
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 82 ( Fokus Novia )
Sepulang dari Pengadilan Agama Novia meminta Manda mengantarkannya ke toko miliknya.
Novia sudah izin tidak masuk kerja jadi dia memilih untuk menjaga tokonya.
Diperjalanan pulang Manda melihat Novia lebih banyak diam dan melamun.
" Kamu gak apa apa kan Vi?" sahut Manda.
" Gak lah Teh emang kenapa? " balas Novia
" Kamu diem aza, ya kali kamu sedih mau pisah sama si Diki hehee " ucap Manda sambil terkikik.
" Ih gak lah, aku bukan sedih karena itu. Tapi terkadang sedih melihat anak anak "
" Kamu jangan khawatir gitu. Lagian ya selama kalian bareng apa ada pedulinya si Diki sama Keyla dan Althaf? "
" Gak ada, kalau dibandingin Bapak Bapak yang lain jauhlah " jawab Novia.
" Makanya kamu gak usah sedih, mereka juga gak pernah nyari Bapaknya. Sekarang kamu mending fokus dulu sama usaha kamu dan anak anak saja "
" Hhmmm "
" Ya udah kamu turun udah nyampe nih, Teteh mau berangkat kerja dulu "
Novia pun turun dari mobil, dia melambaikan tangannya pada Manda.
" Makasih Teh "
Manda hanya mengangguk dan melajukan kembali mobilnya.
Sebenarnya Novia pun merasa sedih dengan perceraiannya. Susah payah dia mempertahankannya selama bertahun tahun, namun apa mau dikata dia tidak melihat perubahan pada diri Diki.
Novia pun sudah mempertimbangkan anak anaknya, tapi setelah beberapa lama tinggal di keluarganya tanpa ada Diki anak anak tak merasa kehilangan Bapaknya.
Sehingga Novia mengambil kesimpulan anak anaknya tak akan merasa kehilangan sosok Bapak mereka. Karena sudah terbiasa diabaikan.
Untuk menghilangkan rasa sedihnya, Novia memilih menyibukan diri di toko nya. Dia lebih fokus mengurus usaha online dan offlinenya. Bahkan Novia sering turun tangan langsung live di akun toktok dan sonee untuk mendongkrak penjualan.
Perjuangan Novia pun tidak sia sia, walaupun tokonya terbilang baru namun penghasilannya cukup besar.
Novia sudah mempekerjakan dua pegawai dan rencananya akan menambahnya lagi menjadi tiga pegawai.
__ADS_1
Masuk ke dalam toko dia memilih duduk di meja kasir melayani pembeli yang melakukan pembayaran. Sambil memeriksa laporan penjualan perharinya.
" Teh, aku dapat kiriman pesan ada banyak pembeli yang ingin jadi reseller. Kira kira gimana Teh apa kita ambil saja? " tanya Sisil yang ditunjuk Novia menjadi admin di tokonya.
" Bagus lah Sil, nanti kita kasih harga berbeda untuk reseller. Kalaupun mereka mau dropship boleh boleh saja kok " jawab Novia.
" Wah ini sih ladang uang, untung berkurang tapi kalau penjualan banyak tentu saja lebih banyak keuntungan yang bakal di dapat bahkan berlipat lipat " gumam Novia dalam hati.
" Untuk harganya gimana Teh? "
" Nanti saya kasih list harga dan juga aturan main untuk reseller dan dropshipper ya. Saya mau bikin draftnya dulu "
" Oke Teh, kalau bisa jangan lama ya soalnya mereka terus kirimin pesan. Sepertinya barang Teteh laku banget di pasaran. Karena di antara penjual, toko teteh ini paling murah "
" Iya Sil alhamdulillah semoga berkah ya "
Novia melanjutkan mengecek laporan penjualannya lagi. Dia terduduk di meja kasir, ternyata penjualan setiap harinya meningkat.
Untuk hasil penjualan di toko secara offline tidak sebanyak di online. Di online perharinya dia bisa menjual ratusan pcs produknya.
Dia membayangkan apabila penjualannya terus meningkat minimal bertahan sepertinya tidak dalam hitungan tahun dia bisa membeli ruko sendiri.
Membayangkannya saja dia sudah tersenyum senyum sendiri. Namun lamunanmya buyar ketika melihat Sisil kewalahan menurunkan karung kedatangan barang.
" Sebaiknya aku menambah 3 karyawan saja satu perempuan dan dua orang laki laki. Untuk laki laki tenaganya akan lebih terpakai. Tapi aku cari dimana ya, aku gak mau orang yang gak dikenal " gumamnya.
Lalu Novia membantu Sisil membenahi barang yang dikeluarkan dari karung.
Ting
Ada pesan masuk ke ponsel Novia, terpampang na pengirimnya Adrian.
[ Neng Via, gimana lancar sidangnya? ]
[ Alhamdulillah lancar ] send
Novia langsung membalas pesan Adrian, kemudian dia menyimpan kembali ponselnya.
Dia memilih kembali membantu karyawannya. Lagipula dia tahu Adrian sedang mendekati dirinya.
Menurut Novia ini tidak baik karena dia belum ketuk palu menjadi janda. Belum lagi untuk melewati masa idahnya.
Dia ingin menghindari fitnah dan untuk menjaga nama baik dia dan keluarganya.
Lagipula setelah dia resmi menjadi janda Novia tak ingin terburu buru mencari pengganti.
__ADS_1
Novia ingin fokus pada anak anak dan usahanya. Dia sudah bertekad ingin membahagiakan Ibu dan anak anaknya.
Setelah pekerjaan sedikit berkurang Novia melamun, tiba tiba dia teringat Bu Siti tetangganya dulu ketika di rumah Amah.
" Oh iya bagaimana kalau aku minta Bu Siti mencarikan pegawai siapa tahu ada saudaranya ingin bekerja "
Dicarinya kontak Bu Siti di ponsel miliknya. Tak perlu lama panggilan langsung tersambung.
[ Hallo assalammu alaikum Bu Siti ]
[ Waalaikum salam Vi, gimana kabarnya? tumben kamu telepon ]
[ Alhamdulillah saya sehat Bu, gimana kabarnya Ibu ]
[ Ibu sehat Vi, gimana usaha kamu Vi lancar kan? ]
[ Lancar Bu alhamdulillah, ini saya hubungi Ibu karena butuh bantuan Ibu buat nyari pegawai untuk kerja di toko aku ]
[ Bantuan apa Vi? kalau Ibu bisa bantu pasti ibu bantu ]
[ Ini Bu aku lagi butuh pegawai buat di tokoku. Mungkin aza ada saudara atau kenalan Ibu yang mau kerja. Kalau kita kenal kan lebih enak Bu ]
[ Oh itu Vi, gampang lah itu. Kebetulan ada saudara Ibu yang ingin bekerja. Biar nanti Ibu tanya dulu. Berapa orang, laki laki atau perempuan? ]
[ Saya butuh perempuan satu dan laki laki dua orang Bu ]
[ Baiklah nanti Ibu kabari ya. Oh ya Vi maaf ibu mau tanya. Kamu beneran mau cerai sama Diki? ]
[ Mmhhh iya Bu, tadi kami sudah melewati sidang pertama. A'Diki menolak cerai dan meminta rujuk. Tapi aku menolak lagipula beberapa minggu yang lalu dia sudah menjatuhkan talak buatku ]
[ Ah si Diki itu emang gak tahu diri, lagian Vi mending gak usah rujuk. Sifat Ibunya itu gak akan bisa berubah harus kena azab dulu baru dia berubah ]
[ Ih Ibu kejam amat sih ngomongnya, tapi emang bener sih hehee ]
[ Kamu jangan mau masuk ke lubang yang sama Vi. Sekarang waktunya kamu mikirin kehidupan kamu dan anak anakmu. Kamu masih muda jalan masih panjang ]
[ Iya Bu, makasih. Bu jangan lupa orang yang saya minta ya. Kalau bisa cari orang yang benar benar niat kerja, disiplin dan bertanggung jawab. Saya percayakan sama Ibu ya ]
[ Iya Vi pasti, kita saling bantu saja ya ]
[ Iya Bu, makasih sebelumnya Bu. Assalammu Alaikum ]
[ Waalaikum Salam ]
" Semoga saja Bu Siti cepet cepet kirim kabar baik. Sepertinya kalau hanya dikerjakan dua orang mereka bakal kewalahan apalagi dua duanya wanita " gumam Novia.
__ADS_1