
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 94 ( Tentang Nuri )
" Gak ada, dia bukan temanku. Tapi teman Nayra adikku, dan dia pernah terlibat masalah dengan Nayra "
" Nayra? " Novia langsung mengingat adik perempuan Adrian.
Dia pernah beberapa kali bertemu baik sengaja atau pun tidak sengaja. Adrian merupakan dua bersaudara. Dia anak sulung, adiknya tiga tahun lebih muda darinya.
" Ah ya aku ingat, bagaimana kabarnya sekarang, apa dia sudah menikah? " Novia langsung menanyakan kabar adik Adrian.
Dulu mereka cukup dekat, karena Nayra sering mencari kabar pada Novia apabila mereka sedang bersama. Adrian sering menon aktifkan ponselnya dengan alasan tak mau diganggu.
" Ya Nayra sehat, dia sudah memiliki anak balita "
" Sampaikan salamku padanya, kalau misal memungkinkan aku ingin berjumpa dengannya "
Adrian tersenyum " Tentu saja nanti akan aku sampaikan salammu padanya "
" Lalu apa hubungannya Nuri dengan Nayra? " tanyanya penasaran.
Adrian menatap Novia lekat seperti enggan bercerita, namun sorot mata Novia begitu menuntut.
" Nayra dan Nuri teman semasa sekolah di SMA dan mereka cukup akrab, ya bisa di bilang sahabat. Aku tak mengenalnya karena jarang di rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu belajar dan kerja sampingan "
" Kamu kerja sambil kuliah? " Novia memotong cerita Adrian.
" Iya aku ingin segera menyelesaikan kuliahku dan menabung untuk mencarimu kembali Vi. Itulah syarat Ayahku kalau aku ingin kembali padamu maka aku harus menyelesaikan kuliahku, memiliki pekerjaan agar dapat menafkahimu kelak " jawab Adrian lirih.
Wajah Novia langsung bersemu merah, dia tak menyangka Adrian memperjuangkannya. Namun saat ini bukan cerita tentang Adrian yang ingin didengarnya melainkan cerita tentang Nuri.
" Terima kasih " ucap Novia.
" Untuk? "
" Untuk perjuanganmu "
" Vi sampai saat ini pun aku masih ingin berjuang mendapatkanmu " awalnya Adrian ragu namun dia tak mau melepaskan kesempatan ini semoga saja Novia membuka hati fikir Adrian.
" Aku datang ke kota ini pun berniat mencarimu, walau sempat kecewa ketika mengetahui kalau kamu sudah menikah dan memiliki anak.
Aku pun sempat datang ke rumah Emah dan menanyakan keberadaanmu. Kebetulan aku bertanya pada Satpam mereka bilang kamu ikut bersama suamimu.
__ADS_1
Tapi aku tak menyangka bisa bertemu lagi denganmu di tempat kerjamu "
Novia mulai terlihat resah, apa yang dikhawatirkannya terjadi Adrian seperti akan menyatakan perasaannya.
" Vi, andaikan masa idahmu selesai bolehkah aku...."
" Aku ingin membicarakan itu nanti, rasanya tidak etis ketika palu hakim belum di ketuk tapi aku sudah menerima laki laki lain. Maafkan aku Ryan "
" Hufttt " Adrian menarik nafasnya, dia tahu jawaban ini yang akan di dapatnya, tapi setidaknya dia sudah memberitahu Novia tentang perasaannya istilahnya sudah di booking hahaaa.
" Ah iya aku faham " jawab Adrian sambil tersenyum walaupun terasa hambar.
" Lanjut lagi cerita Nuri dong " ucap Novia sedikit manja dia takut Adrian kecewa dan tak mau bercerita kembali.
Adrian langsung tersenyum melihat tingkah Novia yang tiba tiba manja dia pun jadi merasa gemas. Kemudian dia melanjutkan ceritanya.
" Jadi Nayra dan Nuri bersahabat sampai mereka pun kuliah di tempat yang sama. Tanpa sepengetahuan Ayah Nayra memiliki kekasih di kampus.
Mereka sering jalan bertiga. Tanpa Nayra sadari Nuri jatuh hati pada Adam kekasih Nayra.
Ketika Adam menolak Nuri marah, dia datang ke rumah menyerang Nayra. Saat kejadian aku di rumah, untung saja kami tanggap ketika Nuri mencoba melukai Nayra dengan pisau "
Adrian bercerita panjang lebar, melihat Novia yang terpana ketika dia bercerita sejenak dia menjedanya.
" Vi kamu masih dengerin aku kan? "
" Kamu serius amat sampe melongo gitu heheeee " Adrian terkekeh melihat wajah Novia merah menahan malu.
" Terus gimana? kamu sepotong sepotong kalau cerita " Novia merajuk.
" Ya waktu Nuri menyerang Nayra dia mencoba menangkisnya. Mereka saling dorong aku yang mendengar kegaduhan segera menuju ruang tamu.
Aku berhasil mengambil pisaunya bertepatan dengan kedatangan orang tua Nuri datang.
Mereka terlihat panik dan meminta maaf, awalnya kami ingin melaporkannya pada polisi tapi ayah ibunya memohon agar tidak melaporkan Nuri dan menceritakan kondisi Nuri.
Akhirnya kami sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan dan membuat perjanjian hitam di atas putih bahwa Nuri tidak akan mengganggu lagi kalau tidak akan menerima konsekuensinya "
" Sampe segitunya ya, terus yang dimaksud kondisi Nuri itu kenapa? "
" Kejiwaan Nuri tidak stabil, dia tidak bisa mengontrol emosinya dan akan bertindak tak terkendali.
Menurut keluarganya mereka sering bolak balik berobat ke psikiater agar Nuri sembuh "
__ADS_1
Novia menutup mulutnya dengan sebelah tangan " Kasihan ya, tapi apa A'Diki tahu ya kondisi Nuri? "
" Soal itu aku gak tahu, karena setelah beberapa bulan kejadian mereka sekeluarga pindah. Kemarin lah pertama kali kami bertemu lagi "
" Pantas saja dia terlihat kaget, mungkin dia takut rahasianya di bongkar. Aku fikir kalian punya hubungan khusus "
" Isshh sembarangan kamu, semenjak kita berpisah aku tak pernah memiliki teman dekat wanita " ucap Adrian sambil menatap Novia.
" Maafkan aku ya, aku kira kamu melupakan aku " kini Novia tertunduk.
" Yang penting nanti kamu mau menerima aku setelah masa idahmu selesai heheee "
Wajah Novia merah seperti kepiting rebus, dia tak mampu berkata kata.
" Oh iya terus bagaimana dengan Nayra bukannya kalian dilarang berpacaran? " Novia berusaha mengalihkan pembicaraannya.
" Ayah marah, namun melihat Nayra yang trauma ayah sedikit mengalah, sampai akhirnya setelah lulus kuliah dan Adam mendapat pekerjaan mereka langsung menikah "
" Alhamdulillah happy ending ya " mendengar itu Novia ikut berbahagia.
" Jadi apa kita juga bakal happy ending? "
" Apa keluargamu akan menerima kondisiku sebagai janda beranak dua? "
" Aku akan meyakinkan Ayah kalau kamu wanita terbaik yang akan mendampingiku "
Begitu meyakinkan kata kata yang terucap dari mulut Adrian. Sejenak Novia berfikir apa tak terlalu cepat mengambil keputusan untuk menerimanya.
" Tapi Ryan, sekarang kondisinya berbeda. Sekarang bukan hanya tentang aku dan kamu tapi tentang anakku juga. Kalian harus bisa saling menerima. Kalau boleh aku ingin kita.. "
" Aku mengerti, aku akan meraih hati anak anak, aku ingin kamu mempercayaiku terlebih dulu "
" Baiklah aku akan mencobanya, tapi kita harus ingat batasan selain belum ketuk palu aku juga belum melewati masa idah. Apapun masih bisa terjadi, aku harap kamu mengerti " ucap Novia.
Adrian begitu bahagia walaupun belum mendapatkan jawaban yang memuaskan setidaknya Novia sudah memberi kesempatan untuknya.
" Vi makasih ya " Adrian menggenggam tangan Novia.
" Eiittss kita gak pacaran ya " tolak Novia menepis tangan Adrian perlahan.
" Dikitlah hehee " dia terkekeh.
" Hhmmm. Ngomong ngomong dari kita jalan terus, apa gak jadi beli sate nya ya? "
__ADS_1
" Aduh udah kelewat banyak ini " Adrian menggaruk kepalanya tak gatal.
Saking bahagianya Adrian terus melajukan mobilnya dan lupa tujuannya. Mereka pun tertawa bersama seperti dulu saat masa putih abu.