mereka bisa sama?


"Haha ... benarkah? Kau juga cantik, jadi ayo foto bersama." Meletakkan ponselnya asal, lalu mendudukkan gadis itu di pangkuannya.


"Yeyy!" soraknya bahagia.


Semua orang menatap tidak percaya, semudah itu? Aaa ... kami juga ingin! batin mereka berteriak.


Abaikan keinginan mereka semua. Fokus saja pada Bella yang kini sudah mengambil banyak foto dari kamera yang dibawa gadis kecil itu.


"Thank you, bibi cantik. Aku tidak sabar menemui mommy dan menunjukkan nya." Memeluk leher Bella dengan bahagia.

__ADS_1


"Dimana mommy mu? Aku jadi ingin melihatnya." Gadis kecil itu terlihat begitu bahagia setiap kali menyebut sang mommy.


"Di surga, tempat paling indah sejagat raya! Aku ingin melihatnya, tapi bibi selalu membawaku ke gundukan tanah," katanya cemberut.


"Dia bilang, aku harus tumbuh dewasa baru mengerti. Bicara saja disana, mommy pasti mendengarkan. Dia sedang istirahat di dalam sana. Begitu kata bibi." Lanjutnya lagi.


Ucapan polos gadis itu membuat semuanya membeku. Mata Bella berkabut, betapa polosnya gadis ini. Belum mengerti jika sang mommy sebenarnya tidak bisa dijumpai lagi. Gadis kecil yang kuat. Semoga kau bisa menerima dan bahagia hingga akhir hayat.


"Benar, kau harus tumbuh besar dan kuat dulu," ucap Bella sedikit bergetar. Ini melukai perasaannya.


"Siapa namamu?" Merapikan rambut panjang gadis itu dengan penuh perasaan.


"Milla!"


"Baiklah, Milla. Dengan siapa kemari?"


"Dengan–"


"Saya, Mrs!" sahut wanita yang datang terburu-buru itu.


"Bibi!" pekik Milla, turun dari pangkuan dan berlari kearah wanita yang dipanggil bibi.


"Maafkan keponakan saya, Mrs. Saya lalai," katanya takut.


Artinya, banyak bermainlah dengannya. Jangan sampai ia menjadi dewasa sebelum waktunya, apalagi tanpa seorang ibu disampingnya.


"Baik, Mrs. Sekali lagi maafkan saya." Menunduk dengan Milla di pelukannya.


"It's okay." Tersenyum, membuat semua orang terkesima.


Ting. Lift terbuka, menampakkan pria yang sejak tadi di tunggu-tunggu.


"Sudah?" tanya Bella saat suaminya sudah mendekat.


"Hm." Mengangguk, lalu memberi ciuman di pelipis istrinya singkat.


"Ada apa?" datarnya saat menyadari ada orang lain di sekitar mereka


Yang di bicarakan sontak menunduk takut.


"Paman tampan pasti kekasih bibi cantik, kan? Aku suka sekali!" Bertepuk tangan, tidak menghiraukan ketakutan banyak orang.


"Milla! Diamlah," sentak Bibi Milla. Gadis itu menunduk takut.

__ADS_1


"Aku suaminya, bukan kekasih," jawab Alex datar, langsung disikut oleh Bella.


"Baiklah, Milla cantik. Aku pergi dulu, jadi gadis yang baik, okay?" Memberi cubitan kecil di hidungnya, Milla tertawa lucu.


"Okay, Bibi. Sampai bertemu lagi." Melambaikan tangan.


Melihat interaksi keduanya, membuat semua orang lagi-lagi menatap takjub. Tidak salah mengidolakan Bella, wanita itu punya hati sebening air. Tidak ragu dan malu untuk berteman dengan orang yang berada di bawahnya.


.......


...--- o0o ---...


.......


Bella berdiri diam menatap pintu yang diketahui ada anggota keluarganya di dalam sana. Pada akhirnya, keluarga itulah yang mendatanginya lebih dulu.


"Bebe."


"Aku sedang berpikir, Al." Alex tersenyum. " Memangnya apa yang membuat Nona Qi berpikir?" goda pria itu.


Bella mendelik. "Aku manusia, bukan mesin!" ketusnya, melenggang masuk meninggalkan suaminya yang terkekeh.


Bella sedikit mengerjit heran, ruangan ini sunyi sekali. Mungkin ia tidak akan heran jika hanya Monica di dalamnya, tapi sekarang ada banyak. Kemana suara mereka pergi?


"Aku seperti mengunjungi pemakaman, bukannya kantor."


Semuanya sontak berdiri, terkejut dengan kedatangannya yang tiba-tiba tanpa suara. Selo terlihat begitu senang, paling cepat juga bergerak untuk memeluk sang kakak.


"Kak Bells! Aku merindukanmu," tulusnya, memeluk Bella dengan hati-hati ketika melihat perut buncit itu.


Hei ...! Jangan asal memeluk. Lihat di belakangmu!


"Astaga ... tampannya! Kau sudah sangat keren ya ..." Mengapit kedua pipi Selo gemas. Ia bukan lagi remaja 20 tahun, tapi pria dewasa 25 tahun!


Astaga, Nona! Jangan lupakan suamimu! batin Bean berteriak, melirik bosnya yang wajahnya sudah memerah.


Dua kali! Dua kali kata terlarang terucap dari mulut Bella. Wanita itu begitu senang hingga lupa jika ia tidak sendiri. Belum lagi hormon kehamilan akan mendukung setiap situasi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Aku balik lagi bawa part 2, hehe....


...Follow new akun aku ya di ig @ftdwi04_ ...

__ADS_1


__ADS_2