
Baca juga karya Author yang lain ya : That Bastard is My Destiny
...---...
Bella mengendarai mobilnya ke Cafe yang dekat dengan kantor. Disamping dan belakangnya sudah dipenuhi oleh para bocah berada karakter. Bella sudah mengatakan pada orang tua mereka jika dia yang akan menjemput siang nanti.
Tidak langsung pulang, Bella membawa mereka semua untuk bersenang-senang. Hanya mereka, tidak ada yang lain. Pada dasarnya, memang dialah yang terlewat santai.
"Aunty, kita ke Mall saja ya. Eric ingin bermain disana."
Erico Albert, anak dari pasangan Seinth dan Grace adalah anak yang paling muda diantara mereka. Bocah itu terkesan lebih terbuka dan ceria, berbeda jauh dengan karakter orang tuanya yang sedikit kaku dan dingin.
"Oke, tapi kita makan dulu ya, Boy."
Setelah sampai dan memarkirkan mobilnya. Anak-anak langsung turun berlarian kedalam, hanya Jourell saja yang masih berdiri menunggu ibunya. Bocah tampan itu segera menggenggam tangan Bella, menjaga ibunya dari mata liar para buaya.
"Joy ingin mencungkil mata mereka semua, Mom." Joy menatap mereka tajam. Bella terkekeh, memang putra Alex.
Memangnya anak siapa lagi, bod*h!
"Kau ini ... masih kecil tapi sudah berlagak dewasa." Mencubit pipi Jourell gemas.
"Sini Mom cium dulu, muah muah." Menggendong, lalu mencium pipi yang tadi dicubitnya.
Dan anehnya, Jourell tidak menolak, padahal dia selalu risih diperlakukan seperti bocah, meski dia memang bocah. Jourell malah merangkul ibunya itu, membiarkan ibunya menciumnya sesuka hati.
Asal tahu saja, Jourell sebenarnya takut. Tidak berani menolak atau membantah ibu negara itu, akan bahaya jika wanita itu sudah marah. Joy langsung bergidik. Lebih baik melawan ayahnya, daripada ibunya.
Menyusul ke meja yang di duduki anak-anak, Bella berharap mereka tidak bertingkah atau mengerjai para pelayan. Bocah tetap saja bocah, sifat jahil pasti melekat pada mereka. Baru saja di bicarakan, Bella sudah melihat tiga pelayan berdiri dengan raut wajah bingung.
Awalnya hanya satu orang yang menulis pesanan mereka, tapi anak-anak itu malah berbicara ngawur. Dua pelayanan lainnya datang ketika melihat kesulitan temannya, tapi kedatangan mereka juga tidak berguna karena keduanya juga dibuat pusing.
"Ini makanan berlemak, tidak sehat." Ray mengerakkan jari telunjuknya ke kanan dan kiri.
"Semua menu terdapat sayur hijau, Chloe tidak suka!"
__ADS_1
"Ini tidak matang, apa tidak mual?" tanya Eric polos.
Jika tidak melihat penampilan tiga anak ini yang begitu berkelas, mungkin mereka sudah menganggap para bocah ini tidak tahu tren dan merepotkan. Sayangnya, mereka takut menyinggung, bagaimana jika memang anak konglomerat? Mau tidak mau, mereka hanya bisa bersabar.
"Maaf, mereka memang seperti itu. Kami akan pesan ruang privasi saja dan bawakan 4 Steak keju, 1 Sushi roll dan 5 jus jeruk."
Ketiganya terkejut, siapa sangka jika itu masih orang yang berpengaruh. Untung mereka tidak macam-macam dan menyinggung wanita dari pria terkaya di dunia itu.
"Tidak masalah, Mrs. Mari kami antar," ujarnya sopan.
"Thanks."
-
-
Bean masuk ke ruangan sang atasan tanpa mengetuk, tidak heran jika hanya ada berdua disana. Alex tidak peduli, dia hanya fokus pada pekerjaannya.
"Tuan, sebaiknya makan dulu."
"Aku tidak punya waktu untuk makan, pekerjaanku banyak!"
Menghela nafas, selalu seperti ini. Tidak tahu kah tuannya jika nyawanya dalam bahaya jika tidak bisa memastikan orang ini makan dengan benar? Ada orang yang harus di takuti selain pria arogan di depannya ini!
"Berikan saja pada cleaning servis disana, Paman. Tidak perlu mengurusi pria arogan itu."
Suara anak laki-laki terdengar sangat jelas diantara mereka, dari suaranya sudah diketahui siapa orangnya.
Joy?
Bean seketika mengambil kembali ponselnya di saku jas. Terkejutnya dia mengetahui jika panggilan video dari Bella belum berakhir. Sialnya dia lupa mengakhiri, tapi siapa yang tahu jika Bella sendiri tidak berinisiatif mengakhirinya sendiri?
Dan tegangnya dia ketika wanita itu bertompang dagu melihat kearahnya, jangan lupakan anak-anak itu yang tidak ingin ketinggalan.
"Pekerjaan itu lebih penting daripada kesehatannya. Kami punya dokter pribadi untuk mengurusnya. Pekerjaanku banyak, jadi tak punya waktu untuk mengurus orang sakit," celetuk Bella santai, membalas penolakan Alex tadi.
__ADS_1
Seperti biasa, wanita itu berbicara seperti yang dia mau. Tidak peduli apakah mereka tersinggung atau tidak, setidaknya dia tak berniat untuk menyinggung orang. Tapi, seperti biasa pula, dibalik kata-katanya kadang terselip makna tersirat.
Terlalu serius mendengarkan sang nona, Bean tidak menyadari jika ponsel pintarnya sudah beralih tangan pada pria yang sudah panik sekaligus takut itu.
"Itu tidak benar, Bebe. Tentu saja aku akan makan, aku hanya mengurus sedikit tadi," Alex membela diri. "See ... aku akan makan sekarang." Menghadapkan kamera ke arahnya, Alex mulai menyuap makanan yang dikirim istrinya itu. Bean ikut makan setelah melihat tatapan peringatan dari Alex.
"Ck! Jika Mom tidak melihat, Daddy pasti akan mengabaikannya." Joy memilih memakan Steak miliknya, daripada melihat tingkah bod*h ayahnya.
Alex menatap tajam pada putranya disana, jangan mencari masalah!
Bella hanya tersenyum tipis, mengambil Sushi dengan sumpitnya, dia mulai makan dengan tenang sambil memperhatikan suaminya yang sudah makan dengan lahap itu.
"Kalian berdua makanlah hingga habis agar uangku tidak sia-sia," ucap Bella ringan.
Hanya makanan saja jangan pelit, Nona. batin Bean.
"Aku akan pergi membawa anak-anak bermain, jangan terlalu lelah. Aku akan pulang sebelum sore."
"Kalian mau kemana? Tanpa diriku?"
"Kau bilang pekerjaanmu banyak, kan? Tidak usah banyak alasan, kerja saja yang serius!"
Wanita itu sudah menebak jika suaminya itu akan ikut, tidak peduli sebanyak apapun pekerjaannya. Namun, tidak benar jika semuanya di lempar pada asisten nya itu. Bella masih punya belas kasih!
Wajah Alex langsung pias, dia khawatir istrinya akan menjadi subjek dari tatapan liat diluar sana. Tidak akan ada yang menyangka jika Bella adalah ibu anak satu yang sedang membawa anak-anaknya bermain. Bagaimana jika mereka mengira Bella sedang membawa adik-adik kecilnya?
Tidak akan Tuan muda! Wajah kalian berdua sudah terpampang jelas di berbagai majalah sebagai pasangan.
Yang namanya cinta, bisa membuat orang pintar menjadi bodoh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Komen yang banyak ye😆...
@ftdwi04_
__ADS_1