arisan bodong keluarga suami

arisan bodong keluarga suami
Cari Perkara


__ADS_3

# Arisan bodong Keluarga Suami


Bab 89 ( Cari Perkara )


Tiba di halaman parkir pengadilan agama Diki dan pasukannya langsung turun.


" Kita disini dulu ya Ki jangan langsung masuk " pinta Bu Murni.


" Ngapain Mah bukannya lebih bagus kalau kita langsung masuk saja, disini kan panas "


" Ada yang lagi kita tungguin " tambah Bu Murni singkat.


" Emang apaan sih daritadi kalian aneh banget bikin malas. Lagian ya kalian itu cuma ganggu saja "


Karena kesal Diki berniat langsung pergi dia ingin segera masuk ke dalam. Namun baru beberapa langkah Bu Murni langsung menariknya.


" Itu orang yang kita tunggu sudah datang " ucap Bu Murni menahan Diki.


" Wah dia sendirian bagus lah kita bisa bikin dia kena mental " ucap Ayu.


Diki yang melihat Novia berjalan sendirian langsung firasatnya tak enak apalagi mendengar ucapan Ayu.


" Maksud kamu apa Yu Novia sendiri? dasar mental pengecut aku rasa kamu yang tak bernyali "


Ayu langsung tersentak mendengar ucapan Diki, dari ucapan Ayu memang terlihat dia beraninya keroyokan saja.


Kali ini dia tidak ditemani Robi sehingga tak ada yang membelanya. Kalau dia melawan Diki percuma. Walaupun Amah akan membelanya tapi andai Diki benar benar marah ibu mertuanya pun nyalinya akan ciut.


Novia dari kejauhan sudah melihat calon mantan suaminya dan keluarganya, oh satu lagi calon istrinya hehee.


Sepertinya mereka punya niat buruk terbukti dari pandangan mereka yang tak lepas dari Novia dan mereka benar benar kompak.


Tapi dia tak akan mundur untuk apa takut fikirnya? dia merasa gak memiliki salah.


Novia makin mendekat dengan wajah tetap terangkat. Sedangkan empat wanita di depannya sudah seperti singa yang ingin menerkam.


" Hei Novia kamu sendirian, kemana kakakmu yang bar bar itu? " tanya Bu Murni.


" Ada apa, apakah anda merindukannya? Tenang saja saya sendiri masih sanggup menghadapi kalian semua tidak perlu beramai ramai. Saya tak akan mengalah lagi seperti dulu " jawab Novia dengan lantang.


Dia yakin tak akan terjadi apapun pada dirinya. Mendengar jawaban Novia semua melongo pasalnya mereka tak pernah mendengar Novia bicara begitu lantang.

__ADS_1


Namun Bu Murni dan antek anteknya langsung menguasai keadaan kembali. Sifat angkuh kembali mereka tunjukan.


Tak ada yang melihat perubahan raut wajah Diki, walaupun dia sama kagetnya dengan perubahan Novia tapi dia merasa bangga Novia sudah tidak mengalah lagi.


" Sombong sekarang kamu ya, baru punya toko saja sudah merasa hebat. Tunggu saja sebentar lagi toko kami akan mengalahkan toko milikmu "


Hanya Diki dan Nuri yang baru tahu tujuan Bu Murni, Cantika dan Ayu menemani Diki ke pengadilan. Keduanya saling berpandangan.


" Dasar Amah dan dayang dayangnya ini tukang cari perkara, tahu gini aku pergi pagi layaknya pergi kerja. Ah Si*l "


Diki merasa menyesal telah memberitahu panggilan sidang perceraian yang keduanya, dia terus mengumpat dalam hatinya.


" Asal kamu tahu juga ya, Diki sudah menemukan penggantimu. Jadi kamu jangan besar kepala merasa Diki mengejar- ngejarmu " Bu Murni berucap sambil menarik Nuri dan menyandingkannya dengan Diki.


Nuri yang memang memiliki perasaan pada Diki merasa tersanjung dia tersenyum sambil menunduk.


Sementara Diki langsung membulatkan matanya menatap Ibunya.


" Amah apa apaan sih, jangan suka cari perkara seperti ini " Bentak Diki.


Bu Murni langsung tersentak tak menyangka Diki akan memarahinya di depan banyak orang.


" A' kamu kasar banget sama Amah " tegur Cantika.


Mendengar Diki yang begitu membela Novia, Nuri merasa sakit hati dan cemburu.


" Ada apa ini Via? " tiba tiba sebuah suara membuat mereka teralihkan.


Diki langsung geram setelah melihat laki laki yang menyusul Novia, hatinya begitu panas dan tak terima mendengar nama panggilan istrinya. Itu menandakan mereka sudah sangat dekat.


Ada yang lebih menarik dari pemandangan itu, mulut Nuri menganga dan menyebut nama Adrian sambil bergumam " Adrian "


Adrian pun sama namun reaksinya tidak seperti Nuri, dia hanya memandang tajam perempuan itu.


Hal itu tidak luput dari perhatian Novia, matanya memicing dan penuh tanya. Namun pertanyaan itu dia simpan untuk nanti.


" Tidak apa apa, biasa sedikit gangguan kecil. Sebaiknya kita segera ke dalam pengacaraku sudah menunggu "


" Oh ya, kalau mbak nya ini calon A'Diki silahkan saja. itu bukan urusan saya dan saya gak pe du li " ejanya di kata terakhir Novia agar calon mantan keluarga suaminya mengerti.


Novia menarik lengan Adrian dan berlalu pergi meninggalkan Diki dan keluarganya.

__ADS_1


Sebenarnya ini hanya perlakuan spontan Novia, karena dia pun tak tahu Adrian menyusulnya bahkan menurut Novia kedatangannya tepat saat Novia butuh.


Bu Murni, Cantika da Ayu melongo melihat penampilan Adrian. Selain tampan badannya pun atletis dan penampilannya menggambarkan sosok Adrian yang cerdas.


Diki? kalah telak titik.


" Ki itu siapa? " tanya Bu Murni.


Diki tak menjawab pertanyaan ibunya, dia melengos pergi begitu saja. Ke empat wanita itu hanya bisa saling berpandangan lalu menyusul Diki.


Tiba di dalam gedung pengadilan Diki duduk si bangku tunggu berseberangan dengan Novia, dia terus mencuri pandang pada Novia terkadang mengepalkan tangannya karena melihat Adrian begitu akrab dengan calon mantan istrinya.


Tak lama panggilan untuk Diki dan Novia sudah tiba. Kali ini Diki dan Novia di tahap mediasi.


Keduanya dipertemukan dalam ruangan khusus untuk berbicara, dalam tahap ini pasangan akan di himbau untuk berfikir kembali untuk rujuk.


Namun Novia tetap dengan keinginannya, apalagi dia telah mendapat talak satu. Walaupun Diki menolak dan ingin rujuk.


Mau tak mau Diki harus menerima kenyataan bahwa dia pasti kalah meski masih ada satu kali sidang lagi untuk ketuk palu.


Diki keluar dari ruangan mediasi dengan langkah gontai, berbeda dengan Novia langkahnya terasa ringan.


" Vi " panggil Diki lirih.


Novia melihat kearah Diki sebentar dan menatapnya tajam " Ada apa? "


" Apa kamu benar benar memiliki hubungan dengannya? apakah ini terjadi sebelum proses perceraian kita atau jangan jangan dia yang mempengaruhimu? "


" Itu bukan urusanmu A' kita jalani hidup masing masing dan cari jalan hidup masing masing. Bukankah kamu sudah lebih dahulu mendapat penggantiku? Dan jangan pernah berfikiran buruk soal kami aku tak sepertimu " ucap Novia.


" Kamu salah faham Vi, dia bukan siapa siapaku " bela Diki.


" Aku tak perlu pembelaanmu A'. Sudah kubilang dulu orang ketiga dalam rumah tangga kita bukan orang lain tapi ibumu dan saudara saudaramu yang gak tahu diri " ungkap Novia karena merasa kesal pada Diki yang tak pernah faham.


" Cukup Vi kamu tak perlu menjelekan keluargaku lagi " bentak Diki pada Novia.


" Cukup juga aku mendengar pembelaanmu pada keluargamu. Sebagai seorang suami dan seorang ayah kamu tak pernah bisa bersikap tegas. Bahkan tak pernah menyadari kesalahan sendiri "


Novia menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya kasar.


" Sebaiknya kamu tidak perlu datang ke sidang kita yang ketiga karena sudah dipastikan aku akan menang " ucap Novia seraya pergi meninggalkan Diki sendirian.

__ADS_1


" Sombong " balas Diki pelan namun masih terdengar Novia. Dia hanya menyunggingkan senyum sinis dengan perasaan puas.


__ADS_2