
Alex ingin memaki ketika seseorang masuk tanpa mengetuk pintu, namun setelah melihat siapa orangnya, ia langsung tersenyum.
"Bebe." Menarik Bella agar duduk di pangkuannya. Melihat dari raut wajah Bella, sepertinya istrinya punya masalah.
Bella memeluk leher Alex dan menyembunyikan wajahnya disana. Nyaman.
"Ada masalah?" Mengelus rambut panjang Istrinya, Bella semakin memeluknya erat.
"Aku hanya ingin seperti ini sebentar," gumam nya pelan. Alex terkekeh pelan, melingkarkan tangannya di pinggang Bella dan memeluknya.
"Miss me?" Menyeringai nakal.
Bella langsung melepas rangkulannya dan memasang wajah jengah. Mulai lagi, pikirnya.
"Aku sedang tidak ingin, Al."
"Memangnya apa yang kau pikirkan?" goda Alex.
Bella mendelik. "Kau ingin melakukan itu, kan?"
"Itu apa?" goda Alex lagi.
"Kau ini! Bercinta, apa lagi!"
Alex tertawa. "Wah, pikiran mu ternyata juga bisa mesum ya." Alex menggeleng, sengaja mengerjai wanita di pangkuannya ini.
Bella langsung melotot kesal. Hell! Apa tidak terbalik!
Buk
Alex sedikit meringis dengan pukulan istrinya di dadanya, kuat juga ternyata. "Menyebalkan!" dengkus nya, mulai bangkit namun ditahan oleh Alex.
"Mau kemana?"
"Mau menghindari pria cabul."
__ADS_1
"Bebe, kau makin berani ya." Meremas bokong Bella, wanita itu memerah.
"Kau harus dihukum," bisiknya seraya memberi gigitan kecil di telinganya.
Tanpa menunggu respon Bella, Alex mengangkatnya dan membawanya ke kamar pribadi yang ada di ruangannya. Bella tidak bisa menolak saat mulutnya sudah dibungkam lebih dulu oleh bibir seksi sang suami.
Beberapa saat kemudian, Bean masuk sambil mengintipkan sedikit kepalanya di balik pintu. Ia sudah mengetuk sejak tadi, tapi tidak ada respon apa pun. Akhirnya masuk dengan berhati-hati, jangan sampai menyaksikan adegan berbahaya untuk dirinya yang masih berstatus single.
Kosong? Dimana dua makhluk pemilik bumi itu.
Tapi saat matanya melirik ke arah pintu yang dipasang password, otaknya langsung memunculkan tanda waspada. Mengingat kelakuan mesum tuan nya yang kadang tidak tahu tempat, apalagi istrinya ada disini ... ah lebih baik menjauh.
Bean keluar lagi setelah meletakkan beberapa berkas lainnya sambil mengetik sesuatu di ponselnya. Seinth masih santai di luar, duduk dengan Tab di tangan nya. Entah apa kesibukannya yang merangkap menjadi pengawal sekaligus sopir itu.
Tak lama, seorang wanita resepsionis datang membawa sebuah paperbag. Melihat Seinth, dia tersipu. Dia tidak melihat pria ini di lobby? Kapan dia datang? Kemudian pergi setelah mendapat perintah dari Bean.
-
-
Dia masih tidak mempercayai bahwa wanita itu adalah istrinya. Awal pertemuan mereka sudah jelas jika saat itu penampilan Bella bukanlah selera nya, tapi justru dia malah tertarik!
Begitulah takdir, selalu punya cara untuk menyatukan keduanya. Yang namanya cinta, tidak peduli seperti apa mereka. Terkadang ada pula yang mengatakan cinta itu buta dan Ya, mungkin dia salah satunya sekarang.
Alex mendekat dan duduk di sisi nya, merapikan rambut yang menutupi wajah cantik Bella. "Aku mencintaimu, Bebe. Terima kasih karena sudah membuatku tidak bisa lepas darimu. Hanya kau yang akan menjadi ibu dari anak-anakku. Satu-satunya wanitaku." Mengecup keningnya dalam.
.......
...--- o0o ---...
.......
Di cafe, Natalie keluar dengan tangan mengepal, ia tidak sengaja mendengar percakapan antara Roselea dan Ravenna yang berencana menjadikan nya kambing hitam jika suatu hari dia ketahuan telah menyebarkan rumor buruk.
Mereka sudah lama berteman dan Natalie selalu mengikutinya, namun Roselea hanya memanfaatkannya. Sayangnya, dia tidak bisa melawan karena lagi-lagi nasibnya di tangan wanita itu.
__ADS_1
"Menjadi penurut bukankah juga tidak baik?" Seorang wanita bersedekap di sebuah mobil mewahnya. Menatap angkuh ke arah Natalie.
"Siapa kau?" Waspadanya.
"Itu tidak penting. Tapi sebelumnya ..." Wanita itu mendekat dan meletakkan map ditangan Natalie.
Natalie mengerjit bingung, namun tetap membukanya. Matanya membelalak setelah membaca isi map.
Tidak mungkin ....
"Ini–"
"Yes, itu milikmu jika kau mau bekerja sama. Kau tidak perlu takut karena kami selalu melindungi orang-orang kami."
Natalie terus menatap map yang berisi sebagian saham perusahaan ayahnya yang kini sudah berpindah tangan. Seluruh saham yang awalnya dipegang oleh keluarga Arduous kini sudah dikembalikan atas nama Keluarga Palmor.
"Siapa kau sebenarnya?" Bagaimana wanita itu bisa menjajanjikan hal seperti itu, bahkan saham yang sulit keluarganya ambil kembali juga di dapatkan oleh wanita itu.
"Dia bukan teman, tidak peduli selama apa kalian bersama, tapi nyatanya kau hanya dijadikan bidak, bukan? Apalagi di umpankan kepada Keluarga Ramona, bukankah lebih baik mati lebih dulu," ucapnya , alih-alih menjawab pertanyaan Natelie.
"Kau tahu?" Terkejut.
"Aku tahu segalanya. Bagaimana?"
"Dalam hal apa?" datar Natalie. Itu benar, semua yang wanita cantik di depannya katakan itu semua memang benar!
Wanita itu tersenyum simpul. "Laporkan apa saja yang dilakukan wanita itu padaku. Semua perbuatan buruk hingga aib nya sekalipun," desis nya.
Natalie terkejut, apa masalah wanita ini pada Roselea? Apa pernah menjadi korban nya juga?
"Dia memprovokasi kami, jadi terima akibatnya!" Seakan mengerti pikiran Natalie.
Sebenarnya dia bisa saja mencari tahu sendiri, itu hal mudah! Tapi ia bukan wanita yang akan memberi secara cuma-cuma. Anggap saja bayaran dari saham yang diperoleh.
Hasil yang memuaskan harus di dapatkan dengan kerja keras, bukan?
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...