Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 109 | Belanja Bersama


__ADS_3

Pagi menjelang siang di akhir pekan yang sangat membahagiakan sekaligus membosankan bagi Bella. Seluruh kaum wanita di dalam keluarga pergi bersama untuk saling mengakrabkan diri. Mulai dari Clarissa, Sofia, Elora, Hyuran, Eillen, Kyle bahkan Hye ikut untuk berbelanja bersama. Bisa dikatakan ini waktunya para wanita melepaskan penat dan beban mereka di pusat perbelanjaan ini. Entah melepas penat sebagai pelajar ataupun rumah tangga.


Para pria sendiri sudah berkumpul di kediaman Villegas yang memiliki lapangan golf nya sendiri. Begitupun Jourell yang menjadi salah satu spesies pria yang pastinya juga ikut di perkumpulan para pria. Lupakan urusan mereka, biarkan itu menjadi kesenangan mereka sendiri.


"Hari ini aku yang bayar, jadi ambil lah sepuas kalian," ucap Bella.


"Yes! Ambil sepuasnya ..." Sofia, Elora dan Kyle bersorak.


"Kami akan membayar sendiri. Jangan menghabiskan uang suamimu." Hye menolak dengan lembut.


"Jangan khawatir, Halmeoni. Bahkan jika kita membeli gedungnya sekalipun, uangnya takkan habis," canda Bella.


"Sombong!" Hyuran menarik telinga Bella sedikit keras. Yang lain terkekeh. Memang benar sih ....


"Just kidding, Mam. Kalau begitu kau saja yang bayar!" hardik Bella kesal.


"Bayar? Kecil! Aku bahkan bisa membayar untuk tanahnya sekalian," balas Hyuran membalikkan kata-kata Bella.


"Sombong!"


Memang ibu dan anak. pikir mereka yang melihat perdebatan kecil itu.


Awalnya mereka cukup pangling ketika bertemu Hyuran untuk pertama kalinya. Wajah wanita paruh baya tapi belum tua itu bukan lagi kata mirip dengan dengan Bella, tapi kembar! Bahkan jika mereka mengatakan adik kakak sekalipun, orang lain pasti percaya ....


Kalian sendiri pasti tahu seperti apa wajah-wajah papan atas artis Korea, kan? Meski umur tidak lagi muda, tapi masih banyak yang terlihat cantik dan awet muda. Bahkan cocok memerankan anak gadis SMU! Jadi bayangkan sendiri seperti apa kedua ibu dan anak itu.

__ADS_1


Mereka akhirnya masuk ke salah satu toko pakaian setelah berkeliling mencari tempat yang ingin dimasuki lebih dulu. Bukan Bella yang memutuskan, dia hanya mengekor kemanapun mereka pergi. Jangan lupa jika dia tidak pandai berbelanja. Bukankah semua kebutuhan disediakan oleh Ken dan Sandra saat itu?


Jujur dia lebih suka menjajal semua tempat makan daripada memilih pakaian yang harganya bisa mencapai selangit. Pakaiannya saja masih banyak yang baru dan belum tersentuh, ingin menambah lagi? Buka saja toko pakaian kalau begitu.


"Kak, bagaimana penampilanku?" Sofia membalik - balik tubuhnya agar bisa dinilai.


"Hm ... bagus." Dia hanya duduk malas di salah satu sofa khusus. Dia yang akan membayar, jadi jangan memaksanya untuk ikut memilih juga.


"Semua yang kupakai kau bilang bagus ... lalu yang mana harus kupilih!" Sofia berdecak.


"Ambil saja semuanya, toh dia yang akan membayar. Buat bangkrut sekalian," sahut Hyuran diujung sana. Bella menatapnya sinis.


"Sayang, kemari. Lihat ... ini cocok untukmu." Clarissa menarik Bella tiba-tiba dan menempelkan baju pilihannya.


"Ah ... tidak, Mom. Pakaianku masih banyak." Bella menjauhkan pakaian itu.


"Coba ini juga." Hyuran tak mau kalah.


"Ini saja." Hye juga ikut.


Bella menggeleng ingin menangis. Para orang tua ini ... selalu tidak ingin dibantah. Tiga gadis lainnya hanya bisa menatap datar sekumpulan orang itu. Tapi juga sedikit iri dengan Bella yang mendapat perhatian semua orang.


Tiga keluarga besar itu tidak tahu jika mereka tengah menjadi pusat perhatian. Banyak yang berkumpul di luar etalase untuk melihat para sosialita itu dan jepretan kamera tak luput mengenai mereka.


Manajer toko bahkan sampai menutup tokonya untuk pengunjung lain karena takut menggangu kenyamanan para konglomerat itu. Tapi ada dua orang baru khas korea yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, sangat mirip dengan Mrs. Qiara. Apa itu keluarganya? Mereka terlihat seperti orang kelas atas.

__ADS_1


Ya Tuhan ... apa berbelanja harus serepot ini! batin Bella menjerit.


-


-


Melihat Bella yang terlihat malas setiap ditawari, akhirnya membuat mereka memilih sendiri pakaian untuk wanita itu. Bella tak bisa lagi menolak lagi, dia terlalu malas untuk berdebat. Biar sajalah, yang penting mereka bahagia.


Lahir dengan sendok emas memang tidak bisa dipungkiri jika para sosialita ini sangat tahu yang mana produk berkualitas. Semua pilihan mereka jelas membuat semua orang yang menyaksikan ingin menangis. Tidak ada yang murah! Satu model saja sudah menghabiskan ratusan juta, apalagi ini tidak hanya satu. Setiap orang mungkin menenteng lima paperbag. Jika itu mereka, mungkin sudah bangkrut karena shopping!


Astaga ... bahkan donasiku tidak sebanyak ini.


See ... lebih baik uang sebanyak itu dia sumbangkan agar membawa manfaat untuk orang lain yang membutuhkan daripada membeli sesuatu yang belum tentu terus berguna dan hanya membuang - buang uang!


Tapi sesuai janjinya, dia yang akan membayar semuanya untuk merayakan kembalinya semua keluarga. Toh mereka belum pernah pergi bersama, kan?


Setelah selesai, mereka memutuskan untuk pulang saja. Tapi sebelum itu, akan memesan makan siang terlebih dahulu untuk makan dengan para suami nantinya. Status istri tentu tidak bisa dilupakan begitu saja.


Tapi ketika akan masuk ke salah satu Cafe disana, seseorang wanita tidak sengaja menabrak Bella hingga termundur beberapa langkah. Wanita itu menjatuhkan sebuah kertas. Bella bermaksud membantu untuk mengambilnya, tapi setelah melihat apa yang tertera disana, dia mengerjit.


"Apa kau tidak punya mata!" marahnya. Sepertinya wanita itu belum menyadari siapa yang ada di depannya.


"Apa ini milikmu?" Bella mengapit kartu itu dijarinya, tak peduli dengan kemarahan wanita itu.


Wanita itu mendongak, lalu membola. Sial! Kenapa harus dia ....

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2