Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 90 | Dibalik Sikapnya


__ADS_3

Dua sosok yang di tunggu akhirnya muncul dari balik pintu, pelayan menarik kursi mereka untuk duduk. Alex memperhatikan wajah Bella yang terlihat sembab dan hidung memerah?


"Kau habis menangis?" Nada Alex tidak terdengar ramah, membuat semua orang ikut melihat.


"Siapa yang melakukan nya? Berani nya!" Bukan Alex yang berbicara, melainkan James.


Bella melihat asal suara, itu pria yang sempat membuat Alex cemburu karena menyebutnya tampan. Tapi ternyata lebih tampan dari di Foto. Apa benar ini ayahnya? Wajahnya tidak terlihat seperti pria berkepala empat. Justru terlihat seumuran dengan ibunya.


"Sayang, kau tidak memarahinya di atas tadi kan?" James cemas. Pasalnya dia tahu sifat istrinya yang sedikit tidak ramah.


"Kau menuduhku! Tau apa kau," jawabnya tajam.


"Karena dia bersama Mama barusan." Alex ikut bersuara.


"Kau menuduhku juga, menantu macam apa kau!"


Bella terdiam pusing, mau makan saja harus banyak drama seperti ini. Dia melihat Jourell yang matanya terus menatap keluarganya bergantian dengan tersenyum sumringah.


Hyun, Hye dan Jong hanya terdiam menjadi penonton antara mertua vs menantu dan suami. Hanya Bella yang masa bodoh, dia justru malah menutup telinga Jourell dengan kedua tangan agar tak mendengar perdebatan unfaedah.


Melihat sang biang keladi sendiri tidak peduli, ketiga orang itu menjadi kesal. Terutama Hyuran yang menjadi tersangka kedua pria itu.


"Bella/Bebe!" pekik mereka bersamaan.


"Apa sih! Tidak usah berlebihan, telinga Baby Jo bisa tercemar nanti," ketus Bella.


"Anak durhaka!" Hyuran dan James.


-


-


"Kau sungguh tidak marah?" James bertanya setelah mereka berkumpul di ruang keluarga.


Bella menggeleng. "Ini hanya masa lalu. Tidak bisakah kita perbaiki hubungan masa lalu?" Ada maksud di balik kata-katanya.


Siapapun pasti mengerti maksud Bella. Wanita itu ingin mereka membentuk kembali keluarga lama tanpa adanya dendam. Termasuk memaafkan Hyurin atas perbuatannya.


Sekali lagi, Bella bukan wanita pendendam. Entah berapa banyak yang menyakitinya di luar sana, tak pernah terbesit di hatinya untuk membenci. Paling besar ya hanya kesal atau membalas dengan tajam!


Terkadang itulah yang membuat antek-anteknya bergerak lebih dulu. Jika mereka meminta persetujuan Bella, sudah jelas Bella tidak akan setuju dan meminta mereka melupakan saja.


Bella memang terlihat dingin dan berlidah tajam tapi dibalik sosok nya, ternyata wanita dermawan yang baik hati. Terkadang mereka merasa Bella terlalu baik untuk mereka yang buruk.


Masalah keburukan Roselea saja hanya diketahui Bella sebagai senjata untuk berjaga-jaga. Tapi dia tidak tahu jika itu sebenarnya digunakan untuk menghancurkan wanita itu hingga ke akar.


Hanya satu kebiasaan mereka Kita pikirkan kemarahan nona nanti.

__ADS_1


"Mama, Papa. Kalian yang paling dirugikan saat itu. Terutama Mama yang-"


"Kalian tahu itu," lanjutnya.


"Mama butuh waktu, Bells. Bahkan jika aku memaafkan, bukan berarti aku akan melupakan," datar Hyuran.


"Aku mengerti."


"Kenapa harus tegang, kemari. Biarkan aku memelukmu." James membuka tangan.


Sejak tadi, dia belum memiliki kesempatan untuk melepas rindu dengan putri cantiknya. Bella tersenyum, dia langsung memeluk erat Papa kandung yang tidak pernah di kenal nya itu.


"Aku cukup sakit hati ketika tahu jika putriku sebenarnya tidak tahu tentang keberadaan ku." Bella terkekeh, mana dia tahu soal itu.


Bella bisa merasakan otot-otot ayahnya di balik pakaiannya. Masih sangat bagus dan wajah tampan awet muda tentunya. Mungkin inilah yang orang sebut dengan Hot Daddy, sama seperti suaminya.


Alex sedikit berwajah gelap. Melihat istrinya yang seperti menyukai tubuh mertuanya itu. Dia tahu jika Bella terus terkesima dengan wajah tampannya.


Cih! Dia hanya pria tua bertubuh muda! batin nya tidak suka.


"Bebe, jangan memeluknya terlalu lama. Ingat, dia sudah punya istri." Mereka terperangah.


Hell ...! Itu ayahnya bodoh! Cemburu anda tak beralasan.


...--- o0o ---...


Steph tidak tahu apa yang terjadi pada istrinya, beberapa hari belakangan Eillen banyak terdiam. Seringkali dia dapati istrinya itu menangis dalam diam.


"Sebenarnya ada apa? Jangan membuat ku khawatir." Merengkuh istrinya.


"Bella sudah tahu jika aku bukan ibunya." Air matanya kembali merebak keluar. Steph membeku.


Apa maksudnya?


"Maksudmu?" katanya cemas.


"Kau mengenalku sejak lama, kan? Kau seharusnya tahu sifat lamaku seperti apa."


"Aku wanita yang buruk. Aku menculik anak perempuan adikku sendiri padahal dia tidak bisa memiliki anak lagi."


"Jadi Bella-"


Terkejut. Tentu saja!


Eillen mengangguk. "Putri kandungku meninggal satu hari setelah dilahirkan." Steph dibuat bungkam dengan pernyataan istrinya.


Diluar, Sam dan Kyle tidak sengaja mendengar semuanya. Mereka awalnya hanya ingin melihat kondisi ibu mereka, tapi Steph masuk dan lupa merapatkan pintu hingga terbuka sedikit.

__ADS_1


"Kak Bells ..." Kyle menutup mulutnya tercengang.


"Ayo pergi. Berpura-pura lah tidak tahu." Sam menggendong Kyle dan membawa nya menjauh dari kamar orang tuanya.


.


.


.


Paginya ....


New York di gemparkan dengan berita kehancuran keluarga Arduous. Dari kasus penipuan, korupsi hingga penyeludupan barang terungkap secara jelas beserta bukti nyata.


Belum lagi berita Roselea yang berbuat kotor demi mendapatkan keuntungan. Semua orang langsung beranggapan jika Roselea sudah gila karena ternyata dirinya juga lah yang menyebarkan rumor palsu tentang Nyonya Muda Ramona.


Natalie tidak mengira jika perusahaan Arduous juga ikut hancur, padahal dia hanya memberikan semua kebusukan Roselea. Tapi, mengingat QA adalah sesuatu yang berbahaya apalagi di kendalikan oleh antek-antek CEO yang tidak ada ramah tamah nya!


Belum lagi CEO nya adalah Bella sendiri yang juga merupakan istri dari pria terkaya di dunia, seorang Trilionaire yang menjadi Raja di dunia bisnis selama bertahun-tahun!


Bella sendiri cukup terkejut pagi itu. Dia tidak mengira jika antek-antek nya akan menyebar luaskan semua bukti dari Natalie tentang Roselea.


Dia tidak masalah tentang kehancuran perusahaan keluarga Arduous karena perbuatan mereka sudah di luar batas. Tapi Roselea? Wanita itu tidak terlibat sama sekali dengan perbuatan orang tuanya.


Tapi harga dirinya juga akan ikut hancur jika semua keburukannya diketahui publik. Awalnya dia ingin menemui Roselea dan berbicara baik-baik dengan nya. Memberi kesempatan untuk berubah dan menjadi berguna untuk orang lain maupun diri sendiri.


Namun sekarang? sudah jelas jika di masa depan wanita itu akan mengalami kesulitan. Bahkan jika wanita itu berubah baik sekalipun, tidak akan membuat pandangan orang berubah banyak.


Bella tahu wanita itu tidak begitu jahat, hanya saja faktor keluarga atau mungkin lingkungan yang mempengaruhi semua sifat nya. Setiap orang berhak diberi kesempatan bukan?


Marah? Yes.


Bella sudah menatap tajam setiap untaian kata yang tertulis. Tidak ada jejak keramahan atau senyum khas Bella lagi. Dia menggenggam erat ponselnya.


Apa para antek-antek nya tidak berpikir dulu sebelum bertindak! Bella benci mereka yang berbuat sembarang tanpa peduli dan memikirkan dampak apa yang akan terjadi!


Dasar ceroboh!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Kira-kira gimana ya nasib antek-antek Bella nantinya? Si Bos sudah marah besar, lagian bertindak pake emosi itu memang gk bawa dampak yang baik....


...Jadi klo ada apa-apa, sebaiknya diselesaikan secara baik-baik pula😉...


...Terima kasih untuk semua yang masih setia dan memberi dukungannya....


...See youu😗...

__ADS_1


__ADS_2