Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 54 | Jourell Wycliff Ramona


__ADS_3

“Jourell,” katanya tiba – tiba, Alex mengambil alih putra kecilnya itu digendongan sang kakek kemudian mendekat ke brankar Bella.


“Apa kau sudah melihat matanya, Bebe? Matanya seperti milikmu.” Alex tersenyum. Satu tangannya mengelus puncak kepala Bella yang masih belum membuka matanya.


Yang lain hanya tersenyum melihat pemandangan yang dulunya tidak pernah pernah mereka bayangkan akan terjadi pada dua Bos besar yang sama – sama tidak tersentuh itu.


Memangnya siapa yang akan mengira jika kepribadian mereka yang hampir sama itu justru sudah terikat dengan benang takdir? Sejauh apapun jarak mereka, tuhan selalu punya cara untuk mempersatukan keduanya.


“Jourell Wycliff Ramona,” katanya lagi, menatap bayi kecil yang masih berada digendongannya.


“Dia akan menjadi orang yang bijaksana, bersemangat, cerdas dan penuh akan kebahagiaan selama hidupnya.” Lanjutnya lagi.


“Luar biasa!” Mike merasa takjud dengan perkataan Alex. Penuh makna dan kasih sayang. Begitupun yang lainnya, beberapa dari mereka tidak bisa tidak meneteskan air mata. Seakan – akan ini memang sesuatu yang luar biasa.


Padahal hanya curahan hati dari seorang Hot Daddy yang begitu mencintai keluarganya. Katakan saja begitu, karena tidak ada yang akan menyangka jika Alex yang tampan dan masih muda itu sudah menjadi seorang ayah. Ketika semua orang masih terbawa suasana, tidak ada yang menyadari jika mata coklat dengan bulu mata lentik sudah menatap pria yang amat dicintainya dengan dalam.


Bella sudah terbangun sejak Alex mengatakan nama bayi mereka, matanya berkaca – kaca. Tidak ada yang bisa menggambarkan perasaan hatinya saat ini. Jourell yang berada digendongan Alex tiba – tiba saja tersenyum kecil ala bayi biasanya ketika matanya bertemu dengan manik coklat yang mirip dengannya. Mereka langsung menoleh dan melihat Bella juga tersenyum menatap Jourell.


“Bebe! Bagaimana perasaanmu?” Alex langsung mendekat.


“I’m okay.”


“Kalian semua disini?” Bella menatap sahabat serta para kaki kanannya itu.


“Tentu saja.”

__ADS_1


Tak lama dokter masuk setelah mendapat panggilan dari Bean untuk pemeriksaan Bella lebih lanjut. Dokter wanita itu sedikit gugup saat ditatap semua orang dengan serius. Dia terkejut karena semua orang didalamnya ternyata adalah orang – orang penting!


Rupanya benar gosip yang dibicarakan oleh orang – orang di penjuru rumah sakit ini jika para konglomerat yang tersohor terutama kaki kanan QA juga ada disini. Bahkan jika mereka dekat dengan keluarga Ramona, tidak akan sedekat ini sampai rela menunggu seharian didepan ruang bersalin.


“Nyonya baik – baik saja, tidak ada masalah usai melahirkan. Hanya perlu istirahat dan jangan kelelahan dulu,” katanya sopan.


“Thanks, Doctor.” Bella tersenyum dan dibalas senyuman juga.


“Baikah, Sayang. Eomma pulang dulu untuk membersihkan diri. Aku akan kesini lagi nanti malam membawa makanan kesukaanmu.” Eillen mencium kening Bella sayang.


“Hm ... hati – hati. Pulanglah bersama Ken, Eomma.” Eillen mengangguk.


“Kami juga pulang dulu, Bells. Jangan memikirkan hal aneh lagi;” goda Kris.


“Ck! Kau lupa menagih siapa?” Bella menaikkan dagunya sombong, bermaksud menggoda Jung yang tengah kesal itu.


“Jangan terlalu dekat dengan Paman Jung ya, Baby Jo. Dia itu sangat perhitungan.” Bella memasang sedih. Empat pria tampan didekatnya malah tertawa melihat nasib Jung.


Jung hanya terperangah melihat kelakuan ibu muda ini. Lupakan saja jika ingin berdebat, karena wanita didepannya ini adalah wanita berpendirian, argumentnya tidak akan mudah dipatahkan begitu saja!


“Pulanglah. Aku akan menggantinya dengan biaya pernikahan. Bagaimana?” Jung dan Ken terkejut, Bella tahu?


“Kau tahu?”


“Memangnya apa yang tidak kuketahui? Jangan harap bisa menyembunyikan sesuatu dariku.” Jung menggaruk tengkuknya, benar juga pikirnya.

__ADS_1


“Tunggu ... maksudmu dia akan menikah?” Kris sedikit berteriak.


“Berisik!” Alex mulai jengah. Mereka jadi pulang tidak sih! Para orang tua hanya bisa terkekeh.


“Kita pulang saja! Kau jelaskan semuanya ingat.” Kris mengancam Jung.


“Terserah! Pegang kata – katamu, Bells.” Jung mengingatkan.


“Tenang saja.” Bella mengacungkan jempolnya.


Semua akhirnya pergi hingga menyisakan Alex dan Baby Jo.


“Berikan padaku, Sayang. Aku akan menyusuinya.” Alex langsung meletakkan putranya disamping istrinya. Bella sedikit memiringkan tubuhnya agar mudah nantinya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Segini dulu ye. Maafkan jika nanggung karena aku lagi sibuk banget soalnya😧...


...Tadinya pengen buat part ini lebih panjang. Tapi kondisi ternyata tidak memungkinkan....


...Sabar yah. Orang sabar disayang tuhan😆...


...Jangan lupa LIKE nya yah gess. Jangan pelit pelit, nanti kuburannya sempit😋...


...Makasehh... muahh 😗...

__ADS_1


__ADS_2