
# Arisan Bodong Keluarga Suami
Ddrrtt ddrrtt
Hp Novia berbunyi dan terlihat ada notifikasi pesan masuk. Novia membukanya " dari Bu Ningsih ada apa ya? pagi pagi udah kirim pesan "
[ Nov, maaf ibu ganggu pagi pagi gini. Ibu cuma mau kasih tau barusan Bu Murni datang maksa minta video rekaman kemarin. Tapi gak ibu kasih karena kan ada di HP suami ibu. Kebetulan suami ibu belum datang karena mau belanja barang ]
[ Iya bu makasih buat infonya, biar saya yang atasi. ]
" Duh amah niat banget pagi pagi udah bela belain minta video, untung udah di duluin " Novia tersenyum membayangkan wajah kecewa mertuanya.
" Lebih baik aku kerjain mereka saja lah " gumamnya dalam hati.
[ Assalammu Alaikum Amah mertuaku yang baik eh lupa calon mantan mertua hehee. Gak usah repot repot minta video ke Bu Ningsih, ini Via kirim aza ya. Salam buat Ayu dari calon mantan kakak ipar ] send
[ Video ] send
Setelahnya Novia berniat mengirimnya pada Ayu.
Novia : [ Assalammu alaikum calon mantan adik ipar bagaimana udah baikan? tenang rambutnya bakal tumbuh lagi hehee. Kamu salah pilih lawan, jangan anggap enteng kita. Kasian loh mertua kesayangan pagi pagi udah berkeliaran nyari video. Sayangnya udah aku keep. Kamu mau? ] send
[ Video ] send
Tidak lama Novia langsung mendapat balasan dari Ayu.
Ayu : [ Jangan senang dulu ya, kulaporkan nanti tau rasa kamu. Kasian calon janda hahaaa ]
Novia : [ Jawab dulu salamnya dosa loh. Jangan mendadak bodoh kayak gitu kamu yang duluan main kasar belum dilihat ya video nya.
Yang ada kakakku yang bakal laporin kamu sekaligus pasal penipuan. Mau ambil uang yang bukan haknya jangan amnesia deh.
Kamu gak usah kasian sama aku gegara jadi janda, aku ngerasa biasa aza tuh.
Yang ada aku kasian sama kamu calon terdakwa. Tunggu jemputan aza ya pake mobil patroli. Kasiaaan ] send
Novia : [ Aku gak main main ya, kalau kamu gak ada itikad baik maka akan aku laporkan kamu.
Bukti dan saksi juga banyak, ada video juga kuitansi kalian menerima uang dari Bu Ningsih sebagai DP.
__ADS_1
Aku gak peduli kamu siapa, apalagi sekarang kamu hanya calon mantan adik ipar.
Aku akan sangat senang sekali lihat kamu menderita, apalagi aku tau selama ini kamu iri padaku ]
Ayu : [ Brengsek kamu ]
Setelah membaca pesan dari Ayu, Novia melanjutkan pekerjaannya. Karena bel tanda bekerja sudah berbunyi.
*******
Di lain tempat saat ini Ayu sedang merasa marah merasa sudah dikalahkan oleh Novia.
Dia merasa posisinya sudah tidak aman dan merasa khawatir Novia dan kakaknya akan melaporkan dirinya.
" A' sepertinya Amah tidak berhasil minta video itu pada Bu Ningsih. Malah Novia kirim aku videonya. Dia bilang dia sudah punya cukup bukti untuk nuntut aku. Gimana dong?" Ayu merajuk pada suaminya Robi.
Robi yang hendak pergi mengajar mengurungkan niatnya untuk pergi " Mau gimana lagi, satu satunya jalan kamu harus minta maaf pada Novia. Sebaiknya kita ke Amah dulu kita berembuk bagaimana baiknya ".
Mendengar kata harus minta maaf Ayu langsung mendelikkan matanya dan melipat kedua tangannya di depan dadanya.
" Enak saja aku harus minta maaf, ngga pokoknya ngga aku gak mau. Nanti dia merasa menang ciihhh"
" Makanya kamu itu kalau mau apa apa di fikir dulu jangan main tancap gas. Bukannya kamu yang punya ide buat ambil uang sewa.
Walaupun dia tidak suka pada Novia tapi tetap saja kondisi sekarang Ayu dan ibunya yang salah. Apalagi bukti sudah terpampang nyata, mereka tak bisa mengelak.
" Kamu jangan nyalahin aku aza dong, kalau Amah gak mau ini juga gak akan terjadi. Lagipula Amah yang dapat duitnya. Aku belum dikasih. Bukannya untung malah buntung " Ayu membela diri tetap tak mau disalahkan.
" Halaahh sudahlah percuma ngomong sama kamu, lebih baik kita sekarang ke rumah Amah. Mungkin aza amah punya solusi.
Cepetan kamu siap siap kita pergi sekarang. Gara gara masalah kamu aku harus izin masuk kerja talat. Kita berangkat sekarang aku tunggu diluar " Robi pun meninggalkan Ayu yang duduk dan menekuk wajahnya.
Di rumahnya Bu Murni terlihat gelisah, sepulang dari pasar dia hanya duduk termenung. Dia gagal meminta video itu dari Bu Ningsih. Ternyata malah Novia mengirim video yang diinginkannya itu.
Seharusnya dia senang sudah mendapatkan videonya, sayangnya dia mendapatkannya dari Novia. Bu Murni sudah kalah start.
Ini berarti dirinya dan Ayu terancam akan dilaporkan karena masalah tersebut. Dalam perasaan gelisahnya terkadang dia memejamkan matanya. Dia merasa kepalanya sudah mau pecah.
Tok tok tok
__ADS_1
" Masuk ! " Bu murni hanya duduk tak mau membuka pintu dia merasa hidupnya sudah tidak ada semangat.
" Mah lagi apa, kok sendiri Bapak dimana? " Robi masuk disusul Ayu sambil menggendong chila.
" Bapak lagi di kamar mandi. Amah bingung si Ningsih gak mau ngasih video nya. Malah si Novia menantu kurang ajar itu yang ngirim video.
Kalau udah gitu kan percuma. Kamu punya ide lagi gak bBi. Amah gak mau sampe dipenjara " Bu Murni makin menampakkan kegelisahannya.
" Justru Robi kesini mau minta pendapat pada Amah, nah istriku uring uringan dari pagi. Dia juga dikirimi video sama Novia " Robi menghela nafas dan membuangnya kasar.
" Kalau menurutku sebaiknya kalian minta maaf. Walau gimana pun posisi Novia dan kakaknya cukup kuat karena memiliki bukti bukti.
Ayu pun tak bisa menuntut manda karena Ayu yang pertama kali menampar Manda " lanjut Robi.
" Benar sekali itu ide bagus lagipula cuma itu satu satunya jalan untuk memperbaiki keadaan. Kan Bapak udah bilang dari kemarin " tiba tiba Pak Imam datang dan ikut menimpali ucapan Robi.
" Halaah Bapak dari kemarin maunya emang gitu. Ngebela mantu kesayangannya terus " Bu murni mencebikan bibirnya.
" Terserah Amah sajalah, justru karena bapak peduli sama Amah makanya menyarankan untuk meminta maaf " Pak Imam menjawab ucapan istrinya sambil duduk di sampingnya.
" Kamu gimana Yu, kamu bersedia kan? " lanjut pak Imam seraya memandang Ayu.
Ayu terlihat salah tingkah, dia masih mengikuti egonya tak mau kalah dari Novia walau dari dalam hatinya dia tahu kalau dia bersalah.
" Sudah gak usah kamu banyak mikir Yu, kamu mau gak masalahnya cepat beres? " Robi terdengar kesal karena Ayu hanya diam.
" Iya iya aku bakalan minta maaf, puas kamu? " Ayu membuang wajah kesembarang arah, dia merasa benar benar tidak bisa menerima keadaannya.
" Baiklah berarti nanti sore saja kita ke rumah Novia. Supaya gak terlalu lama nunggu Novia pulang kerja. Biar bapak hubungi Novia supaya sepulang kerja langsung pulang gak mampir mampir " Ujar Pak Imam.
" Emang gak bisa minta maaf lewat HP aza kita kirim pesan atau kalau gak dia aza suruh kesini " ujar Amah tanpa rasa malu dan tanpa rasa bersalah, Ayu pun ikut mengangguk pertanda setuju.
Pak Imam langsung memelototkan matanya dan membentak Bu Murni " Kamu niat gak sih minta maaf, sudah tua bukannya jadi contoh".
Bu Murni tersentak kaget, dia tak berani mengangkat wajahnya begitu pun Ayu. Mereka tampak syok karena mereka jarang dimarah Pak Imam.
" Kamu gak usah pulang ke rumah Yu disini saja, nanti aku pulang kerja langsung kesini biar kita barengan berangkat dari sini bareng Amah ke rumah Novia " Robi berusaha mencairkan suasana kemudian dia pamit pergi bekerja.
Pak Imam pun terlihat membuka HP nya bermaksud menghubungi Novia.
__ADS_1
Berbeda dengan Bu Murni dan Ayu yang terlihat gelisah menunggu sore. 2 pasang mata itu terus memperhatikan Pak Imam yang sedang menghubungi Novia.
Beberapa kali di telepon Novia tidak mengangkatnya karena sedang bekerja. Kemudian Pak Imam memutuskan mengirim pesan saja.