arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Keyla Collection


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 71 ( Keyla Collection )


Nuri melajukan mobilnya menuju rumah Diki, dibawanya baju dari toko Novia untuk diberikan pada Diki dan saudara saudaranya.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, dia merindukan Diki sudah dua hari mereka tidak bertemu.


Turun dari mobil dia mengambil tas belanjaan dari toko Keyla Collection. Dia berjalan dengan anggunnya sambil menenteng beberapa tas belanjaan melewati para tetangga yang sedang nongkrong dan bergosip.


" Yati itu siapa sih perasaan kita baru lihat " tanya seorang Ibu yang sedang menggendong anaknya.


Yati melihat ke arah perempuan itu " Oh itu pacar baru si Diki, aneh loh Bu Murni padahal si Diki kan belum bercerai tapi kayak sudah di restui gitu pacaran sama yang ini "


" Wah masa sih, emang keluarga gak beres itu. Ibu sama anak sama sama sombong tukang pamer. Cuma Pak Imam aza yang berbeda. Tapi si Novia kuat juga ya bertahun tahun sama keluarga itu " sambung si Ibu.


" Ya terlalu baik dia itu, tapi kayaknya mereka bakal cerai " jawab Yati


" Kalau mau di akui di keluarga itu ya mesti kayak perempuan tadi harus sering sering nyogok satu keluarga " timpal Yuyun.


" Hahaaaa " mereka tertawa bersama sama.


" Assalammu alaikum " Nuri mengetuk pintu rumah Diki.


" Waalaikum salam " ucap Bu Murni yang membukakan pintu.


" Eh ada Nuri, sini masuk cantik " Bu Murni menyambut Nuri dengan ramah.


" Eh ada tante cantik, bawa apa itu? " Ayu yang sedang berada di ruang TV langsung menuju ruang tamu setelah mendengar Amah menyebut nama Nuri.


Disusul Robi ikut mengekori Ayu " Wah banyak banget belanjaannya tante Nuri "


" Sebentar Amah panggil Diki dulu ya " Bu Murni langsung menuju kamar Diki.


Tok tok tok


" Diki ngapain sih kamu ngedeun terus di kamar dari semalam. Ada Nuri baru datang sana kamu temuin dia "


Diki bangun dari tidurnya, seharian ini dia merasa mager. Sesudah mandi dia kembali tidur seperti Abg patah hati.


" Malas Ah, Amah aza yang nemenin dia "


" Kamu tuh gimana sih dia jauh jauh kesini pasti buat nemuin kamu. Udah gitu dia banyak banget bawa tas belanjaan. Ayolah cepetan jangan bikin dia kecewa "


Ditariknya tangan Diki dengan kekuatan penuh, walau tenaga Ibunya gak berpengaruh pada Diki, namun dia akhirnya mau mengikuti kemauan Ibunya untuk menemui Nuri.


Diki langsung didorong duduk di kursi yang berdekatan dengan Nuri oleh Bu Murni.


" Sengaja kesini Nur? " tanya Diki.


" Iya A' mau ajak A'Diki jalan dari kemarin, kan aku udah bilang sama Amah pengen jagung bakar "


" Asik kita mau jalan jalan " Ayu langsung berteriak kegirangan.


Diki langsung memandang ke arah Ayu dan menatapnya tajam. Ayu pun diam mendapat tatapan tajam dari Diki.


" Maaf aku mau jalan berdua dulu sama A'Diki lain kali aza kita jalan jalan rame rame nya ya " ucap Nuri.

__ADS_1


" Tapi kali ini aku bawain oleh oleh buat semua, ini baru saja aku beli di ruko dekat komplek rumahku "


Dikeluarkannya baju baju yang tadi dibelinya. Lalu dibagikan pada semua orang yang ada disitu.


Bahkan Pak Imam dan Ikbal yang sedang tidak ada pun masih tetap mendapat bagian.


" Makasih tante Nuri bajunya bagus "


Nuri hanya tersenyum melihat keluarga Diki yang sibuk mencoba pakaian yang di berikannya.


" Kamu ingat gak A' ruko tempat kamu parkir motor pas beli baso itu. Nah ini baru opening banyak banget promonya. Tapi pakaiannya bagus bagus kan? "


" Oh iya aku ingat " jawab Diki, dia tetap memasang wajah datarnya.


Padahal yang Diki ingat buka makan basonya tapi pertemuannya dengan Manda.


Diki melihat tas plastik toko tersebut Keyla Collection dia langsung teringat anak perempuannya.


" Kata Mamaku pemilik toko ini tetangga komplek kami dia baru merintis toko ini. Tapi tadi pagi sampai penuh banget pengunjungnya. Beruntung aku datang agak siang jadi gak sepenuh pagi hari "


" Tetangga komplek? bukannya Novia bertetanggaan dengan Nuri ya. Jangan jangan ini toko Novia apalagi nama tokonya nama Keyla " Diki bergumam dalam hatinya.


" Gimana A' kamu mau temenin aku makan jagung bakarnya? "


Diki langsung memandang ke arah Ibu nya. Dilihatnya Bu Murni menganggukan kepalanya.


" Oke saya siap siap dulu ya " mendengar jawaban Diki, Nuri langsung tersenyum lebar.


Ayu terlihat antusias dengan pakain yang diberikan oleh Nuri. Bahkan pakaian Chila langsung digantinya dengan pakaian baru dari Nuri.


Dia pun memotret Chila menggunakan pakaian baru dan memotret tumpukan tas plastik toko Keyla Collection.


{ Baju baru dari tante cantik, makaciii tante oleh olehnya. Beruntung punya tante cantik, baik dan pelit tidak seperti tante yang dulu. Mati satu tumbuh seribu }


Tidak lupa dia bubuhi emoticon love dan tersenyum lebar.


Robi dan Ayu pun mencoba baju miliknya, mereka berfoto kemudian kompakan dijadikan status WA.


" Eh sebelum A' Diki pergi kita foto bareng dulu dong pake baju dari tante Nuri, boleh kan? "


" Buat apa? " tanya Bu Murni.


Lalu Ayu berbisik pada Amah " kita foto bareng pake baju pemberian Nuri nanti kita bikin status buat manasin Novia "


Mata Bu Murni langsung berbinar " Ide bagus Yu, ayo buruan "


" Ayo Diki kamu pake baju barunya, kita foto bareng bareng " ajak Bu Murni.


" Emang harus ya Mah? aku gak mau ah " tolak Diki.


" Halahh kamu timbang foto aza susah banget sih, apalagi bayarin "


Robi dan Ayu langsung tertawa mendengar ocehan Amah.


" Ayo cepat cepat ganti baju "


Bu Murni sampai memanggil Ikbal agar ikut di foto. Pak Imam pun sama, dia yang sedang berada di kamar langsung di suruh ganti baju.

__ADS_1


Hanya keluarga Cantika yang tidak hadir karena sedang berlibur bersama keluarga Keenan.


Semua tersenyum lepas, kecuali Pak Imam yang terlihat berwajah masam. Walaupun sudah beberapa kali di tegur Amah.


" Udah Mah aku mau jalan sekarang takut pulang malam "


" Ya sudah kamu pergi saja sekarang, hati hati ya "


Diki dan Nuri pun pamit pada semuanya. Mereka berjalan beriringan menuju gang depan tempat mobil Nuri di parkir.


Banyak pasang mata tetangga yang terus melihat ke arah mereka berdua. Bisik bisik tetangga yang walaupun berbisik tapi masih terdengar.


Diki berusaha menebalkan telinganya, dia tak mau ambil pusing. Diki masih berfikir Novia pun melakukan hal yang sama telah mengecewakan Diki.


Bu Murni mengantar kepergian Diki sampai pintu pagar. Tanpa menunggu lama Yati langsung menghampirinya.


" Calon mantu baru ya Bu Murni? "


Mendengar pertanyaan Yati Bu Murni langsung tersenyum " Iya dong "


" Wah tadi saya lihat pas kesini bawa oleh oleh ya tentengannya banyak banget " tambah Yati.


" Iya Bu Murni beruntung banget punya calon mantu cantik gak pelit lagi " seorang tetangga mencoba memancing Bu Murni.


" Iya dong, mantu saya berkualitas semua kecuali yang kemarin. Gak tahu kenapa si Diki mau milih dia. Padahal sudah saya tolak "


" Maksudnya Novia? "


Bu Murni tak menjawab hanya mengendikan kedua bahunya.


" Nih lihat ini baju dari calon mantu saya, bagus kan? semua keluarga di kasih baju. Baik kan calon menantu saya? "


Bu Murni memamerkan baju pemberian Nuri yang masih dipakainya, bahkan dia berputar putar terkadang berjalan layaknya model di catwalk.


Semua tetangga hanya tersenyum, walaupun senyumnya beragam. Ada yang senyum jijik, meledek, atau menertawakan.


Di dalam rumah Ayu sibuk memposting foto-foto tadi, semua foto diberi caption dan selalu dibubuhi emot love.


{ Calon mantu baru, selamat datang tante Nuri. mati satu tumbuh seribu. Makacii oleh olehnya. Keyla Collection barangnya oke }


Postingannya langsung dikomentari teman temannya.


[ Emang mantu mertuamu buat yang mana, bukannya sudah nikah semua kecuali si Ikbal ]


[ Wah mantu baru, loyal amat ]


[ Hebat nih, cepet banget dapat ganti ]


***


Di toko Novia sedang beristirahat di lantai 2 setelah seharian ini dia sibuk dengan pembeli yang membludak.


Dia pun mulai promosi lagi di sosmed, tiba tiba dia melihat status Ayu yang sedang berfoto bersama keluarga Diki bahkan disitu ada Nuri.


Novia langsung tertawa melihat unggahan tersebut, apalagi ketika membaca captionnya.


Dia pun langsung mengcapture postingan tersebut agar mengingat apa yang diposting Ayu.

__ADS_1


Dia ingin tertawa, apalagi Ayu memuji toko miliknya. andaikan dia tahu pasti dia tak akan sanggup menatap dunia.


__ADS_2