
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab 54 ( Masalah Bertubi )
Pov Diki
" Ah sial terpaksa harus pake Ojol, gara gara motor diambil Novia "
Aku pun segera memesan ojeg online untuk pulang. Hanya butuh 15 menit aku sudah tiba di rumah.
" Sesuai titik ya Pak "
" Ya makasih " Kuserahkan uang pada driver ojeg tersebut.
" Eh A'Diki kok pake ojeg sih motornya kemana? " Yuyun tetangga yang sedang nongkrong depan rumahku bertanya.
" Di bengkel Ceu " tanpa banyak bicara panjang lebar aku langsung masuk rumah setelah menjawab pertanyaannya
" Ih judes amat sih, orang nanya baik baik juga " masih terdengar suara Yuyun menggerutu namun aku memilih untuk tak membalasnya.
" Ki kamu udah pulang kok gak denger suara motornya? Oh ya mana uang jatah Amah kan udah waktunya gajian " mendengar Amah bicara rasanya Diki ingin mengumpat andai saja dia tak ingat kalau wanita itu yang sudah melahirkannya.
" Hey di tanya malah diam saja, muka ditekuk kayak selempak butut gitu "
" Apa sih Mah aku lagi kesel, motor di ambil Novia " jawabku sambil meraup wajahku kasar.
" Hahhh gimana gimana? maksudnya apa Amah gak ngerti " Amah langsung duduk di sampingku wajahnya terlihat penasaran.
" Iya motor yang biasa aku pakai diambil Novia "
" Wah kurang ajar, makin berani dia. Kok bisa dia ambil motormu? masa kamu gak bisa lawan perempuan sih " Amah menggerutu sambil mendorong dorong bahuku.
" Udah ah aku pusing, Amah gak usah dorong dorong aku apaan sih sakit nih "
" Habisnya kamu jadi laki laki kok lemah, harusnya kamu lawan dia terus kasih pelajaran mumpung dia sendirian.
Lihat tuh muka kamu saja masih lebam gara gara kena pukul tadi malam. Amah gak terima ya kamu dikeroyok seperti itu.
Kalau saja Bapakmu gak menghalangi Amah pasti labrak ke rumahnya malam itu juga " dengan lantang amah berbicara, sudah tak peduli kalau terdengar tetangga yang sedang nongkrong di luar rumahnya.
Langsung aku bekap mulut Amah " Mah tolong pelan pelan kalau bicara, tuh Ceu Yuyun sama Yati lagi nongkrong diluar. Amah mau jadi bahan ghibah se RT lagi? "
" Ih apaan kamu gak sopan banget sih " Amah berusaha melepas bekapan tanganku lalu berdiri dan mengintip keluar melalui celah jendela.
" Bukan bilang dari tadi, gawat ada si Yati bisa bisa se RW tahu. Dia kan duta ghibah melancong ke RT RT sebelah cuma untuk bergosip "
" Nah itu Amah tahu " aku pun menyandarkan kepala di sofa berharap rasa pusing dikepalaku berkurang.
" Kenapa lagi kamu Ki " Bapak bertanya sambil duduk di seberangku.
" Ini Pak, motor si Diki di ambil. Lama lama si Novia makin kurang ajar main ambil sembarangan. Ini lagi laki kok lemah bukannya melawan "
" Amah jangan lupa motor itu milik Novia, bukannya motor Diki sekarang dipakai Robi? wajar saja Novia ambil barangnya "
__ADS_1
" Terus saja dibela, lagian apa susahnya sih dipinjam dulu "
" Fikir saja sendiri sama Amah, kalau Amah jadi Novia mau gak ngasih pinjam sama orang modelan Amah? " Pak Imam dengan santainya menjawab dan berlalu masuk kamar.
" Maksud Bapak apa ngomong kayak gitu, Amah gak terimanya " Amah langsung berdiri dari duduknya dan menyusul Bapak ke kamar.
" Huuhhhh alamat perang dunia kalau gini. Kenapa ya hidupku jadi gak tenang begini. Masalah terus saja datang "
Kurogoh HP yang berada disaku, dan berniat menghubungi Robi untuk mengambil motorku yang dipakainya.
[ Bi, nanti kesini ya urgent ] send
[ Ada apaan sih? aku sibuk ]
[ Gak usah sok sibuk, baru jadi guru honorer saja sudah ngalahin dosen ] send
[ Berengs*k lu ]
" Terpaksa aku ambil motorku yang ada di Robi, cuma itu harta yang aku punya. Mana ada tabungan, uangku habis diambil Amah "
" Kenapa Vi kamu jadi berubah seperti ini, bukan lagi Novi yang penurut dan sering mengalah. Apa karena laki laki itu?"
** Flash back on
" Kalian memang keluarga berengs*k beraninya keroyokan. Tunggu pembalasanku " sambil berjalan mundur kemudian aku berlari ke arah motorku yang berada di halaman.
Untung saja motor ku parkir diluar sehingga tidak mengalami kesulitan ketika mengeluarkannya.
Tadinya niatku ingin membuat kejutan dengan datang tiba tiba, tapi malah aku yang terkejut dasar toge.
Itu pun dengan menahan perih di wajah karena dipukul laki laki selingkuhan si Novia.
Benar benar sial, rugi aku ngeluarin uang buat beli kado.
Saking kencangnya kubawa motor 15 menit pun sudah sampai di rumah. Kubuka pintu pagar perlahan supaya Amah gak melihat wajahku.
Ceklek
Duh sial ternyata Amah sedang menonton TV.
" Darimana kamu Ki? "
" Dari teman " jawabku sambil menundukan wajahku. Aku buru buru jalan melewati Amah.
" Tunggu, kok kadonya kamu bawa lagi. Kamu di tolak Novia. Hahaaa udah Amah bilang gak usah kamu ngarepin dia lagi "
" Apaan sih Amah gak usah banyak komen ah " tanpa sengaja aku menengadahkan wajahku.
" Loh loh ini apa kenapa mukamu lebam gini? "
" Pak pak sini " Amah memanggil manggil Bapak yang sedang berada di kamar.
" Kenapa Mah, malam malam teriak teriak nanti tetangga dengar dikira ada apa " Bapak datang dari arah kamar terburu buru.
__ADS_1
" Lihat ni wajah Diki, pasti kerjaan si Arif sama si perawan tua itu. Kamu dikeroyok kan? Amah gak terima kita harus laporin ke Polisi sekarang juga " dibolak baliknya wajahku sambil terisak.
Tumben Amah perhatian, ini pasti gara gara besok aku gajian makanya sok perhatian.
" Bapak gak percaya, ini pasti Diki bikin ulah. Bapak gak mau malu lagi, mereka juga bukan orang bodoh " aneh punya Bapak bukan ngebela anaknya malah ngebela orang lain.
" Bapak gimana sih lihat anak terluka bukannya dibelain malah disalahin, gak percayaan amat. Lagian luka lebamnya masih ada ini kan bisa jadi bukti.
Minimal kita datang ke rumahnya buat nuntut ganti rugi karena luka. Duh anak Amah kasian banget " dielus elusnya pipiku.
Hhmm ujung ujungnya uang. Benar benar mengherankan kelakuan Amah. Bahkan tidak seperti biasanya dia begitu perhatian, aku malah jadi merasa geli sendiri. Dasar gelaaayy.
" Aku gak macam macam kok Pak, tadi aku kesana mau anterin kado. Eh malah liat Novia lagi berduaan sama laki laki, siapa yang gak emosi coba? aku kan masih suami sahnya " aku berusaha membela diri.
" Kamu yakin cuma berdua?" Bapak menatapku tajam.
" Ya ada Keyla dan Althaf mereka jdi berempat " jawabku sambil menunduk.
" Nah ini, dari dulu kamu gak berubah mudah dikompori dan gak berfikir panjang. Suka ambil kesimpulan tanpa tahu kebenarannya.
Jangan sampai kamu menyesal nantinya dengan kebiasaan kamu yang sumbu pendek itu " Bapak seperti tak peduli malah dia pergi balik ke kamarnya.
" Udah kamu gak usah peduliin Bapak kamu, sini Amah kompres wajah kamu. Kasian anak ganteng Amah " hahaa ingin muntah rasanya mendengar ocehan Amah.
" Ki beneran kamu lihat Novia sama laki laki lain? " sambil mengompres wajahku Amah tetap bertanya.
" Iya Mah, laki laki itu yang ada di pabrik. Bahkan menurut gosip ada yang lihat Novia masuk ke mobilnya "
Mata Amah langsung melotot " Serius kamu Ki, waahh dasar sundal. Kelihatannya saja kaleum ternyata suhu juga ya "
Sepertinya Amah sangat geram, sampai sampai mengompres wajahku memakai tenaga penuh. Bukannya dikompres malah ditekan tekan.
" Sakit dong Mah niat gak sih ngompres lukaku. Malah jadi tambah sakit gini kan " aku protes sambil memalingkan mukaku.
" Eh iya maaf Amah geram banget dengernya. Makanya Amah gak setuju waktu kamu mau menikah dengan Novia sekarang sudah terbukti kan firasat Amah "
Mulai lagi deh Amah jelek jelekin Novia, walaupun aku kesal tapi dalam hati kecilku aku gak bisa terima kalau Novia dijelek jelekan.
Amah terus bicara panjang lebar, aku anggap saja radio butut nanti juga berhenti sendiri.
" Kalau menurut Amah mending kalian bercerai, kamu kan ganteng pasti bakal buru buru dapat ganti yang lebih cantik dan lebih muda "
Aku hanya diam tak membalas ucapan Amah.
" Sudah kamu gak usah banyak fikiran dulu mending kamu istirahat dan fikirin usul Amah barusan " katanya gak usah banyak mikir tapi malah disuruh mikir usulannya. Dasar Amah aneh aneh saja.
Amah berdiri dan membereskan peralatan kompresnya, meninggalkan aku yang termenung sendiri.
" Sini kadonya buat Amah dan keponakanmu saja daripada gak bermanfaat " Amah merampas kado yang seharusnya diberikan pada Novia dan anak anakku.
" Hah tekor bandar kalau gini namanya, uang hilang kado melayang "
** Flashback Off
__ADS_1
Apa aku terima saja usulan Amah ya buat cerai. Tapi gimana anak anak?
Aku juga masih sayang Novia, walau masih kesal kalau ingat dia berduaan dengan Auditor itu. Ah berengs*k.