Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
S2 | Penolakan


__ADS_3

Citt ...


Decitan rem saling bersautan. Sekelompok pemuda menghentikan motor sport mereka secara mendadak ketika hampir menabrak seorang gadis yang sedang menyebrang. Gadis itu terduduk dengan wajah syok karena mengira akan mati.


"Hampir saja kita terkena masalah," celetuk salah satu pemuda yang bernafas lega.


"Aku hampir kehilangan kaki ku," sahut pemuda lainnya. Ibunya takkan ragu memotong kakinya jika ketahuan menabrak orang. Ya itu berlebihan.


"Aku hanya menumpang, tapi sudah jelas aku akan ikut terlibat," ucap seorang gadis di atas motor salah satu pria.


"Tidak punya mata?" sarkas laki-laki yang menatap datar dibalik helm full face nya. Ketiga temannya saling menatap, tidak merasa heran.


“Minggir!" Sentakan itu segera menyadarkan gadis itu untuk secepatnya berdiri agar menghindar, kemudian tanpa basa-basi laki-laki itu melajukan motor sports nya disusul oleh yang lain tanpa peduli.


Gadis itu menatap sedih sekelompok itu. Tidak, lebih tepatnya kepada laki-laki berlidah tajam yang tak pernah ramah padanya.


It's me!


Namanya Milla Dwyne. Bukan gadis dari kalangan atas seperti yang lain. Meski begitu ia masih berkecukupan. Ya, inilah kehidupannya yang membosankan. Keberuntungan nampaknya enggan menghampiri. Kisah percintaannya pun terbilang buruk. Sangat!

__ADS_1


Contohnya saat ini. Mencintai orang yang salah rasanya menyakitkan. Terus berjalan kau akan tersiksa, tapi berhenti pun bukan hal yang mudah. Jadi ia putuskan untuk terus mencoba. Bagaimana akhirnya? Hanya Tuhan yang tahu.


Siapa dia? Ialah Jourell Wycliff Ramona. Laki-laki yang berhasil membuatnya tergila-gila. Tiga bulan sudah lamanya ia mencoba menarik perhatian laki-laki itu, namun tidak ada hasil. Perbedaan status mungkin menjadi penyebab salah satunya. Tentu saja! Dirinya tidak bisa dibandingkan dengan laki-laki itu.


Seorang pewaris tahta kerajaan bisnis terbesar di dunia dengan dirinya yang bahkan belum bisa masuk dalam kategori kaya? Mengapa ia harus jatuh cinta pada seseorang yang jelas-jelas sangat bertolakbelakang! Itulah cinta. Kita tidak tahu dimana ia akan singgah.


"Milla!" Seseorang menarik tangannya yang terdiam di tengah jalan. "Kau bodoh? Untuk apa berdiri disana!" sentak Verdia kesal.


Verdia Hilker merupakan sahabat satu-satunya Milla. Keduanya sudah dekat sejak masih berada di junior high school. Berbeda dengan Milla yang berasal dari keluarga biasa, Verdia tergolong gadis konglomerat. Keluarganya memiliki perusahaan yang bergerak di bidang makanan.


"Aku hampir mati. Kau malah memarahiku," ketus Milla meninggalkan Verdia.


**


"Jangan lakukan itu," wantinya mengingatkan Milla agar tidak lagi mengulangi hal yang sama.


"Mungkin dia bisa luluh." Milla tidak mendengarkan.


Keduanya sudah berada di kantin untuk makan siang. Seperti biasa Milla menyiapkan kotak bekal untuk ia berikan pada Jourell atau biasa di panggil Joy. Verdia hampir tidak tahan dengan segala tindakan Milla yang nekat untuk mendekati pewaris itu. Semua yang ia lakukan hanya akan memperlakukan diri sendiri.

__ADS_1


Gadis itu terlalu gigih, percaya jika suatu saat nanti ia akan berhasil meluluhkan kulkas berjalan yang tak tersentuh itu.


"Luluh? Sudah berapa kali kau mengatakannya! Berhenti bersikap bodoh. Ayo duduk!" Verdia menarik Milla agar duduk, tapi gadis itu menyangkal.


"Aku akan mencoba lagi," katanya meninggalkan Verdia yang tak dapat berkata-kata.


"Millaa!"


Dengan percaya diri Milla datang mendekati Jourel beserta teman-temannya. Tentu saja hal itu langsung menarik perhatian semua orang yang ada di kantin kampus mereka.


Bukan pemandangan asing lagi bagi mereka melihat keberanian Milla. Siapapun tahu jika gadis itu tergila-gila pada Joy. Bahkan mereka bisa menebak reaksi yang didapat Milla setelah ini.


Sudah jelas ....


"Menjauh!" Suara dingin Joy penuh peringatan.


.... Penolakan!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2