
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Bab ( Mantan Aneh )
Pov Novia
Sepagi ini sudah ada yang minta di dongengin. Gara gara dapat kiriman foto kebersamaan ku dengan Adrian dan anak anak yang entah dari siapa. Tak apalah segala sesuatunya tak akan bisa di tutupi selamanya.
Mau nanti atau mau sekarang sama saja. Yang jadi masalah adalah posisi pekerjaan kami. Aku takut pihak management berpikiran buruk.
Semoga saja Pak Candra bisa membantu menjelaskan, lagipula Adrian sudah tidak bekerja disini. Dia pun bekerja jadi audit hanya sebagai freelancer.
Benar kata Lori, orang selalu ada yang pro dan kontra. Bahkan ada saja suara sumbang yang menyebut aku berselingkuh dari A'Diki.
Tapi bagi yang mengetahui keseharian dan masalah kami, pasti mereka akan paham. Biarlah waktu yang akan menjawab semuanya.
Hari ini pekerjaan berjalan seperti biasa. Adrian berkali kali mengirim pesan dan mengingatkan aku banyak hal. Jangan telat makan lah, jangan melamun, hati hati bekerja.
Ya ampun berasa jadi anak kecil, benar kata Teh Manda kalau pacaran orang tua malah lebih ribeut.
Di jam istirahat seperti biasa kami makan di sebuah gazebo besar. Kali ini aku merasa sedikit tidak nyaman karena merasa mendapat tatapan menghakimi dari beberapa orang yang ku temui.
Bahkan ada satu dua orang yang bertanya langsung padaku tentang kebenaran foto yamg di tunjukan Lori tadi pagi.
Aku tak bercerita banyak dan tak mau jadi menambah masalah, jadi kuputuskan hanya aku balas dengan senyuman. Kulihat wajah mereka tampak tak puas dengan jawabanku.
Tapi tugasku bukan memberikan rasa puas pada mereka dengan menjawab semua pertanyaan tentang kehidupan pribadiku.
Rasanya hari ini waktu terasa panjang, berkali kali Adrian menghubungi kalau Ayah dan Ibunya sudah tiba di apartement miliknya.
Hari ini sesuai janji Adrian, Ayah dan Ibunya akan datang ke rumah menemui Ibu dan Paman. Aku sudah bercerita pada Lori tentang acara nanti malam, sepanjang hari dia terus saja menggodaku.
Sebenarnya aku di izinkan cuti oleh Pak Candra tapi aku merasa tak enak dan tak mau jadi aji mumpung karena keakraban kami.
[ Sudah gak sabar ya Vi lihatin jam terus ]
Ada pesan masuk lewat messenger di komputer ku. Messenger ini khusus digunakan untuk menunjang pekerjaan kami. Kalau di HP mungkin sama dengan aplikasi WA.
__ADS_1
[ Eh iya Pak, ketahuan deh hehee ]
[ Hahaaa sabar bentar lagi pulang, semoga lancar ya acaranya ]
[ Terima kasih Pak ]
Gak enak juga sama Pak Candra, aku bukannya tak tahu dia pernah menaruh hati padaku. Tapi aku hanya menganggapnya sebagai atasan. Walaupun dia baik dan patut diperhitungkan tapi rasanya tak nyaman saja karena dia dan A'Diki saling mengenal.
Belum lagi Teh Manda menyukainya. Aku sih lebih senang Pak Candra bersama Teh Manda karena mereka bisa saling melengkapi baik dari segi karakter, pemikiran dan juga anak anak Pak Candra yang sudah dekat dengan Teh Manda.
Cuma satu perbedaan mereka, Teh Manda yang barbar dan Pak Candra yang kaleum. Siapa tahu kekaleuman Pak Candra menular pada Teh Manda heheee.
Tapi sejauh ini mereka masih terlihat berteman. Teh Manda pernah bilang dia tak mau dijadikan pelarian karena cinta Pak Candra di tolak olehku ya walaupun secara tak langsung karena dia pun belum pernah mengungkapkannya.
Teh Manda ingin semuanya berjalan seperti air, karena dia berpikir kalau lah jodoh pasti akan dipertemukan.
Waktu pulang sudah tiba tapi ada sedikit pekerjaan yang belum selesai aku terpaksa membereskannya dulu. Tak apalah karena orang tua Adrian akan datang nanti setelah Isya.
Jam 5 lebih pekerjaan sudah selesai aku langsung keluar dari gudang menuju parkiran.
Aku berjalan cukup santai karena kupikir waktu tersisa masih cukup untuk menunggu kedatangan orang tua Adrian.
Aku sudah memesan aneka kue dan dessert. Sedang untuk makan malam Ibu yang memasak, dari kemarin malam aku dan Teh Manda sudah membantu untuk meraciknya.
Jadi Ibu tinggal eksekusi saja. Tadinya Adrian mau mengirim semua makanan dari restonya biar kami tidak repot. Tapi Ibu menolak dengan alasan ingin menyambut Adrian dan keluarganya dengan masakan hasil olahan kami. Biar berkesan gitu hehee.
Sedang santainya berjalan jalan tiba tiba ada yang memanggil, aku menoleh ke belakang dan ternyata yang memanggil dia lagi.
Ih mau apa lagi sih, malas banget nanti ujung ujungnya ribut lagi.
" Iya A' kenapa? " aku berusaha ramah supaya gak terjadi keributan.
" Mau pulang ya? " tanya A'Diki berbasa basi.
" Iya lah kalau mau kerja bukan ke sini arahnya " malas banget jawabnya pake basa basi segala.
Dari matanya bisa kulihat tampaknya dia kesal dengan jawabanku, tapi kini dia jadi salah tingkah. Aku perhatikan A'Diki seperti sedang berpikir.
__ADS_1
" Ya aku tahu Vi, aku kan cuma nanya. Lagian kamu judes amat sih " akhirnya A' Diki kembali bicara.
" Judes gimana A' perasaan aku biasa saja kok. Kamu saja yang sensi mungkin, emang ada yang mau dibicarakan? " lebih baik aku langsung nanya saja apa maksud dia manggil aku.
" Mmmhhh gak ada sih cuma kebetulan lihat kamu saja. Ngomong ngomong motor kamu bagus ya. Yang lama di kemanain? " oh rupanya dia mau nanyain ini.
" Yang lama ada di pakai buat operasional toko, angkut angkut barang atau nganterin barang gitu. Ini bukan motorku A'. Ini motor Adrian " jawabku dengan lugas.
" Kok motor kita di pake angkut angkut barang sih Vi, padahal kan itu kenangan kita berdua " sepertinya A'Diki kecewa dengan jawabanku.
" Ya maaf A' kemarin anak anak kalau kirim barang pake mobil kegedean, kalau pake motor pas. Terus gak terhalang macet jadi aku pakein motor itu.
Awalnya aku bingung karena gak ada motor lain tapi Adrian ngasih solusi dia ngasih aku motor ini buat kerja " sedikit ku ceritakan alasanku agar dia mengerti.
" Kamu di kasih sama Adrian? " matanya langsung membulat sempurna.
" Bilangnya sih ngasih malah Bpkb dan Stnk nya juga sudah atas nama aku. Tapi aku gak enak mungkin bakal aku cicil saja " sekalian saja aku nyombong dikit biar dia malu.
" Ya baguslah kalau kamu mau nyicil, lagian gak bagus juga kalian belum resmi tapi sudah mau nerima barang semahal ini. Nanti takutnya dia macam macam lagi " ih ngapain juga dia mikirin itu dasar aneh.
" Ya itu juga kalau Adrian terima, soalnya dia royal banget gak pernah perhitungan. Dulu saja waktu pacaran zaman SMA walaupun belum bekerja dia gak pernah tuh mau aku traktir.
Apalagi sekarang sudah mapan dan punya usaha sendiri motor segini mah gak ada artinya buat dia. Kalau pun aku minta mobil pasti di kasihnya.
Dan satu lagi A' dia bukan laki laki kurang ajar. Dia mengerti batasan, beruntung sekali aku bisa ketemu dia lagi. Sudah ya aku duluan "
Aku langsung naik ke motorku dan langsung tancap gas meninggalkan A'Diki yang wajahnya merah padam.
Sepertinya dia marah karena secara tak langsung aku membandingkannya dengan Adrian hehee maaf ya.
Dasar mantan aneh, sudah berpisah masih juga kepo dan ngurusin hidup aku pake bicara motor kenangan lagi. Kenangan apa?
Selama hidup berumah tangga rasanya gak ada manis manisnya. Hanya kehadiran Keyla dan Althaf yang aku syukuri.
Bahkan kini aku bersyukur karena sudah bisa berpisah dengannya. Sekarang aku jadi mikir kok bisa ya dulu aku jatuh cinta sama dia?
Ya Allah maafkan hambamu ini..
__ADS_1