
"Apa yang dilakukannya di tempat seperti ini?" celetuk Pria Tampan yang masih terlihat muda itu.
"Dia memang berbeda, James. Dia sudah terbiasa hidup bebas," ucap wanita cantik disampingnya.
"Oh God! Dia membawa cucu kita masuk!" Pria bernama James itu hampir membuka pintu mobil untuk turun, jika saja wanita disampingnya tidak menahannya.
"Bodoh! Kau ingin ketahuan!" Hyuran itu memukul lengan James kesal. Ya, wanita itu adalah Kim Hyuran dan suami yang dia anggap sedikit bodoh.
"Kenapa kau sangat suka memukulku! Ini sudah masuk dalam kekerasan rumah tangga," gerutunya.
"Apa! Kau ingin melaporkankan ku begitu?" Hyuran melotot.
"Mana berani," jawabnya cepat.
Rey yang berada di depan kemudi berusaha menahan tawanya. Dua pasangan ini walau terlihat dingin diluar tetapi sebenarnya memiliki humor tersendiri dan hangat tentunya.
"Ayo pergi."
"Baik, Mrs."
-
-
"Selamat da— tang." Gadis yang menyambut Bella membuka mulutnya tidak percaya, kemudian menatap ke Jourell yang juga menatapnya. Matanya ikut membulat.
"Thank you." Bella tersenyum yang sebenarnya ingin tertawa.
"Anda, Nyo— nyonya muda Ra— mona?" Dia masih syok. Siapapun tahu seperti apa istri dari Tuan muda Marcelio!
Parasnya yang bak dewi tidak akan mudah dilupakan begitu saja. Tetapi, sekarang wanita itu ada disini!Masuk ke toko kecil mereka?
Bella sendiri tidak heran, sepertinya wajah ini sudah dikenali banyak orang. Sungguh merepotkan, pikirnya.
"Kenapa menatapku seperti itu? Aku ingin merasakan kue coklat buatan kalian," katanya lembut.
Gadis itu tersadar. "Maaf, Nyonya. Saya akan siapkan tempat untuk anda." Bella segera menahannya saat gadis itu ingin berlari.
Inilah yang tidak disukai Bella. Orang-orang akan memperlakukannya berbeda, padahal dia tidak menyukainya.
"Ambilkan saja kue terbaik kalian. Aku akan duduk disana." Menunjuk salah satu meja didekati jendela.
"Ta— tapi, Nyonya—"
"Atau aku akan pergi. " potong Bella.
__ADS_1
"Ah, Baik. Silahkan duduk, Nyonya, Tuan."
-
-
"Mom! Kau takkan percaya siapa yang datang!" Gadis itu menggebu-gebu.
"Siapa?"
"Mrs. Ramona!" Wanita yang dipanggil Mom itu dengan cepat menghentikan aktifitas membuat kuenya.
"Jangan bercanda. Tidak mungkin orang seperti mereka mau datang kemari!"
"Jika tidak percaya lihat saja sendiri. Bahkan dia membawa anaknya juga."
"Ada apa?" Seorang pria paruh baya datang dengan wajah bingung.
"Ah, pasti Dad tidak percaya juga. Lebih baik aku menyajikan kue yang enak untuknya."
Gadis itu menata kue secantik mungkin, wanita itu adalah pelanggan besar, jadi harus berhati-hati. Dia langsung membawanya keluar setelah selesai.
"Silahkan, Mrs, Sir." Bella tersenyum menanggapinya. Gadis itu sempat terpesona dengan senyum Bella langsung menunduk malu.
Ayah dan Ibunya hanya mengintip dari balik pintu dapur. Seketika mata mereka ikut melebar setelah melihat wajah yang mereka kenal betul siapa itu.
"Benar, Nona." Gadis itu senang bukan main.
"Siapa Namamu?" tanya Bella.
"Sena, Mrs."
"Kau kuliah dimana?" Dilihat dari tata pelayanannya, gadis ini seperti cukup berpendidikan.
"Itu ..." Sena langsung menunduk malu.
"Dulu saya berkuliah di Universitas New York, tapi sekarang sudah tidak lagi." Bella terkejut.
"Why?"
"Emm ..." Sena sedikit ragu.
"Mrs. Ramona." Pria paruh baya yang dipanggil Dad itu datang tergopoh-gopoh. Tatapan mereka langsung beralih pada pria itu.
Bella mengangkat sebelah alisnya sebelum berbicara. "Mr, Ronald, right?"
__ADS_1
(Note: Mr. Ronald pernah muncul di Episode 41 | Finish)
"Benar, Mrs. Ini anak saya, Sena dan ini istri saya."
Bella menyenderkan tubuhnya di kursi lalu menatap mereka satu persatu. Jadi toko kecil ini miliknya? Tidak heran jika begitu.
Beberapa bulan yang lalu, Mr. Ronald datang menepati janjinya untuk membayar ganti rugi yang dia lakukan dalam waktu satu bulan dan dipecat setelah itu.
Bella sudah menebak jika akhirnya akan seperti ini. Menjual semua aset, memangnya siapa yang tidak bangkrut?
Mereka bertiga berkeringat dingin melihat tatapan tajam Bella. Apa Mrs. Ramona memiliki dendam? Apa dia akan menutup toko? jika begitu, bagaimana nasib kami selanjutnya? Pikiran mereka mulai liar.
"Mr. Ronald. Apa anda menyesal sekarang?"
Mengerti arah bicara Bella, Mr. Ronald lantas berkata, "Sa— saya menyesal, Mrs."
"Apa kau berniat mengulanginya lagi jika seandainya kau mendapat kesempatan?" tanya Bella lagi.
"Saya jera, Mrs. Karena ulah saya, keluarga saya juga terkena imbasnya." Meski tidak mengerti dengan pertanyaan Bella, dia tetap menjawab.
"Kuharap kau memegang kata-kata mu." Menghela nafas, Bella bangkit diikuti oleh Seinth.
Bella mengeluarkan selembaran uang untuk membayar kue yang dipesannya dan memberikannya pada Sena. Kemudian, mengeluarkan sebuah kartu mewah berlapis emas dan menyodorkannya pada Mr. Ronald.
"Pergilah ke QA dan temui Monica. Tunjukkan saja kartu ini dan mereka akan membiarkanmu masuk. Aku pergi, terima kasih atas kuenya."
Mereka menatap kepergian Bella, kemudian beralih menatap kartu, sedetik kemudian mata melebar melihat apa yang tertulis disana.
Qiara Arabelle, CEO QA International Group.
"I— ini."
"Ja— jadi dia ...."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kita belajar sedikit ya bagi yang belum tahu :
✓ Mrs / Nyonya >>> Wanita yang sudah menikah.
✓ Miss / Nona >>> Wanita yang belum menikah.
✓ Mr / Tuan >>> Bisa sudah, bisa juga belum.
...Bella sendiri sudah menikah dan diberikan panggilan 'Mrs'. ...
__ADS_1
...Namun, aku tetap menggunakan panggilan 'Nona' khusus untuk para antek-antek nya saja. Anggap saja ini sudah menjadi kebiasaan mereka sejak dulu....