
Alex memperhatikan lekat istrinya yang sedang tertidur pulas setelah kembali dari rumah sakit. Ia tidak lagi kembali ke kantor setelah sampai di Mansion. Rasa khawatir nya sudah menguasainya hingga pria itu takut memejamkan mata meski waktu sudah menunjukkan tengah malam.
Setelah mendengar dari beberapa bodyguard yang sering melihat Bella berkeliling sambil menggendong Jourell pada dini hari, semakin membuatnya merasa bersalah karena membiarkan istrinya menjaga sendirian.
Baru akan memejamkan mata, tangisan Jourell akhirnya terdengar. Bella mengerut dalam tidurnya sampai mata indah itu akhirnya terbuka. Alex tidak menyangka jika dalam tidur lelap sekalipun Bella cukup peka dengan sekitar, padahal tangisan Jourell tidak begitu terdengar karena berada di ruang sebelah.
"Tidurlah lagi," bisik Alex setelah mengecup keningnya dan beranjak memasuki kamar Jourell.
Bella seperti enggan, meski tubuhnya masih sedikit lemas, ia tetap memilih menemani Alex dan Jourell sampai putranya tertidur lagi.
Alex keluar dengan Jourell di pelukannya. Pria itu mengajak bicara bayi yang baru berusia beberapa minggu itu. Pemandangan yang membuat hati Bella tersentuh.
"Bawa kemari, Sayang."
"Kenapa bangun? Kau harus istirahat, ingat." Bella menggeleng.
"Kita lakukan bersama-sama." Alex tersenyum.
.......
...--- o0o ---...
.......
Tiga bulan kemudian
Qiara Arabelle, wanita dengan segudang prestasi. Memiliki keluarga yang harmonis serta anak dan suami yang mencintainya tidak membuatnya lepas dari masalah hidup.
Berita yang awalnya hanya dianggap sebagai angin lewat kini semakin menjadi. Seseorang yang tidak dikenal siapa semakin berani menyebarkan sesuatu yang dianggap dapat merusak reputasinya.
Sebagai Istri dari pria terkaya di dunia itu tentu membuat banyak orang iri padanya. Tak jarang cemoohan atau cibiran didapat dari sosial medianya.
Identitas nya yang masih buram dan dipercaya tidak pantas untuk menjadi nyonya muda di mansion menjadi senjata tersendiri untuk menyerang dirinya.
__ADS_1
Tapi siapa Bella? Dia wanita tangguh, cuek dan masa bodoh. Jutaan bahkan ribuan cibiran atau cemoohan yang didapatnya hanya mampu membuatnya memasang wajah malas.
Pagi itu, Bella kembali mengecek perkembangan berita tentangnya. Tentang ia yang kini sudah benar-benar terkenal. Eitts ... terkenal karena menjadi objek cemoohan, okay!
Rupanya ada berita baru lagi dan kali ini cukup membuat Bella terkesan.
...----------------...
...Qiara Arabelle, istri dari tuan muda Marcelio didapati sedang bersama seorang pria di sebuah bar....
...~~...
...Mrs. Ramona memiliki simpanan?...
...----------------...
Terpampang jelas wajahnya di sebuah gambar yang memang diyakini sebagai dirinya. Ia tidak mengelak atau membantah karena itu memang dirinya.
Apalagi ketika melihat istrinya yang seperti berciuman dengan pria yang bersamanya di foto tersebut. Ia menatap Bella tajam, karena wanita itu malah membenarkan.
"Jadi ini memang kau?" Bella hanya mengangguk polos.
"Bebe, apa kau benar-benar berselingkuh dariku?" desis nya geram melihat sikap acuh Istrinya, Bella menjawab dengan gelengan.
"Kenapa tidak kau tanyakan pada mata-mata mu?" jawab Bella santai, kemudian menelungkupkan tubuhnya di karpet berbulu didepan Jourell yang sudah sangat aktif dengan mainannya.
Bella tahu jika selama ini Alex diam-diam menaruh mata-mata untuk mengawasinya. Dan juga, apa yang perlu dicurigai? Sedangkan setiap kali akan keluar, ia tidak pernah absen menghubungi suaminya untuk meminta izin.
"Bebe." Alex mulai gusar dengan tingkah Bella. Jujur dia takut jika itu benar dan tidak akan sulit bagi Bella jika ingin meninggalkannya.
Bella tertawa geli, Jourell yang tepat di depannya juga ikut tertawa riang. "Kau ingin punya Daddy baru?" Jourell kembali riang sambil menendang-nendangkan kaki kecilnya yang sedang telungkup.
"Bebe, tidak lucu!" Alex semakin kesal melihatnya. Dia langsung mendekat dan mengangkat Jourell.
__ADS_1
"Kau masih kecil tapi sudah berani mengkhianati ku, Son." Jourell malah tersenyum lebar dan telihat menepuk-nepuk tangannya.
"Kalian berdua sama saja!" Menurunkan Jourell dan meletakkannya di perut Bella yang sudah berbaring telentang.
Wanita itu kembali tertawa dan memeluk Jourell yang semakin gembul itu, mencium semua wajahnya gemas.
"Kemari Daddy, peluk Mommy." Bella merentangkan tangannya.
"Cih!" Meski begitu, Alex tetap menjatuhkan tubuhnya di atas Bella dengan bertumpu lutut agar tidak menindih Jourell yang juga dibawahnya.
Mulutnya tidak diam, ia mengecup wajah putra dan istrinya bergantian. Meski sedang kesal, tak bisa membuatnya marah pada dua orang di kukungannya ini.
Memperbaiki posisi, Alex membaringkan tubuhnya di samping Bella dan memeluknya.
"Itu foto lama, diambil di Inggris saat usiaku masih tujuh belas tahun. Kris dan Jung juga ada disana menemaniku. Jika tidak salah itu acara kampus dan pria itu menyukaiku ...."
Bella sangat ingat kejadian beberapa tahun lalu itu, ketika seorang pria bernama Heiden yang merupakan senior di kampusnya yang mungkin sekarang seusia Alex menyatakan cinta padanya di sebuah bar.
Mungkin ia memang tidak dekat atau bersosialisasi dan bisa dibilang cenderung dingin dengan orang-orang kampusnya, kecuali Jung dan Kris. Tapi, siapa yang mau nenolak gadis cantik yang dianggap seperti kecantikan dunia?
Heiden salah satunya, pria tampan yang merupakan idola kampus pada masa itu. Berulang kali mendekati Bella dan menyatakan cinta namun selalu berakhir ditolak. Puncaknya, pada acara kampus dia kembali menyatakan cinta di depan semua orang dan nyaris menciumnya, memaksa lebih tepatnya.
Dan jangan salahkan ia, jika malam itu wajah tampannya harus berakhir di tangannya plus tangan Kris dan Jung tentunya.
"Heiden?" gumam Alex.
"Yes, pasti tidak jauh dari orang-orang kampus ku dulu."
Bella yakin orang yang menyebar ini memang diantara mereka, bisa dibilang banyak kaum wanita yang tidak menyukai nya karena menganggapnya sebagai ancaman.
Tapi siapapun dia, orang itu sangat berani memprovokasi nya secara terang-terangan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1