Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 56 | Sumpah Setia Seumur Hidup


__ADS_3

Eillen mengerjit ketika melihat Kyle duduk dipojok Sofa sambil cemberut. Steph yang melihat itu hanya mengabaikan, dia sudah tahu pasti tidak jauh dari ulah Sam atau Bella. Memangnya siapa lagi yang suka menjahili Kyle.


“Selamat, Sayang. Bagaimana keadaanmu?” Steph mengelus kepala Bella dan beralih mencium Baby Jo.


“Aku baik, Paman. Thanks.” Steph menghela nafas.


“Kau masih memanggilku, Paman? Kau masih marah karena aku menculik ibumu?”


“Sorry. Daddy or Appa?” santainya tanpa basi - basi. Sam dan Eillen langsung terkekeh.


“Aku akan memanggilmu Appa. Eommaa, Appaa ...” Bella mengedip – ngedipkan matanya membuat Alex disampingnya gemas dan mengecup pelipisnya singkat.


“Terserah,” ucap Steph jengah.


“Makanlah dulu, biar Baby Jo bersama kami.” Eillen menyusun makanan yang dia bawa diatas meja.


“Aku juga membeli, Mom. Tau begitu aku langsung kemari saja.” Sam menunjuk paperbag yang dia beli.


“Berikan pada yang lain saja nanti. Mungkin sebentar lagi datang.”


Steph mengambil alih Jourell dan membawanya ke Sofa, Sam dan Kyle langsung mendekat. Alex mengambil makanan yang dibawa mertuanya itu ke piring. Dia akan makan berdua dengan Bella.


Alex menyuapi istrinya dengan telaten dan bergantian juga dengannya. Ditengah – tengah makan mereka, Bella teringat dengan keluarga Victor. Apa mereka sudah tahu kabar ini? Bagaimana dengan Selo? pasti sangat senang karena keponakannya sudah lahir.


“Ada apa?” Alex menyadari perubahan Bella.

__ADS_1


“Apa Daddy sudah tahu?” Alex langsung paham maksud Bella. Benar, dia tidak tahu apakah Bean sudah memberitahu atau belum.


“Kita tanyakan Bean saat dia datang nanti.” Bella mengangguk.


Jujur saja, dia masih cukup canggung dengan Quela dan Hans atau lebih tepatnya mereka yang masih kurang enak dengan Bella akibat kejadian lama. Eillen diam – diam mendengarkan, dia sebenarnya penasaran dengan reaksi mereka jika tahu dirinya masih hidup. Tapi keluarga itu tidak begitu mengenalnya hingga tidak menyadari jika Eillen dan Hyurin sebenarnya orang yang sama.


Dia melirik Steph, dia tidak pernah membayangkan jika pria yang dulu ditolaknya saat kuliah karena masih berpacaran dengan Hans malah menjadi suaminya. Dia pikir cintanya pada Hans tidak akan membuatnya membuka hati pada pria lain. Tapi nyatanya, tuhan selalu punya cara untuk menyatukan mereka. Salah satunya dengan insiden kecelakan waktu itu. Tapi percayalah, sejak Steph menjadi suaminya, hanya pria itu yang ada dihatinya.


Tak lama ketukan pintu kembali terdengar. Bean, Kris, Jung, Mike, Leo, Sandra serta Vivi muncul bersama dari balik pintu. Mereka datang dengan Ekspresi berbeda – beda.


“Ada dengan kakak – kakak ini,” tanya Kyle heran.


“Ada banyak wartawan di luar. Sepertinya berita ini sudah tersebar.” Sandra mendekati Bella dan Alex.


“Ini, Tuan.” Bean memberikan ponselnya pada Alex.


Siapa yang ingin melewatkan kesempatan ini? Pasalnya orang – orang besar ini sangat sulit untuk muncul di media, lebih tepatnya selalu menolak jika diundang dalam salah satu acara tv. Belum lagi, Sang CEO besar pemilik sekaligus pendiri QA Internasional Grub belum juga menampakkan dirinya. Jadilah para kaki kanannya yang menjadi sorotan.


“Lalu bagaimana kalian lolos?”


“Dengan pintu belakang. Untunglah salah satu penjaga membantu kami,” ungkap Kris menghempaskan tubuhnya di Sofa.


“Jangan khawatir. Aku sudah menghubungi keamanan untuk mengurus mereka.” Alfred datang bersama Clarissa dan Sofia.


“Berita ini sudah menjadi trending topik nomor satu di media.” Mike menscroll ponselnya sambil berdecak.

__ADS_1


“Memangnya siapa yang tidak heboh saat melihat kalian berlari seperti itu. Ingat, kalian semua orang – orang nomor satu dengan bisnis terbesar!” Kris mencibir.


“Persetan!” ucap mereka semua bersamaan. Kris langsung mendengus.


“Dimana Moliz?”


“Mon tidak bisa datang, Nona. Hari ini pekerjaan cukup menunpuk, Liza juga membantunya,” jelas Vivi.


“Kami bertiga hanya mampir sebentar untuk melihat keadaan Nona dan Baby Jo. Kami harus kembali ke kantor lagi untuk membantu mereka berdua.”


“Oke. Jangan terlalu lelah dan jangan pulang terlalu malam.” Mereka mengangguk dan tersenyum. Dalam hati bersyukur karena mendapat sosok Bos sekaligus penyelamat seperti Bella.


Tidak akan ada yang mengira jika ada kisah kelam dibalik pertemuan mereka semua dengan Bella. Bagaimana mereka bisa menjadi seperti sekarang, tentu dengan campur tangan sang Nona. Mereka tidak tahu, apa jadinya jika Bella tidak menolong mereka saat itu. Mungkin mati atau menjadi wanita malam yang dianiaya atau hal lain lagi. siapa yang tahu? Mereka punya cerita masing – masing.


Miris memang. Selalu ada alasan dimana sifat dingin mereka berasal. Tentu karena masa lalu kelam yang mengajarkan mereka menjadi kuat. Sempat putus asa dan menyerah pada takdir, sampai Bella datang dan mengulurkan tangan berharganya untuk mereka yang dianggap sampah dan tidak berharga.


“Semua orang bisa menyerah. Tapi mencoba bertahan dalam kesulitan, itu adalah kekuatan yang sebenarnya. Tuhan selalu punya rencananya sendiri. Percaya, jalani, dan nikmati.”


Kata – kata sang Nona yang selalu mereka ingat hingga saat ini. Sebuah kalimat yang mampu membuat mereka kembali membuka mata dan melihat apa itu tujuan hidup yang sebenarnya. Sejak saat itu mereka bersumpah akan selalu bersama Bella. Menjadi orang kepercayaan dengan sumpah setia seumur hidup. Hanya itu yang bisa mereka lakukan, karena kesetiaan tidak bisa dibeli dengan uang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...LIKE LIKE LIKE...


...LIKE LIKE LIKE...

__ADS_1


...LIKE LIKE LIKE...


__ADS_2