arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Persaingan Novia Dan Cantika


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 118 ( Persaingan Novia dan Cantika )


Diki kembali ke ruang keluarga, dia melihat ke empat orang tersebut saling menyalahkan. Hanya Keenan yang terlihat diam dan duduk paling pojok.


" Kalian kenapa sih bikin masalah aza, sebenarnya ada apa sampai Bapak di panggil Pak RT " Diki bertanya dengan segala ke kepoannya.


" Tadi sore Amah ngamuk A' depan warung Ceu Juju. Warungnya sampai porak poranda karena dipakai aksi saling lempar para Ibu-ibu " sahut Ayu.


Keenan yang sedang memainkan ponselnya langsung berhenti dan ikut mendengarkan dengan serius.


" Iya awal ngamuknya karena apa? kan gak mungkin Amah tiba tiba ngereog gitu "


" Amah bikin status di FB memposting soal toko terus banyak yang comment salah satunya Bu Mayang yang bilang modal toko dari gadai hasil sertifikat.


Amah marah gak terima jadi ngamuk disana, terus terjadi aksi saling lempar pakai dagangan Ceu Juju. Awalnya kami harus patungan buat ganti tapi Bapak mau membayar semuanya.


Selain bayar ganti rugi kami juga wajib membersihkan lingkungan RT kita selama seminggu " Ayu bercerita panjang lebar.


" Hahaaaa bagus itu cocok " tawa Diki langsung pecah Keenan pun diam diam tersenyum.


Bugh


Sebuah bantal langsung melayang tepat di wajah Diki. Keenan ingin tertawa tapi takut ada bantal nyasar ke kepalanya.


" Hahaaa " bukannya berhenti tertawa tapi suara tawa Diki makin keras.


" Kalian urus deh itu sertifikat aku gak ikutan hahaaa "


" Sial*n " maki Robi.


Bu Murni dan Cantika hanya memandang sinis Diki yang pergi ke kamarnya sambil tertawa.


Esoknya sesuai kesepakatan mereka mulai menjalankan hukuman yang diberikan Pak RT sampai berhari hari kemudian.


Seminggu sudah berlalu hukuman yang dijalani Bu Murni dan semua pelaku kerusuhan lainnya sudah selesai dikerjakan walaupun sering terjadi keributan keributan kecil.


Entah itu rebutan sapu atau rebutan tong sampah. Tapi bisa mereka selesaikan tanpa ada keributan besar karena takut hukumannya di tambah.


***


Beberapa bulan terlewati toko milik Bu Murni pun berjalan menjual produknya secara online dan ofline. Cantika benar benar mencurahkan tenaga dan pikirannya.


Selain ada beban harus menebus sertifikat dia juga tetap tak mau kalah dari toko yang dimiliki Novia.


Dia sering kepo melihat akun Novia yang sedang live. Kadang tangan isengnyaa suka memberi komentar jelek untuk menjatuhkan toko Novia.

__ADS_1


Tapi kepercayaan pelanggan tak pernah surut karena kualitas yang berbicara bukan komentar yang menjatuhkan.


Novia pun tak pernah ambil pusing dalam dunia bisnis hal itu pasti sering di jumpai. Dia banyak belajar dari Andrian yang sudah sukses dengan usahanya.


Kemajuan toko Novia membuat Cantika dan keluarganya meradang tanpa bisa berbuat apapun. Rasa iri mereka makin terpupuk subur.


Namun hal yang tak mereka sadari makin mereka berusaha keras menyaingi Novia maka makin berat tugas mereka untuk menyamainya.


Setelah sekian bulan berjalan barang stock di toko Cantika berkurang karena terjual tapi uang yang dihasilkan tak sepadan habis di gunakan untuk biaya operasional dan membayar cicilan sertifikat rumah.


Untuk saat ini semua masih teratasi tapi untuk beberapa bulan ke depan Cantika mulai was was melihat kondisi perkembangan tokonya.


Berbeda dengan Novia yang berjualan tanpa beban, niatnya hanya untuk berbisnis tak ada pikiran iri dengki. Hidupnya begitu santai, pemasukannya bertambah selain dia bekerja di pabrik dia juga mendapat penghasilan yang tidak sedikit dari toko.


Banyak teman teman Novia di pabrik yang menjadi reseller karena Novia memberikan harga berbeda dan lebih murah tentunya.


Novia merasa sangat beruntung telah diberi rezeki yang berlimpah. Belum satu tahun tokonya sudah berkembang pesat.


Bahkan melihat perkembangan tokonya Novia berniat menyewa ruko sebelah untuk dijadikan khusus gudang barang.


Novia masih berhubungan dekat dengan Bu Siti tetangganya dulu ketika menjadi istri Diki, mereka sering berbagi cerita yamg kemudian di ceritakan kembali oleh Bu Siti di warung Ceu Juju.


Walau kadang cerita tersebut bukan dari cerita Novia langsung, karena ada saudara Bu Siti yang ikut bekerja bersama Novia sehingga sering bercerita soal kemajuan toko milik Novia.


Yang pastinya cerita tersebut akan terdengar di telinga Bu Murni dan keluarganya. Seperti siang itu Bu Murni, Cantika dan Ayu sedang duduk bertiga menikmati baso yang dibeli di pasar.


Cantika yang mukanya sudah merah karena kepedasan membalas ucapan Ibunya " Sombong banget dia pake cerita cerita segala. Sok banget ya huaahh pedas banget nih "


" Kamu juga ngapain makan baso pedasnya bersendok sendok, cari penyakit namanya " tegur Bu Murni pada Cantika


" Gak enak kalau gak pedas Mah " balasnya walau mulut sudah terbuka lebar karena lidahnya kepanasan.


" Mah, combong manget Noia ake celita ke olang " Ayu ikut berkomentar dengan mulut penuh baso sampe pipinya membulat.


Bu Murni dan Cantika langsung melirik ke arah Ayu " Habisin dulu tuh makanan baru ngomong. Lagian kita gak bakalan ambil baso di mangkok kamu. Kelihatan rakusnya "


" Heheee maaf " jawab Ayu sambil terkekeh kemudian kembali mengunyah basonya kembali sampai habis.


" Apa, kamu mau ngomong apa? " tanya Bu Murni pada Ayu.


" Iya itu Novia sombong banget Mah sampai di bilang bilang ke Bu Siti. Kayaknya dia sengaja cerita ke Bu Siti terus Bu Siti cerita ke orang sini biar kita tahu dan jadi kepanasan gitu bener gak Teh? " Ayu meminta dukungan pada Cantika.


" Bener kayaknya itu Mah, abisnya aku bukan sekali loh dengar soal toko Novia. Kayak yang sengaja aza biar kita tahu " timpal Cantika membenarkan ucapan Ayu.


" Rupanya dia juga suka pamer ya, malah dia pake jalan halus lewat si Siti pantaslah orang selalu nganggap dia baik karena caranya seperti itu " sahut Bu Murni.


" Yu bukannya kamu udah bikin fake akun buat ngerjain toko Novia? " Cantika teringat tugas yang diberikannya pada Ayu untuk mengerjai toko Novia.

__ADS_1


" Udah teh, tapi malah aku yang di bully customernya, katanya aku tuh orang sirik yang gak suka dengan toko Novia. Tahu aza mereka ya hahaaa "


" Emang kamu nya aza yang gak becus " Bu Murni nampak kesal pada Ayu.


Ayu langsung terdiam baso yang ada di tenggorokannya serasa mengganjal tak bisa masuk tak bisa keluar. Dalam hatinya dia sangat kesal ingin rasanya menelan Amah bulat bulat seperti baso yang sedang disantapnya.


Drrttt drrttt


Ponsel Cantika berbunyi, diraihnya ponsel tersebut dan melihat ada panggilan dari Umi karyawan kepercayaan di tokonya.


[ Hallo Mi, ada apa? ]


[ Maaf Bu mengganggu waktunya, apa Ibu bisa ke toko sekarang? ]


[ Emang ada apa? baru juga saya dari sana. Saya ingin beristirahat sebentar ]


[ Iya saya mengerti Bu, tapi ini penting banget Bu ]


[ Soal apa bicara aza langsung apa susahnya sih ]


[ Maaf Bu, tapi sebaiknya ini harus Ibu lihat langsung. Duh gimana ya ]


[ Ah kamu ganggu saja, ya udah saya kesana sekarang ]


Klik


Sambungan telepon Cantika tutup, dengan rasa kesal dia langsung berdiri.


" Ayo Yu kita ke toko katanya ada hal penting yang harus kita lihat " Cantika mengajak Ayu yang masih belum menghabiskan basonya karena dia membeli porsi jumbo.


" Emang ada hal penting apa sih sampai bikin kamu sewot " tanya Bu Murni.


" Gak tahu Mah si Umi ngomongnya gak jelas "


" Cepetan Yu, makan aza kerjamu " ujar Cantika.


" Ya udah Amah ikut, ayo Yu nanti dilanjut lagi "


Mereka segera berjalan keluar menaiki motor bonceng tiga karena Cantika malas membawa mobil.


Sampa di toko Cantika kaget karena tak ada seorang pun di toko bagian depan, mereka bertiga langsung ke belakang " Pada kemana sih ini gimana kalau ada yang nyuri baju "


Ketiga karyawan toko yamg dicarinya sedang berdiri mematung sambil melihat ke arah tumpukan baju.


" Hey kalian lagi apa, bukannya kerja malah ngelamun gitu "


Dengan serempak ketiga karyawannya melirik ke arah Cantika sambil menunjuk tumpukan baju " Bu itu...."

__ADS_1


" Aarggghhh " Cantika langsung menjerit melihat tumpukan baju miliknya.


__ADS_2