Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 43 | Sabar dan Sabar


__ADS_3

Sofia yang masih berada di kelas mendapat pesan dari Ibunya jika mereka sudah menunggu di Cafe depan kampus. Sangat cepat?


“Kenapa cepat sekali?” balas Sofia sambil melirik ke depan.


“Kakakmu sudah tidak sabar! Tidak usah di pikirkan, fokus saja pada kuliahmu.” Sofia terkekeh pelan saat ibunya menjawab. Ternyata Kakak ipar cantiknya sudah tidak sabar untuk bersenang – senang.


“Kau kenapa?” bisik Renata disebelahnya yang heran melihat tingkah Sofia.


“Nothing,” bisik Sofia juga lalu kembali fokus kedepan. Renata hanya menggeleng heran.


Semua orang keluar saat kelas telah selesai. Renata mengikuti langkah Sofia yang sedikit terburu – buru.


“Kau ini kenapa?!” Renata tidak sabar.


“Ibu dan Kakak iparku sudah menunggu sejak tadi,” jelas Sofia.


“Pantas saja.”


“Kau mau ikut? Kami akan jalan – jalan hari ini,” tawarnya.


“Ah tidak – tidak.” Tentu dia tidak mau. Cara jalan – jalan mereka pasti berbeda, yang pasti tidak akan mengeluarkan sedikit uang.


“Apa yang kau pikirkan? Kau tidak perlu memikirkan uang. Ada aku, tenang saja.” Seakan mengerti penolakan Renata


“Thanks, tapi aku tak ingin.”


“Terserah kau.” Terus berjalan


“Emm ... sorry” Langkah mereka terhenti saat seseorang berhenti didekat mereka.


“Yes?” Sofia sedikit lupa orang di depannya.


“Aku tidak sengaja mendengar kau menyebut kakak ipar. Apa dia ada disini?” Sofia mengerjit bingung.


“Aku Selo Victor. Adik Kak Bells.”


Ah ... benar. Dia ingat sekarang. Selo, adik kesayangan Bella di keluarga Victor. Bella bahkan selalu mengiriminya uang jajan setiap bulannya sampai sekarang untuknya. Meski Selo selalu menolak, tapi Bella adalah makhluk yang tidak bisa dibantah.


“Oh, Sorry. Aku tidak mengenalmu.”


“Tak apa.”


“Kak Bells memang ada disini. Mau bertemu?”


“Yes,” jawab Selo cepat.


“Ayo ....”


-


-


Saat Sofia dan Selo sampai di Cafe. Hal yang pertama kali mereka lihat saat masuk adalah pemandangan dua orang wanita berbeda usia tengah bercanda bersama. Sofia merasakan kehangatan saat melihatnya. Dulu ibunya tidak pernah sedekat ini dengan perempuan. Bahkan terkesan dingin dan sinis. Tapi saat bertemu Bella di Mall untuk pertama kali, ibunya berubah.


Tidak ada lagi tatapan tidak suka melainkan tatapan hangat layaknya seorang ibu. Disitu dia menebak jika ibunya pasti menyukai wanita ini. Dan benar saja, ibunya diam – diam mencari tahu tentangnya sebelum Kakaknya Al membawanya malam itu.


Selo sendiri tersenyum bahagia. Dia sangat berterima kasih pada Tuhan karena memberikan kebahagian untuk Kakak tercinta ini. Gadis muda yang dulu selalu memberikannya perhatian dan dukungan disaat Ibunya sendiri mengabaikannya demi sebuah ambisi.

__ADS_1


“Mom ... Kak ....”


Bella tersenyum senang saat melihat kedua adiknya datang bersama, dia melambaikan tangannya.


“Aku merindukanmu!” Memeluk Selo yang duduk disebelahnya.


“Me too.”


“Perut Kakak sudah semakin besar. Pasti berat kan?” tanya Selo polos melihat perut Bella.


“Tentu saja berat! Apa – apaan pertanyaanmu itu.” Selo menyengir sambil memegang tengkuknya.


Sejak kapan Selo menjadi sedikit bodoh?


“Kau putranya, Hans, kan?” tanya Clarissa.


“Ah ... Benar, Mrs,” jawabnya canggung.


Jadi ini adik kesayangan Bella? syukurlah dia tidak mengikuti sifat ibu dan saudaranya. Batin Clarissa. Bukan tidak tahu tapi dia malas mengingat orang yang menurutnya tidak perlu diingat!


“Ada apa, Mom?”


“Hanya memastikan.” Sofia mengangguk mengerti.


“Mom, apa tidak apa jika Selo ikut?” Selo mengerjit. Ikut kemana?


“Jika dia mau tidak masalah.” Clarissa tidak keberatan.


“Kau tidak sibuk, kan? Ikut kami ke Mall hari ini.”


What! Pasti membosankan mengikuti wanita belanja seharian.


“Sepertinya aku sedikit sib ... maksudku tentu! Ayo pergi.” Selo mengurungkan niatnya untuk menolak saat melihat tatapan membunuh kakaknya membuatnya harus menelan kembali kata – katanya.


Firasatku buruk. batin Selo.


Sofia dan ibunya mengulum senyum. Rupanya pria tampan ini sangat takut pada Bella. Baginya perintah Bella adalah mutlak! Adik yang baik.


Dan ...


Disinilah dia sekarang. Mengikuti empat wanita sambil menenteng banyak paperbag ditangannya. Entah apa yang mereka beli hingga sebanyak ini. Inilah yang pasti terjadi jika mengikuti wanita berbelanja. Dan Selo sudah pengalaman dengan ini selama bersama Bella dulu. Jadi bukan tanpa sebab dia ingin menolak ajakan Bella tadi.


“Shitt ..! Jika tahu begini akhirnya, aku pasti akan menolak untuk ikut,” umpat Sam yang rasanya ingin sekali melempar paperbag ditangannya.


Ternyata Clarissa juga mengajak Eillen untuk pergi bersama. Saat Eillen hendak pergi, kebetulan Samuel baru saja kembali dari Sekolah. Jadi ajak saja sekalian dan ternyata anak itu setuju.


“Salah mu. Seharusnya kau tahu apa yang terjadi jika wanita pergi shopping,” balas Selo.


“Mom tidak bilang shopping. Dia bilang ingin membeli sesuatu di Mall!”


“Apa bedanya bodoh!”


...--- o0o ---...


Di tempat lain ....


Alex sibuk memperhatikan foto – foto Bella yang ditunjukkan Bean dari orang suruhannya untuk mengawasi Bella selama di luar rumah. Dia sedikit kesal karena melihat Selo memeluk Bella. Belum lagi ada Sam yang juga berstatus laki – laki.

__ADS_1


Bean hanya menghela nafas saat melihat Tuannya yang cemburu tanpa alasan bahkan dengan adik iparnya sendiri. Cinta memang berbahaya, pikirnya. Sampai sekarang saja dia belum bisa menaklubkan seorang Sekretaris Ceo yang tidak lain adalah Vivi.


“Kenapa dia semakin cantik saja padahal sedang hamil.”


Eh? Apa dia bertanya padaku?


“Kau tuli!”


“Ah ... maaf, Tuan. Mungkin sudah takdir nona seperti itu,” asal Bean


“Cih! Liat saja mata orang – orang itu. Beraninya mereka menatap Istriku seperti itu,” ketus Alex sedikit berteriak


Sabar, Bean ....


Dia melanjutkan pekerjaannya lagi, memeriksa dokumen sambil sesekali meladeni sikap tidak jelas Alex.


“Bean!”


“Iya, Tuan?”


Apalagi sekarang?


“Siapa pria ini!”


Siapa?


Alex menatap geram kearah ponsel Bean dimana ada seorang pria yang mendekati Bella dengan percaya diri penuh sambil tersenyum tampan namun bagi Alex sangat menyebalkan yang membuatnya seketika berdiri dari kursi kebesarannya.


“Kau ingin menjelaskan apa padaku, hah!” Alex melempar ponsel Bean ketika melihat Bean yang bungkam.


Tuan, kenapa menyalahkanku? Dan ponselku ... kasihan sekali nasibmu nak. Bean menatap iba pada ponselnya yang sudah tergeletak tidak berdaya.


“Saya sudah mencari tahu semuanya, Tuan. Nona memang tidak dekat dengan siapapun kecuali tuan Jung dan tuan Kris.”


Siapa pria bodoh ini! Dia tidak ada dalam daftar orang terdekat, Nona.


“Kau yakin? Atau kau yang tidak teliti!” geram Alex.


“Maaf, Tuan. Saya akan mengurusnya segera.”


Sabar, sabar, dan Sabar ....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Hai semuanya.......


...Author datang lagi dengan membawa satu karya baru untuk kalian. Untuk keterangan Up tidak bisa dipastikan, karena Author masih fokus dengan The Perfect Couple ini....


...Bagi kalian yang mungkin berminat, silahkan mampir untuk tengok tengok atau menetap silahkan. Tidak ada paksaan untuk kalian😊...



...《Seperti ini ya 😉 》...


...Tab profil aku...


...Masih belum banyak karena memang belum di prioritaskan. Pengen namatin satu Novel dulu biar gk terganggu....

__ADS_1


...Gamsahabnida❤...


__ADS_2