Arabelle : My Perfect Wife

Arabelle : My Perfect Wife
Episode 77 | Klarifikasi Pribadi


__ADS_3

Bella memperbaiki penampilan nya setelah mendapatkan pakaian baru yang dipesan Bean. Memastikan tidak ada jejak percintaan yang tertinggal di tempat yang terlihat. Setelah rapi, ia keluar dari kamar, namun langkah nya melambat saat merasakan atmosfer di ruangan seperti mencekam.


Alex memasang wajah dingin serta kejam miliknya yang biasa pria itu gunakan. Menatap tajam seorang pria yang seumuran dengannya itu dari kursi kebesarannya.


Bean sudah berdiri di samping nya yang memasang wajah tak kalah dinginnya, cukup membuat orang lain merasa sesak nafas. Bella tidak tahu apa pun, ia juga tidak mengenal pria yang duduk di sofa itu. Namun, setelah berjalan cukup dekat, ada jejak keterkejutan di wajahnya.


"Heiden?"


Pria itu tersenyum sambil mengusap tengkuk nya canggung, apalagi tatapan tak bersahabat yang diberikan oleh pria yang menjadi suami wanita ini. Terlihat jelas jejak ketidaksukaan Alex saat istrinya menyebut nama laki-laki lain didepannya. Ia menatap Bella tajam dan memintanya mendekat.


Bella menghela nafas, ia hanya reflek! Bukan salahnya, Okay!


"Hai, Qi. Lama tidak bertemu. Kau semakin cantik saja." Lagi-lagi Bella menghela nafas kasar, pria ini tidak berubah. Masih sangat berani seperti dulu. Tidakkah melihat Alex dan Bean ada disini?


Alex sendiri rasanya ingin bangkit dan menendang keluar pria ini lewat balkon. Bean memijat pangkal hidung nya pusing, pria bernama Heiden ini sepertinya cukup merepotkan.


"Apa yang kau lakukan disini?" Alex meremas pinggang Bella, tidak suka Bella berbicara dengannya. Bella menatap Alex garang, pria itu langsung mendengkus kesal.


"Ini soal gosip kita. Bukan hanya kau yang mengalami kerugian, tapi aku juga. Ya, meskipun kau lebih besar."


"Jadi?" Mengangkat sebelah alisnya.


"Hei ...! Apa kalian tidak berniat menghentikannya?" Heiden heran karena tak ada satupun yang bertindak, tidakkah takut merusak reputasi nya?


"Kalau begitu kenapa tidak kau saja?"


"kita harus melakukan nya bersama."


"Kenapa harus?" datar Bella lagi.


"Oh God! Kau sama menyebalkan nya seperti dulu!"


Bella tertawa lirih, mendudukkan diri dipinggirkan kursi dan merangkul Alex.

__ADS_1


"Sepertinya belum ada yang melihat berita hari ini." Semua mengerjit, termasuk Alex sendiri.


"Coba bukalah." Heiden dan Bean langsung membuka ponsel mereka. Berbeda dengan Alex yang menarik Bella agar duduk di pangkuannya. Bella ingin bangun, namun Alex sudah memeluknya kuat.


Mengabaikan dua pemilik bumi itu, Bean dan Heiden terperangah melihat berita yang baru dikirim dua jam yang lalu oleh akun instagram pribadi dari Bella sendiri.


Bean melirik ponsel Bella yang diletakkan di meja sejak dia datang. Seingat nya Bella tidak pernah menyentuh ponsel itu sama sekali, karena sibuk dijajah oleh suaminya.


"Apa?" Alex melirik Bean.


"Tuan." Bean menyerahkan ponsel nya pada Alex yang otomatis juga dilihat Bella.


...----------------...


¥Qiara_Arabelle


Foto yang tersebar hanya potongan dari video aslinya. Silahkan lihat versi full nya sebelum menilai orang sembarang.


Itu adalah Video lama yang baru di unggah oleh akun haters, tidak ada hubungan apapun antara aku dan pria itu. Jangan sampai otak pintar kalian menjadi bodoh karena pandangan sekilas. Thanks.


#UniversitasOxford


#BarHouseInggris


...----------------...


Unggahan dua jam yang lalu itu sudah menjadi trending topik, apalagi Bella sendiri yang mengkonfirmasi nya dengan kata-kata yang sedikit tajam dan mungkin sedikit menyinggung.


Ribuan komentar sudah berkeliaran, tak banyak yang meminta maaf atas kesalahan mereka.


Bella tersenyum, setelah mendapat video asli dari Ken, ia menulis beberapa kata, setelah itu langsung menghubungi Sandra agar meneruskannya lewat akun pribadi nya.


"Aku sudah mengurus bagianku sendiri, jadi tidak perlu khawatir. Mengingat kejadian itu, bukankah kau sendiri yang harus hati-hati sekarang."

__ADS_1


Bagaimanapun di video itu, Heiden lah yang memaksa Bella dan tentu langsung mendapat penolakan berupa bogem mentah dari Bella sendiri, dengan bonus Jung dan kris.


Heiden menghela nafas lesu, benar juga. Untuk apa mendatangi wanita ini, sejak dulu Bella selalu punya cara untuk mengatasi masalahnya sendiri.


"Well, ini memang kesalahan ku. Jadi, harus bertanggungjawab sendiri."


"Baiklah, aku pulang saja. Anda jangan khawatir, Tuan Marcel. Meskipun saya masih berharap, saya tidak akan mau menjadi perusak rumah tangga orang."


.


.


.


Di QA tepatnya ruangan Sandra dan Ken, para antek-antek Bella semua berdiri di belakang seorang wanita yang duduk di depan laptopnya. Mereka semua memantau perkembangan berita yang dikirim menggunakan akun sang nona sendiri.


"Menurut kalian, apa mereka akan tersinggung?" Ken bersuara, mengingat kata-kata Bella tidak ada manis-manisnya.


"Itu bahkan masih kurang," ujar Monica menatap tajam layar laptop milik Sandra.


"Ya. Itu sebabnya nona mengirim sendiri kata-kata nya daripada meminta dibuatkan oleh kau," datar Sandra.


"Aku ingin mencekik pria di video itu! Aku tahu perasaan nona yang ingin dicium paksa seperti itu." Vivi mengingat kembali kejadian yang sama, dimana Bean mencium nya di depan kedua bos nya.


"Sekarang tinggal menunggu giliran wanita ular itu! Apa Grace sudah mengirim kabar terbaru?" Sandra menatap mereka semua dan dijawab acuhan bahu oleh mereka.


"Dia membeli lima puluh persen saham Perusahaan Palmor dari keluarga Arduous. Entah apa yang dia lakukan." Liza masuk.


"Apa lagi jika bukan menyogok, dia tidak pernah menggunakan uang yang diberikan nona untuk dirinya sendiri. Tapi kadang sifatnya membuat naik darah, sama saja seperti Monica!" Ken mulai berceloteh.


"Jangan samakan aku dengannya. Kami berbeda!" sunggut Monica.


Yang lain memutar mata jengah, masa bodoh dengan mereka. Lebih baik kembali pada tugas masing-masing dan membuat Bella semakin bangga.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2