
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 100 ( Kecewa )
Pov Novia
Setelah kepergian A'Diki kami melanjutkan acara kami, menu makanan dipilihkan Adrian karena dia lah yang memiliki ide untuk mengadakan acara ini.
Aku sengaja meminta pada Adrian agar memperbolehkan membawa anak anakku agar tidak terlihat seperti double date. Dan Pak Candra pun melakukan hal yang sama membawa putra putranya.
Anak anak menyukai acara ini karena sudah lama juga aku tak membawa mereka bermain, terakhir aku mengajak mereka jalan jalan ketika pertama kali keluar dari rumah A'Diki.
Selain itu aku pun memang memiliki kesibukan lain yaitu mengurus toko milikku. Tidak kupungkiri membangun dari nol benar benar menyita tenaga dan pikiranku.
Tapi aku tak pernah mengabaikan anak anak, setiap hari selalu kusempatkan untuk mengecek PR mereka dan mengajak mereka mengobrol.
Mereka sangat akrab dengan kedua anak anak Pak Candra, mungkin karena usia anak anakku lebih muda sehingga mereka menganggap anak anakku layaknya adik mereka.
Keyla, Althaf dan Difa bermain bertiga. Sedangkan Denis tengah mengobrol dengan Teh Manda dan Pak Candra.Sepertinya mereka sedang serius entah apa yang dibahas. Adrian berpindah duduk mendekati kursiku.
" Gimana Vi, kamu suka makan malamnya? " tanya Adrian penuh basa basi.
" Suka " singkat kujawab pertanyaannya.
" Apa kamu merasa gak nyaman dengan tempatnya? aku lihat kamu seperti tak bergairah "
Oh aku baru tersadar mungkin Adrian melihatku terus diam jadi dia berpikir aku tak menyukai tempat ini.
" Lain kali kalau kita jalan lagi kamu boleh memilihkan tempatnya. Kalau bisa aku ingin makan malam berdua saja denganmu kayaknya lebih asik deh "
Tak ku iya kan permintaan Adrian, aku hanya menunduk. Andai aku tak malu saat ini sebenarnya aku ingin menangis. Aku benar benar kecewa dengan kelakuan A'Diki tadi, bahkan anak anaknya pun gak disapa sama sekali.
Dia hanya sibuk memikirkan diri sendiri dan sibuk menilaiku. Jangan salahkan aku A' kalau anak anak tak pernah dekat denganmu.
" Apa kamu mikirin kejadian tadi? " tanyanya lagi.
Aku mengangkat wajahku dan menatap matanya. Dia tersenyum begitu manisnya.
" Aku kecewa padanya, lihat dia tak pernah peduli pada anak anaknya. Didepan matanya saja tak dihiraukannya. Apalagi nanti bila kami sudah tak ada hubungan lagi " ucapku.
Adrian menghela nafasnya " Kamu jangan khawatir aku pastikan jika aku jadi ayah mereka nanti mereka tak akan kekurangan kasih sayang "
Dengan percaya diri nya dia berkata seperti itu, kutahan tawaku tak mau dia merasa berbesar hati " Percaya diri sekali Bapak Adrian ini ya " aku mengejeknya.
__ADS_1
Dia hanya tertawa sampai menarik perhatian Teh Manda dan Pak Candra.
" Kalian ada apa sih, lagi happy ya kok gak bagi bagi sih " ujar Teh Manda.
" Dia aza yang happy aku nggak " ketusku.
" Yee marah nih yeee " Adrian kembali menggodaku.
" Mah ngantuk " Althaf datang sambil mengusap matanya.
" Mmhhh ngantuk ya anak mama, mau pulang ya " kuciumi Althaf sambil kurengkuh.
" Sini sama Tante Manda " Teh Manda menggendong Althaf, entah bicara apa tiba tiba Althaf tersenyum dan mengangguk angguk lalu mereka berdua memandangku.
" Mah ade mau jalan jalan sama Ateu Manda sama A'Difa boleh ya? "
" Jalan jalan kemana Teh? " tanyaku heran.
" Ini tadi anak anak pengen keliling dulu jadi aku mau bawa anak anak dulu sama Mas Candra boleh ya? "
Mata Teh Manda mengerjap ngerjap seperti memohon, mungkin ini salah satu cara mendekatkan mereka jadi terpaksa aku kabulkan saja. Semoga saja mereka berjodoh.
" Ya gak apa apa jangan malam malam ya pulangnya " pintaku pada Teh Manda.
Karena acara makan telah selesai Althaf pun terus meminta untuk segera jalan jalan jadi kami bersiap pulang.
" Loh Key kok kesana? "
" Ya kan ikut jalan jalan Ma sama Tante Manda "
Aku melongo jadi mereka semua pergi aku di tinggal berdua bareng Adrian gitu?
" Ya kalau gitu Mama juga ikut jalan jalan lah, kirain cuma De Al aza yang ikut " protesku pada mereka.
" Eh gak bisa ini sudah penuh kamu pulang bareng Adrian aza deh " tolak Teh Manda dan di iya kan Adrian.
" Kan aku bisa pangku Al Teh? " aku tetep maksa karena kalau aku pulang bareng Adrian rasanya gak nyaman dengan kondisi sekarang.
" Gak apa apa udah sana, nanti anak anak keburu ngantuk " Teh Manda bahkan mendorong badanku supaya menjauh dari mobil Pak Candra.
Setelah Teh Manda masuk, mobil pun melaju dengan cepat meninggalkan aku dan Adrian di parkiran restoran.
" Kalau gini ceritanya sih berarti aku yang disuruh lebih dekat sama Adrian, sengaja banget sih mereka " gumamku dalam hati.
__ADS_1
" Vi ayo " Adrian berdiri disampingku dan mengajakku masuk ke dalam mobilnya. Sikapnya begitu manis dia sampai membukakan pintu untukku.
" Iya iya, kalian kerjasama ya? " aku protes sambil masuk ke dalam.
" Maksudnya? "
" Gak usah pura pura " ketusku.
" Iya iya tadi aku yang minta sama Teh Manda. Jangan marah dong aku cuma berusaha supaya kita lebih dekat.
Kamu jangan mikir jelek dulu kalau aku misahin kamu sama anak anak. Mereka udah niat kok mau jalan jalan pas aku denger ya udah aku sekalian izin buat bawa kamu jalan berdua " papar Adrian.
Aku hanya diam tak menjawab perkataannya. Sedikit kesal sih tapi terlalu kekanak kanakan juga.
Mobil pun melaju keluar dari area parkir restoran.
" Ya udah kalau kamu marah, kita pulang aza ya. Atau kita susul mereka nanti kamu naik mobil Pak Candra gimana? " sepertinya Adrian merasa bersalah, aku jadi kasihan.
" Bukan gitu, moodku rusak gara gara kejadian tadi. Aku bener bener kecewa sama A'Diki bukannya nyapa anak anak mulutnya malah berbusa ngatain aku. Aku yang harusnya minta maaf kamu jadi kena imbasnya " kali ini aku yang meminta maaf pada Adrian.
" Dan lagi kamu masih ingat kan perkataanku tempo hari supaya kita jaga jarak terlebih dahulu. Kan bener kekhawatiranku terjadi A' Diki nuduh aku yang nggak nggak. Padahal dia sendiri jalan sama Nuri sebelum ketuk palu "
" Iya maafin aku ya yang udah gak sabaran, aku cuma mau mepet kamu abis takut keduluan hehee " ucapnya sambil terkekeh sesekali dia memandang ke arahku sambil tersenyum karena matanya lebih fokus melihat ke jalanan.
" Emang siapa saingan kamu? " tanyaku pura pura.
" Halah pura pura, itu calon mantan suami kamu dia kan pengen rujuk lagi "
Aku tersenyum mendengar ucapannya. Oh ternyata Adrian hanya berfikir kalau A'Diki ingin kembali padaku untung saja dia gak tau kalau Pak Candra pun mendekatiku.
" Jangan lupa juga atasan kamu kan lagi deketin kamu, ya gimana aku gak takut kalau kalian tiap hari barengan " tambahnya lagi.
" Iissshh " kucebikan bibirku.
Duh ternyata dia tahu hahaa, andai saja aku tak malu ingin aku tertawa terbahak bahak.
" Kalau pengen ketawa ya ketawa aza gak udah ditahan "
Eh dia tahu lagi, tanggung malu aku cubit saja tangannya. Dia malah mengaduh manja. Dasar laki laki senengnya godain.
" Kamu gak usah kecewa gitu Vi, seharusnya kamu tahu karakternya. Kalian sudah hidup berumah tangga bertahun tahun.
Sekarang lebih baik kamu menata hidup kamu. Fokus dengan usaha kamu dan juga membesarkan anak anak.
__ADS_1
Kamu juga jangan lupa ada aku yang nunggu kamu "
Aiiihhh manis sekali ini Bapak Adrian...