Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 66 | Gagal Lagi


__ADS_3

Bella membersihkan diri setelah menyusui Jourell dan menidurkannya di kamar yang dibuat Alex khusus untuknya.


Duduk didepan meja rias, Bella mengoleskan beberapa krim untuk merawat kulit. Dia memperhatikan wajahnya lekat, hingga fokusnya tertuju pada iris coklatnya yang sebening air.


"Sangat mirip dengan ...."


Tidak mungkin. Bella menggeleng.


Teringat pertemuannya dengan Hyuran untuk kedua kalinya siang tadi, kali ini dia membawa Jourell bersamanya. Ada perasaan hangat dan nyaman saat berdekatan dengan wanita itu.


Jujur saja, Bella sangat menyukai wajah itu. Beginikah rasanya saat orang lain menyukai wajahnya juga?


"Tapi jika dilihat, aku punya banyak kemiripan dengan Bibi Hyuran. Dengan Eomma saja hanya sekilas terlihat mirip, tapi dengannya aku seperti melihat diriku sendiri." Bella terkekeh.


Namun, kekehan itu hanya bertahan sebentar saat dia kembali teringat dengan perkataan Sandra kala itu. Bella sempat bertanya pada Hyuran, apakah dia sudah menikah dan punya anak?


Hyuran mengatakan jika dia sudah menikah namun tidak mengatakan apa pun soal anak, dia hanya tersenyum.


Tiba-tiba, sebuah tangan melilit di perutnya. Alex sudah berada dibelakangnya sambil memeluknya erat. "Katakan." Bella mengerjit bingung.


"Apa?"


"Kau ingin merahasiakan apa dariku?" Wanita itu terdiam.


"Bebe," desis Alex.


Menghela nafas, Bella memiringkan tubuhnya. "Aku yakin kau sudah tahu apa itu."

__ADS_1


Alex tersenyum tipis, dia memang tahu, semua yang berkaitan dengan Bella pasti akan dia cari tahu. Alex juga tahu jika istrinya sedang mencari tahu masa lalu lama di Keluarga Kim.


"Apapun itu, aku selalu disini bersamamu," bisik Alex ditelinganya.


Bella tersenyum. "Yes, aku punya dirimu dan Jourell."


Saling tatap, entah siapa yang memulai, bibir keduanya menyatu memberi kehangatan. Ciuman semakin liar saat lidah mereka saling membelit.


Alex menarik resleting gaun tidur Bella yang memang menjadi gaun kesukaan Alex karena modelnya yang cukup terbuka sehingga memudahkannya jika ingin berbuat mesum pada istrinya ini.


Menurunkan tali gaun di bahu Bella, hingga gaun merosot sampai ke pinggang, memperlihatkan tubuh atas Bella yang tidak tertutup apapun.


Bibir Alex pindah ke leher, memberi banyak tanda cinta, lalu turun lagi ke salah satu tempat sensitif Bella yang sekarang sudah diambil alih oleh Jourell.


Bella mengerang saat Alex menghisap kuat ujung dadanya. Salah satu tangan Alex juga ikut meremas, memberikan sensasi kenikmatan yang sudah berkali-kali mereka rasakan.


Alex yang sudah terbakar gairah, ingin menyentuh bagian bawah istrinya. Namun, dengan cepat Bella menahannya, wanita itu menggeleng dengan nafas tak beraturan.


"Bebe." Alex tidak suka saat Bella menahannya.


"Ini baru dua minggu, Sayang. Kau harus menunggu empat minggu lagi. Maaf, aku juga lupa " Bella merasa bersalah.


Akh ... shit! Alex menggusar rambutnya kasar, kemudian beranjak masuk ke kamar mandi agar bisa secepatnya menidurkan adik kecilnya secara paksa.


Bella menutup wajahnya malu dengan kedua tangan. Sepertinya dia juga sudah merindukan sentuhan Alex hingga melupakan jika dia masih dalam masa nifas.


Bukan tanpa sebab juga dia mengenakan pakaian kurang bahan seperti ini, bagian dadanya yang rendah memudahkan Bella jika ingin menyusui Baby Jo.

__ADS_1


Bella bangun dari duduknya dan mengambil rompi untuk menutup pakaiannya yang cukup terbuka. Setelah melihat keadaan Baby Jo sekali lagi, Bella turun untuk mengambil Kopi dan sarapan Alex.


"Mom, Dad." Bella menyapa kedua mertuanya saat melewati ruang tamu.


"Oh, sayang? Kemari, perkenalkan ini Elora Jade, keponakanku."


"Dan Elora, ini sepupu iparmu, Bella."


"Hai." Gadis bernama Elora itu mengulurkan tangannya dengan sedikit sombong.


Bella tersenyum tipis dan membalas ulurannya, bisa dilihat jika gadis ini tidak menyukainya. Tapi bagi Bella ini sedikit lucu, wajah sombongnya sama sekali tidak cocok untuk gadis ini.


"Dia baru pindah dari Spanyol karena ingin berkuliah disini bersama Sofia, jadi keluarganya menitipkannya disini." Alfred menjelaskan.


"Kau masih mau menunggu disini kan, aku akan kesana dulu," ucap Clarissa pada Elora.


Clarissa menarik Bella pelan menuju dapur, karena tau wanita itu memang ingin kesana.


"Dia hanya gadis polos, jangan hiraukan wajah sombongnya itu. Dia memang selalu seperti itu pada orang baru, tapi lama-lama juga akan baik." Bella terkekeh, rupanya Clarissa juga menyadarinya dan tidak ingin dia tersinggung.


"Jangan khawatir, Mom. Hal seperti itu tidak akan membuatku tersinggung."


Jika wajah seperti itu saja, dia juga bisa memasang wajah yang lebih sombong. Itu hanya gadis kecil yang tidak menyukai orang baru dan Bella tentu bukan lawannya.


"Syukurlah, kalau begitu Mom kembali dulu." Bella mengangguk.


Setelah Clarissa pergi, kepala pelayan Smith datang membawa senampan hidangan. Dia sudah tau kebiasaan Bella, jadi sudah menyiapkan lebih awal.

__ADS_1


"Thanks, Paman."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2