
Bella sudah sampai parkiran rumah sakit. Dia akan pulang untuk menjemput Jourell di rumah mama Hyuran. Seperti janji nya di awal, jika dia akan kembali sebelum malam.
Baru akan meraih pintu mobil, suara yang familiar sudah terdengar. Rupanya seorang pria paruh baya yang bekerja sebagai sopir keluarga.
"Biar saya yang membawa mobilnya, Mrs."
"Paman darimana?"
"Saya bersama Tuan muda dan Tuan kecil, Mrs. Tuan meminta anda kedepan."
"Oh. Sudah disana, baiklah. Thanks, Paman."
Benar saja, mobil mewah milik Alex sudah menunggu nya di depan rumah sakit. Untung nya tempat ini lumayan sepi jadi tidak ada mata penasaran atau mata gatal para wanita.
Bella tersenyum gemas melihat Jourell yang sudah berada di dalam gendongan bayi khusus yang dipakai Alex. Pria itu sudah duduk di depan kemudi dan tersenyum tampan pada istrinya.
"Tahu darimana aku disini?" Bukan nya menjawab, Pria itu malah mendekatkan wajahnya dan mengecup bibirnya singkat.
Tentu saja tahu, Alex sudah memasang GPS di cincin pernikahan Bella dan sayangnya wanita itu tidak tahu perbuatan suaminya. Biarlah, lagipula ini untuk kebaikannya.
"Al," tegur nya. Melirik Jourell yang terlihat bersemangat.
Alex terkekeh, dia mendekat lagi dan kembali menyatukan bibir nya dengan bibir lembut sang istri yang sudah menjadi candunya setelah menutup kedua mata Jourell dengan tangannya yang besar.
Bella membalas, cukup lama bibir keduanya menyatu hingga Bella mengakhiri nya lebih dulu sebelum pria itu lepas kendali dan tak akan melepaskan nya.
Alex tersenyum. Dia mulai menjalankan mobilnya menuju suatu tempat untuk membawa anak beserta istrinya untuk bersenang-senang. Mengingat kehamilan Bella saat itu, mereka belum pernah pergi berkencan lagi bahkan bulan madu saja harus ditunda lebih dulu.
"Mau kemana?" Bella merasa jalan yang mereka lalui berbeda dari biasanya. Lebih sepi dan dipenuhi hutan dengan pohon tinggi di setiap sisi jalannya.
Alex tidak menjawab, biarlah ini menjadi kejutan untuk wanita itu. Toh dia akan tahu sendiri nanti. Bella mencebik ketika dia selalu mendapat kebungkaman dari suaminya.
Masa bodoh lah! Lebih baik mengobrol dengan Jourell yang terlihat antusias itu.
"Kau suka sekali ya berada di gendongan Daddy? Sejak tadi tersenyum terus. Kau lihat dia mulai kalem lagi, menjawab saja pelit sekali." Mencium pipi Jourell yang sudah bersender di dada bidang ayahnya.y
Alex tersenyum tipis mendengarnya, Istrinya ini memang mengemaskan. Jadi di kecup nya pipi mulus itu ketika Bella mendongak.
Bella terlihat merona, suka sekali menggoda nya. Menyebalkan memang, tapi dia cinta!
__ADS_1
Hampir berjam-jam perjalanan mereka, tapi tak junjung sampai. Alex masih fokus menyetir sedangkan Jourell sudah tertidur pulas. Bella sendiri masih sedikit terjaga meski matanya sedikit berat.
"Pemukiman disini sangat sedikit." Memperhatikan beberapa rumah kecil yang sangat jarang terlihat.
"Ya, tempat ini sangat jauh dari Kota."
Bella menoleh sambil mengerucutkan bibirnya. "Ternyata kau masih bisa bicara."
Alex tersenyum. "Kau mendoakan aku bisu, heh?" Mengapit pipi berisi istrinya gemas dengan sebelah tangan.
"Berapa lama lagi, sebenarnya kau mau membawa kami kemana?" keluhnya.
"Tunggulah sebentar lagi."
"Sebentar, sebentar." Cibir nya pelan.
"Bebee ...."
"Aku diam."
-
-
Ya. Sebuah Villa milik Alex yang sudah dibangun sejak lama untuk digunakan nya menenangkan pikiran. Dia sering kemari jika merasa letih atau jenuh dengan pekerjaannya.
Suasananya masih asri dan jauh dari polusi sehingga kita hanya akan menghirup udara segar langsung dari pegunungan di belakangan nya. Sangat cocok untuk Jourell yang masih kecil.
Alex mengecup pipi istrinya berkali-kali untuk membangunkan wanita yang tengah tertidur itu setelah mengeluh terus-menerus.
Bella melenguh. Begitu terbuka, matanya disajikan pemandangan segar yang membuatnya langsung terbangun. Matanya berbinar, pemandangan seperti ini sangat langka untuk ditemukan di kota metropolitan.
"Suka?" Bella mengangguk senang. Dia langsung mengecup bibir suami nya sebagai hadiah, Alex tersenyum.
"Ayo."
Di depan pintu, pasangan paruh baya sudah berdiri menunggu mereka. Rupanya penjaga yang bertanggungjawab mengurus Villa serta kelengkapan lainnya.
__ADS_1
"Selamat datang, Mr, Mrs dan Tuan kecil."
"Thanks, Paman, Bibi," jawab Bella tersenyum.
"Kita akan menginap?" tanya Bella pada Alex ketika sampai di dalam.
"Ya. Selama yang kau inginkan." Merengkuh pinggang ramping nya menuju kamar.
"Memangnya kau tidak sibuk?"
"Istri dan anakku adalah yang pertama." Seakan menjawab semuanya.
Bella semakin mencintai suaminya ini. Ah ... manisnya. Lagi-lagi Bella mendaratkan satu kecupan namun hanya di sudut bibir Alex.
"Bebe, apa kau sedang menggodaku?" Alex sebenarnya sudah menahan diri sejak ciuman panas dengan istrinya di mobil sebelum berangkat.
"Ada Baby bersama kita, memangnya kau bisa apa?" tantang nya tersenyum menggoda.
"Oh ya? Mau lihat apa yang bisa kulakukan?" Alex menyeringai.
"Bibi!" panggil Alex.
"Kau mau apa?" Bella tanpa sadar sedikit panik.
"Buka kamar lain," perintah nya.
"Baik, Tuan," patuh nya.
"Al ...." Bella menyesal sudah memancing pria ini.
"Baby Jo baru saja tertidur, jadi baru akan bangun sedikit lama. Dan aku bisa mengajarimu cara menggoda yang benar dan mencapai kenikmatan surga," bisiknya menggoda. Bella langsung lemas.
Alex pergi membawa Jourell ke kamar sebelah mereka. Tempatnya aman untuk meletakkan Jourell disana. Bibi penjaga Villa juga akan menjaga nya disana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Bagi hadiah nya dungs. Kembang nya lah biar sama kek pemandangan Villa nya Alex yang masih asri....
...Kopi juga boleh, barangkali Alex pengen minum kopi setelah olahraga penuh keringat😋...
__ADS_1