Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 97 | Pertemuan Rose dengan Anna


__ADS_3

Bella bersandar di kepala ranjang sambil menyusui Jourell. Bayi itu menangis setelah keduanya menyelesaikan mandi pagi mereka. Alex bersyukur karena putranya itu cukup pengertian.


Pria mesum itu sudah berada di depannya. Memijat kaki istrinya yang katanya sudah tidak sanggup berjalan lagi. Alex tidak mau disalahkan atau kehilangan jatah malamnya. Jadi, langsung memijat kaki istri tercintanya.


Bella yang hanya mengenakan dress tipis diatas lutut membuat jiwa mesum Alex kembali bangkit. Tangannya yang sedang memijat bagian betis perlahan mulai naik hingga ke paha.


"Al!" tegur nya dengan mata terpejam.


Alex terkekeh. Lalu, menunduk dan meninggalkan satu ciuman di paha putih Bella. Kemudian, beralih lagi ke pipi mulus sang istri dan memberi gigitan kecil karena gemas.


"Oh tuhan, untung kau suamiku," Bella mendengus.


"Memangnya kenapa jika bukan." Mengecup bahu Bella.


"Jika bukan? Aku akan melemparmu ke luar balkon."


Alex tertawa. Dia meraih wajah Bella lalu mengecup bibir nya gemas berkali-kali. Bella merasa wajahnya sudah basah karena ulah suaminya.


"Manis nya istriku."


Manis! Yang benar saja. Bella berdecak.


"Aku ingin mendaki ke atas sana." Tunjuk Bella keluar pada bukit yang tidak terlalu tinggi.


"Tidak perlu repot mendaki. Aku sudah membangun tangga khusus untuk menaiki nya."


"Good! Kau yang terbaik." Bella memuji. Yang dipuji membusungkan dadanya sombong.


"Sudah?" Tanya Alex pada Jourell yang melepas ujung dada ibunya.


"Aku sudah kenyang, Daddy." Bella mengecup pipi Jourell.


"Sekarang aku ingin jalan-jalan bersama Mommy." Bella turun perlahan dari ranjang.


"Hanya Mommy. Bagaimana dengan Daddy?" Alex cemberut ketika Bella sudah menjauh.


Bella tertawa gemas. Dia kembali mendekat pada suami manja nan mesum nya. "Sini, Daddy. sayang nya Mommy cantik." Berdiri di sisi ranjang.

__ADS_1


Alex hanya mendekat dan memeluk perut Bella. Menenggelamkan wajahnya disana. "I love you."


Bella tersenyum. "I love you too, Daddy nya Jo."


-


-


Bella bahagia bukan main melihat pemandangan dari puncak bukit nampak sangat indah dan hidup. Ternyata begini rasanya tinggal jauh dari hiruk piruk kota.


Alex juga menyukai tempat ini sehingga telah membuat tempat istirahat yang nyaman. Benar-benar masih asri dengan hamparan rumput hijau yang luas.



"Foto kami, Al." Bella berdiri membelakangi rumput luas sambil menggendong Jourell.


"Kita bersama-sama." Alex mengeluarkan ponselnya kemudian membuka aplikasi kamera.


"Yakin?" Pasalnya Alex bukan pria yang suka memotret diri sendiri. Tdak seperti dirinya yang punya ribuan foto.


"Kenapa?" Alex mulai ketus. Dia sudah membuang malu saat ini! Lagipula mereka belum pernah berfoto bersama Jourell.


Alex mengarahkan kamera. Jourell berada di tengah-tengah dengan ibu dan ayah menciumnya di masing-masing sisi.



...--- o0o ---...


Roselea dan Natalie sudah berada di Hyuna Restaurant seperti arahan Bella kemarin. Natalie yang khawatir memutuskan menemani Roselea bertemu dengan Manajer yang katanya adalah kenalan Bella.


Pelayan lain yang bertugas tidak berani meminta mereka untuk menunggu di ruangan Anna karena masih belum pasti jika dua wanita itu punya janji. Apalagi wanita yang mengenakan topi itu nampak mencurigakan baginya.


Jadi hanya meminta mereka menunggu di salah satu meja pelanggan. Roselea dan Natalie tidak menolak. Mereka memang belum memiliki janji apapun. Bella hanya meminta mereka datang dan mencoba melamar. Jadi, di coba saja dulu.


Hampir satu jam mereka menunggu. Tapi, yang ditunggu belum juga datang. Satu satu pelayan bilang jika Manajer Anna sedang hamil. Jadi, tidak bisa datang seperti biasanya.


Tapi sebenernya itu adalah perintah Bella yang meminta agar Anna tidak terlalu lelah. Datang lah sesekali untuk mengawasi atau hal penting lainnya.

__ADS_1


Tak lama yang di tunggu akhirnya muncul. Seperti biasa, seorang pria akan menemaninya sampai selesai. Anna cukup risih sebenarnya. Tapi, sesuai kesepakatan mereka untuk saling membuka hati. Anna akhirnya hanya mengatakan terserah!


Salah satu pelayan akhirnya mendekatinya dan mengatakan jika ada yang menunggu dia sejak tadi. Anna mengerjit. Lalu, mengikuti arah pandang pelayan itu.


Siapa dua wanita itu? Dia tidak mengenal sama sekali. Jadi, Anna meminta pelayan itu untuk membawa mereka ke ruangannya untuk berbicara di dalam.


Roselea sedikit menunduk ketika mereka berempat sudah duduk berhadapan di dalam ruangan Anna. Mungkin Anna tidak mengenal. Tapi, berbeda dengan Kris yang sudah menatap tajam keduanya.


Tentu saja itu Natalie dan Roselea! Dia masih belum terima atas perbuatan mereka pada sahabatnya.


"Apa lagi sekarang?" Suara Kris terdengar dingin. Kemarin dia sudah tidak suka Natalie berada di ruangan Bella. Sekarang di ruangan calon istrinya!


Keduanya cukup terkejut. Ternyata, Manajer nya adalah calon istri dari Kris yang merupakan sahabat Bella dulu. Mereka tahu jika Kris ini sedikit kasar kecuali kepada Bella. Jadi, mereka sedikit takut.


"Qi ... qi mengatakan jika disini memerlukan Asisten Manajer." Roselea gugup.


"Bella! Apa dia yang meminta kalian kemari?" Ketus Kris. Mereka mengangguk.


"Ck! Apa-apaan dia. Apa tidak ada yang lain!"


Plak


"Aku Manajer nya disini. Jika, nona yang meminta maka kau diam saja!" Anna Kesal. Pasalnya Kris tidak memberi nya kesempatan berbicara.


See ...! Benar kan. Wanita ini bukan kenalan melainkan salah satu antek-antek Bella juga!


Natalie rasanya ingin membawa pergi saja Roselea. Sebelum kata-kata pedas yang pernah dia dapat tak perlu di dengar wanita hamil di sebelahnya.


"Perkenalkan dirimu." Anna menatap Roselea. Dia memang tidak mengenal wanita ini.


"Dia Roselea! Wanita yang membully nona bos mu itu. Bukankah kau juga membencinya." Kris menyela lagi.


Tamat sudah. Manajer ini juga membenci Roselea!


Roselea sendiri terkejut. Nona bos? Jangan bilang jika Qi adalah ... dia menatap Natalie yang sudah pucat sejak tadi. Apa ini sebabnya Natalie sangat ingin menemaninya bahkan menawarkannya pekerjaan lain?


Natalie tahu pikiran Rose. Dia lantas mengangguk membenarkan. Sebagai pemilik Hyuna Restaurant saja, identitas nya sudah sangat besar. Bagaimana jika Rose tahu jika Bella juga pemilik kerjaan bisnis?

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



__ADS_2