arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Merayu Amah


__ADS_3

# Arisan Bodong Keluarga Suami


Bab 86 ( Merayu Amah )


Sampai di rumah Cantika dan Ayu langsung duduk, mereka tak melihat siapapun.


Siang hari pintu rumah memang tak pernah dikunci karena rumahnya padat penduduk berdekatan sehingga tak ada kekhawatiran apabila rumah dibiarkan tidak dikunci.


" Di mana Amah ya? " Cantika berdiri mencari ibunya ke kamar dan ke dapur tak luput kamar mandi pun dibukanya.


" Mungkin di rumah Bi Dina atau lagi di warung Ceu Juju "


" Heran ya sama emak emak mereka sering ribut tapi cepet akurnya. Sudah berapa kali aku denger Amah ribut sama tetangga tapi tetap saja balik ngerumpi bareng, ngerujak bareng hehee "


Cantika tersenyum mengingat ibunya mengadu ketika dikeroyok duo Y Yati dan Yuyun.


Bahkan menjadi hal biasa jika Ibunya pulang sambil ngomel ngomel karena kalah melawan mulut Yati dan Yuyun yang terkenal dengan julukan CCTV berjalan.


" Assalammu Alaikum "


Rupanya Robi yang datang, dia langsung menuju meja makan. Mata Cantika langsung mendelik. Kemudian sekilas dia tersenyum melihat adiknya berwajah kecut karena tak ada makanan yang tersedia.


" Kok Amah belum masak ya? padahal sudah lapar ini " dia terlihat celingak celinguk.


" Kalau mau makan belilah, jauh jauh kesini cuma mau makan heran deh "


Robi yang sedang lapar mendengar ucapan Cantika langsung meradang " Usil banget sih ini kan duit Amah "


" Duit Amah, kamu fikir sendiri aku dan A'Diki yang setiap bulan memberi Amah uang. Dan kamu tinggal menikmatinya kamu fikir penghasilan Bapak cukup buat nutupin semua? "


Cantika tak kalah meradang dia sampai berdiri dan berbicara lantang sambil menunjuk Robi.


" Sudah sudah nanti kedengaran tetangga malu, kamu juga A' diam dong. Kan niat kita sekarang buat minta Amah bantu kita "


Ayu memelototkan matanya pada Robi memberi kode supaya ngalah. Robi yang faham pun langsung diam.


" Sesuai pembicaraan kita, hari ini kita datang pada Amah agar bantu kita modal membuat toko. Jadi tolong jangan bertengkar dulu " papar Ayu.


" Aku ikutin ide kamu ya Yu, awas aza kalau kalian berdua lepas tanggung jawab " Cantika kembali mengancam kali ini ancamannya pada sepasang suami istri itu.


" Ya gak gitu lah Teh, masa aku aza yang harus tanggung jawab " tolak Ayu.


" Ide ini kan dari kamu, jangan kebiasaan tiap ngeluarin ide ujung ujungnya cuci tangan. Mau kamu babak belur lagi seperti waktu di hajar si Manda "

__ADS_1


" Loh gak adil dong masa istriku saja yang harus tanggung jawab, lagian ngapain bawa bawa si Manda " tukas Robi.


" Oke kita tanggung jawab bareng bareng, kalau kamu ingkar aku buat kamu babak belur seperti yang dilakukan si Manda tempo hari "


" Ini ada apa sih ribut ribut tadi si Siti lewat denger di rumah katanya ada yang ribut, kalian gak malu gitu. Amah yang tinggal disini malu tahu di omongin tetangga " Bu Murni datang sambil menggendong Chila dan menyerahkannya pada Ayu.


" Kamu lagi Yu tiap datang bisanya ngerepotin saja. Punya anak gak mau ngasuh. Beda jauh kamu sama Novia "


Mendengar ucapan ibunya mereka langsung serempak memandang Bu Murni.


" Kok Amah banding bandingin aku sih? " ucap Ayu geram.


" Gak usah kalian liatin Amah segitunya. Dalam hal tertentu si Novia memang unggul kamu kalah jauh Yu " balas Amah.


Ucapan itu benar benar menyakiti hati Ayu, mukanya langsung cemberut.


" Kamu gak usah marah terima saja karena itu fakta " lanjut Bu Murni tanpa mempedulikan Ayu.


" Eh kalian ngapain ngumpul ngumpul apa ada acara penting? " sekarang giliran Bu Murni yang bertanya pada anak anaknya.


" Mmhhh itu Mah Teh Cantika ada yang mau di obrolin " Ayu kembali pada mode semula, berpura pura baik.


" Emang ada apa Tik? " tanyanya heran karena tak biasanya Cantika seperti itu.


Dengan santainya Cantika berucap tak menghiraukan muka Ayu yang langsung merah.


" Kok Teteh ngomong gitu sih? " Ayu terlihat geram.


" Lah emang iya kan yang ngusulin pinjam ke Amah kamu, apa ada yang salah? " belanya.


" Mmhhh ya ngga tapi gak usah di omongin juga lah " Ayu benar benar marah dia langsung buang muka.


" Sudah sudah kalian malah ribut disini, lagian ya Amah duit darimana buat kasih pinjam modal gaji dari Bapak pas pasan, Diki sekarang ngasihnya gak sebanyak dulu "


" Bukannya A'Diki sekarang gajinya full buat sendiri harusnya kan dia bisa ngasih lebih besar ke Amah? " tanya Robi


" Heehh Robi kamu ingat gak sih apa yang di omong Novia kalau gajinya A' Diki dari dulu emang lebih besar di kasih ke Amah. A' Diki juga gak nyangkal kok.


Sekarang gajinya habis karena dia bayar cicilan motor yang besar karena ambil kredit yang sebentar. Yang ada tuh kamu harus nyumbang Amah kamu kan tiap hari makan disini. Jangan pengen makan gratis mulu " Cantika meradang dia mengomel tanpa jeda.


Muka Robi langsung merah menahan amarah, dia hendak melawan namun dipotong Cantika.


" Stop gak usah bela diri kamu, semua juga udah tahu. Sekarang aku minta ketegasan Amah.

__ADS_1


Aku gak bakal ngasih uang bulanan lagi kalau Amah masih manjain dia. Udah punya rumah tangga sendiri masih bergantung orang tua " ucap Cantika sambil menunjuk Robi.


" Kamu jangan gitu lah Tik uang darimana Amah kalau gak di kasih jatah sama kalian " Bu Murni memelas.


" Terserah Amah, aku udah peringatin Amah ya nanti jangan minta aku lagi. Aku tuh bela belain nyisihin uang belanja buat bantu Amah tapi malah ngasih makan mereka. Mending aku pake sendiri lah sudah jelas bakalan kenyang "


" Kamu kok gitu sih sama saudara perhitungan banget " protes Robi.


" Saudara yang gimana? kalau sekiranya malah ngerepotin aku malas lah " jawab Cantika.


" Mmhhh ya udah kamu Rob dengerin tuh kakak kamu, Amah bukan gak mau ngasih, nanti Amah malah gak dikasih jatah bulanan sama kakakmu " ucap Bu Murni.


" Bukan gitu konsepnya Mah, aku gak larang Amah ngasih tapi Amah fikir lagi dong aku kan ngasih buat Amah, Bapak dan Ikbal bukan ngasi mereka. Kalau Amah masih keukeuh mau ngasih mereka ya silahkan, tapi aku bakalan stop jatahnya " tukas Cantika.


" Ya itu sih sama aza kamu gak mau ngasih aku "


" Nah itu kamu faham, aku gini biar kamu mikir mau sampai kapan ngeharapin orang terus.


Lama lama orang juga bosan dan bakal ninggalin kamu. Contohnya istri kamu temannya udah pergi satu persatu karena apa?


Ya itu karena setiap jalan gak mau ngeluarin duit " Hari ini Cantika benar benar mengeluarkan segala unek uneknya.


Sudah lama dia memendamnya dan menunggu waktu yang tepat. Dan dia merasa inilah hari yang ditunggunya.


" Teteh kok bawa bawa aku sih? " kali ini Ayu protes.


" Yu temen kamu tuh temen aku juga, kan aku yang ngenalin ke kamu. Mereka banyak yang protes dan membicarakan kamu karena kebiasaan kamu itu. Aku sampe malu loh " Cantika menatap tajam Ayu.


" Kenapa mereka gak ngomong langsung sama aku, ngapain juga ngomongin aku di belakang? temen kok gitu sih " belanya.


" Justru kamu harusnya intropeksi diri bukan gak terima seperti itu. Mereka gak ngomong langsung karena ngehargain aku.


Coba kamu ingat ingat semua temen yang kamu ajak jalan sekarang pada nolak kan? ya karena kamu juga "


" Ah sudahlah kita kesini buat bicarain soal modal bukan malah bahas soal istriku " tetap saja Robi membela Cantika.


" Buatku sama saja, aku gak mau ke depannya kalian lepas tangan "


" Sudah sudah Amah gak mau anak anak Amah ribut seperti ini, jadi mau kalian apa? "


" Mau di pinjami modal! "


Kompak mereka bertiga berucap sambil melihat ke arah Bu Murni.

__ADS_1


__ADS_2