Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 44 | Cemburunya Tuan Muda


__ADS_3

Alex sampai rumah dengan wajah ditekuk. Bella yang menunggu di depan pintu menatapnya bingung. Alex melewati Bella begitu saja. Tidak ada kecupan atau ciuman seperti biasa yang dilakukan Alex.


Ada apa lagi dengannya?


“Kau apakan dia!” katanya garang kearah Bean.


Suami dan Istri sama saja. Kenapa menyalahkanku! Itu ulahmu, Nona!


“Saya tidak melakukan apapun, Nona. Silahkan tanya sendiri pada, Tuan.” Bean menunduk lalu pergi dengan mobilnya. Bella memanyunkan bibirnya kesal kemudian masuk kedalam Mansion.


Seluruh keluarganya yang sedang bersantai menatapnya bingung. Ternyata mereka juga merasakan keanehan sikap Alex. Bukan sikap aneh karena ngidam melainkan hal lain. Jelas itu dua hal yang berbeda.


“Ada apa dengannya? Dia berlalu begitu saja tanpa menyapa kami.” Clarissa berdiri sambil menatap kearah tangga.


“Mungkin Kak Al lelah karena bekerja,” tebak Sofia


“Mungkin.”


“Sepertinya tidak. Insting priaku berkata lain.” Mereka mengerjit. Alfred menatap Bella.


“Memangnya apa?” cibir Bella.


Insting? Ada – ada saja orang tua ini.


“Dia sedang cemburu!” katanya yakin.


“Hahh ...” ucap mereka bersamaan.


“Tau darimana kau!” Clarissa mendelik.


“Aku tahu karena aku pernah mengalaminya juga.” Alfred sok serius dan ditatap jengah oleh mereka bertiga.


“Tidak percaya?” Mereka diam.


“Oke. Kita buktikan!” kekeh Alfred.


Alfred memanggil Kepala pelayan Smith yang kebetulan juga sempat melihat sikap Alex tadi. Smith hanya patuh mengikuti kemauan Tuannya ini.


“Menurut saya, Tuan muda sedang cemburu.” Alfred membusungkan dada bangga mendengar pendapat Smith.


Really? Bella menatap curiga pada Smith. Dia tidak asal menjawab kan? Bella tidak berpikir sejauh itu. Lagipula kenapa Alex harus cemburu? Memangnya apa yang dia dilakukan? Dia memutar otaknya keras, memikirkan kejadian – kejadian hari ini. Tidak ada yang aneh, hanya pergi dengan keluarganya lalu pulang ke Mansion.


“Akhh ... bisa gila aku jika disini terus!” Bella menggelengkan kepalanya kemudian berlalu pergi menyusul Alex.


Lebih baik dia bertanya langsung pada sumbernya daripada mendengar pendapat – pendapat gila lainnya. Apalagi tentang insting – insting pria atau apalah itu. Sofia hanya menatap datar dan memilih kembali ke kamarnya. Clarissa memukul lengan Alfred kesal sebelum menyusul Sofia juga.


“Apa aku salah?” tanya nya pada Smith.

__ADS_1


“Anda tidak salah, Tuan. Pikiran wanita memang sulit ditebak.”


-


-


Bella menatap sekeliling kamar, tidak ada Alex. Dia mendengar gemericik air dari kamar mandi. Ah ... masih mandi rupanya. Memungut pakaian Alex yang dilempar sembarang dan menaruhnya di keranjang cuci.


Masuk ke walk in closet untuk menyiapkan pakaian sambil menunggu Alex selesai. Tak lama Alex masuk dengan handuk yang melilit pinggannya, memperlihatnya perut sickpack miliknya. Bella tersenyum sambil menyodorkan pakaian ganti Alex tapi hanya dilirik olehnya.


Dia berjalan mengambil pakaiannya sendiri sambil menahan diri saat melihat wajah memerengut Bella yang membuatnya ingin sekali mencium bibir manyun itu. Bella masih berdiri sambil memerhatikan Alex memakai celananya. Saat akan memakai bajunya, sebuah tangan putih memeluknya dari belakang. Bella menyembulkan kepalanya, menatap Alex dari samping sambil mendongak dengan tersenyum manis.


“Sayangku, suamiku ...” Bella tersenyum. Alex hanya melirik dari ekor matanya tanpa bergerak sedikitpun. Membiarkan tangan Bella memeluk perut datarnya.


Sebenarnya dia sangat ingin menerkam Bella saat panggilan manis nan langka keluar dari mulut istrinya. Pasalnya sangat susah membuat gadis itu memanggilnya dengan kata – kata manis seperi itu. Tapi kenapa harus saat dia sedang kesal.


“Sayangg ... kau kenapa?” cicitnya. Alex mendengus kesal.


Dasar tidak peka!


“Sayang ....”


“Suamiku ....”


Bella semakin mengeratkan pelukannya saat Alex hanya diam tanpa merespon. Sekarang dia semakin yakin jika Alex memang sedang kesal. But why?


Alex memalingkan wajahnya. Ini pertama kalinya Bella memanggilnya begitu. Pernah sekali dia meminta Bella memanggilnya begitu tapi malah ditolak tegas. Bella yang memang tidak mengerti hal romantis merasa geli dengan panggilan yang biasa dia baca di novel-novel.


Bella tersenyum geli. Mangsa sudah mulai lengah dan sedikit merespon. Selama ini Alex selalu mengalah padanya, meskipun dia harus menahan kesal. Itu membuat Bella semakin mencintai pria dipelukannya ini.


“Hubby ...” Bella membelai perut datar Alex. Dia tahu jika Alex sangat sulit menahan diri tentang hal seperti ini.


Kita lihat siapa yang menang ....


Alex memejamkan matanya, menahan gejolak yang menguar karena sentuhan Bella. Wanita ini menggunakan kelemahannya lagi! Saat tangan Bella mulai turun, Alex menahan tangannya. Jika seperti ini terus dia benar – benar akan kalah. Alex melepas pelukannya, lalu keluar meninggalkan Bella.


Shitt! Wanita ini selalu menggoda imannya. Sejak kejadian di kantor, entah kenapa dia sedikit kesal pada Bella. Dia tidak suka Bella terlalu akrab dengan pria lain. Apalagi saat melihat Bella tersenyum dan tertawa pada pria itu.


Biarlah dia dikatakan posesif atau egois karena menginginkan Bella sendiri. Dia tidak pernah peduli tentang orang lain. Bella hanya miliknya! Dia tidak ingin kehilangannya. Bella yang masih mematung segera menyusul keluar. Dilihatnya Alex sudah terbaring dibawah selimut membelakanginya.


Sebenarnya dia kenapa? Apa benar dia cemburu seperti kata Daddy.


Sejak hamil dia sudah kehilangan kepekaannya. Mengurus emosinya yang kadang beragam saja dia kesulitan! Apalagi harus memikirkan sekitarnya. Hanya akan membuat dia pusing.


Bella mengambil ponselnya. Hanya satu orang yang tahu pasti. Siapa lagi jika bukan asisten kesayangan Alex. Pergi begitu saja meninggalkan berbagai pertanyaan di kepala Bella, dia harus diberi sedikit ancaman. Hanya sedikit!


“Sebenarnya ada apa dengannya!” Bella terus menatap ponsel, menunggu balasan Bean.

__ADS_1


1 menit ....


2 menit ....


3 menit ....


4 menit ....


5 menit ....


Asisten sialan! Lama sekali membalas, sungut Bella kesal dalam hati.


Ting ....


“Menurut, Nona?”


Heyy! Dia sudah kesal ya ... jangan membuatnya tambah kesal dengan pertanyaan baru.


“Menurutku kau tidak cocok dengan Vivi! Aku akan menjodohkannya dengan Ken.”


Hehe ... mau apa kau sekarang?


“Astaga, Nona. Saya hanya bercanda. Tunggu sebentar.”


Tak lama sebuah video masuk. Sebuah rekaman yang menunjukkan Bella dengan seorang pria saat di Mall tadi.


Astaga ....


“Tuan mengamuk di kantor saat melihat rekaman itu, Nona. Jadi saya tidak ingin ikut campur. Selamat berjuang, Nona.”


Asisten sialan ....


Setelah mengenal lama Bean, dia akhirnya tahu sifat asli pria ini. Pantas saja Vivi selalu mengeluh, ternyata pria ini sangat menyebalkan. Cih!


**


Ditempat Bean, pria itu sedang kesal karena harus lembur lagi dan lagi setelah kemarahan Alex tadi siang. Alex memberikan semua tumpukan dokumen untuk melampiaskan amarahnya itu. Dia mengerjakan dengan mulutnya yang tidak berhenti menggerutu.


Sesekali dia memaki pria yang menjadi sumber kemarahan Alex. Bahkan ponselnya tidak luput dari kemarahan Alex. Setelah mengantar Bos nya itu, dia langsung pergi membeli ponsel baru. Sial memang!


Tidak lama ada pesan masuk dari wanita cantik yang tidak lain dan tidak bukan adalah Nona majikannya. Dia sudah menebak apa yang diinginkan wanita itu. Dan benar saja, pasti tidak jauh dari Alex.


Dia berniat membalas sedikit kekesalannya pada Nona Bosnya ini. Tapi siapa sangka jika pertahananya ternyata lebih kuat! Berkata jika akan menjodohkan Vivi dengan Ken membuatnya harus kalah lagi.


Mereka berdua sama saja! Suka mengancam pria tidak berdaya ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2